Postingan

Muslimah

Gambar
Wahai muslimah...!! Pendidikan yang diberikan kepada anak-anak sangat dipentingkan untuk ketinggian martabat generasi mendatang. Dalam hal ini si-Ibu ternyata melakukan peranan utama karena dia selalu berdampingan dengan si-Anak, bahakan menghamilkan, melahirkan dan merawatnya sampai tumbuh dewasa. Walaupun persoalan pendidikan diberatkan kepada kedua orang tua tetapi, karena si-Bapak banyak memakai waktunya di luar rumah tangga untuk mencarikan kebutuhan hidup keluarga, maka praktislah tanggung jawab dalam mendidik anak-anak lebih ringan dibandingkan dengan yang harus dipikul si-Ibu. Karena itulah timbul motto : “SURGA BERADA DI TELAPAK KAKI IBU” “MAJU MUNDURNYA MASYARAKAT TERGANTUNG PADA SIKAP KAUM IBU” Ayat 11:46 menceritakan betapa Nabi Nuh dulunya telah tertipu dengan didikan yang diberikan isterinya kepada anaknya. Pada ayat 66:10 dinyatakan bahwa isterinya itu termasuk golongan orang durhaka. Rupanya Nabi Nuh tak menyadari hal tersebut, mungkin terlalu s...

Mukmin - muslim

Harus selalu mengingat bahwa manusia selaku diciptakan Allah hanya untuk mengabdi kepada Allah, 51:56. Dia harus dapat memperhitungkan masa hidupnya kini hanya untuk beberapa tahun dimana segala sesuatu berupa ujian tentang baik dan buruk, halal dan haram, pada semuanya terdapat hal-hal yang harus diusahakan atau diperjuangkan menurut hukum yang telah diturunkan Allah. Dia harus bersikap jujur dan adil walaupun untuk dirinya sendiri, 4:135, dengan arti bahwa dia tidak membiarkan dirinya terbawa hanyut oleh bujukan duniawi, namun dia tidak dibolehkan meninggalkan bagiannya di dunia kini, 28:77. Dia harus pula meyakinkan diri bahwa dia adalah orang yang nantinya menjadi penduduk surga, 40:40. Dengan keyakinan demikian, dia selalu menghindarkan diri dari segala bujukan dan perbuatan yang dilarang Allah. Semakin disiplin dia dalam setiap tindakan, akan semakin tinggilah derajatnya di akhirat nanti.  Semoga siapa saja tak menganggap taklid buta terhadap firman suci.  ...

Pendidikan Sex

Ayat 31:13 dan 31:17 s/d 31:19 memberikan contoh betapa seorang muslim harus menasehati anak2nya agar jangan menserikatkan Allah, agar selalu melakukan #Shalat dan #tabah terhadap segala macam masalah hidup,  agar bersikap #sopan sewaktu berkata dan bertindak serta tidak bersikap sombong di Bumi. Hal yang bersamaan juga termuat pada ayat 20:132. Alquran memberikan nasehat tentang betapa mempergauli dan mendidik anak-anak agar kemudiannya menjadi pribadi beriman pada Allah, berbudi pekerti tinggi dan berguna dalam masyarakat, bahkan sampai pada masalah yang lebih kecil hingga gerak gerik anak-anakpun harus diawasi. Contohnya seperti pada: Ayat 24:58 memerintahkan agar orang melarang anaknya atau sekurang-kurangnya harus minta izin untuk memasuki kamar ibu bapaknya pada waktu-waktu tertentu, yaitu sebelum shalat Fajar, sewaktu istirahat tengah hari, dan sesudah Shatat Isya' malam hari. Hal ini harus dilaksanakan agar anak-anak itu tidak sampai melihat ataupun tergugah pa...

Teori

Satu²nya ajaran Al Quran dan kitab2 suci ALLAH lainnya yang dapat memberikan pernyataan2 satu theori yang tak dapat dibantah, tanpa persoalan tanpa titik kemandiriannya mungkin didapat satu keraguan atau kesalahan.  Sepintas lalu tidak ada janggalnya disini kita anjurkan kepada siapa saja bahwa apabila hendak memikirkan satu persoalan maka hendaklah memulainya dengan titik tolak dari ayat2 suci dari kitab2 ALLAH dari sana orang boleh mengharungi alam maya ini, maka dia takkan mendapat kekeliruan dan takkan terbentur kepada sesuatu kesalahan,  tetapi dengan SATU SYARAT pakaikanlah logika yang sesuai dengan hukum kausalita, karena ayat2 suci itu adalah logika pasti, yang oleh Al Quran dinamakaa HAQUL MUBIN.  #paham...!

Mudzabzabin

Gambar
Inilah kaum yg dinamakan MUDZABZABIEN, kesana tidak -- kesini juga tidak! Kaum demikian justru akan ketimpa dan menghadapi dua kubu yang berbeda. Mereka berada diantara keduanya; antara salah dan benar, baik dan buruk, manis dan pahit, hitam dan putih, berat dan ringan, besar dan kecil maupun hallal dan haram! Masyarakat yang menyatakan diri beriman haruslah sepenuhnya mematuhi dan melaksanakan hukum ALLAH, tidak boleh kepalang tanggung, tidak boleh separuh-separuh dan ragu-ragu selaku muzabzabin karena sikap demikian sangat merugikan dalam segala bidang kehidupan. Mereka yang tidak sepenuhnya melaksanakan hukum ALLAH, walaupun mendirikan Shalat, puasa dan pergi Hajji, pastilah tergolong munafik atau muzabzabin, maka bagi siapa yang sengaja bersikap demikian dikatakan: إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا ﴿١٤٥﴾ 4/145. Bahwa orang-orang munafik berada pada capaian lebih rendah dari Neraka. Dan tidak engkau dapati penolong unt...

Doktrin Hidup

Bukanlah manusia dengan segala aktifitasnya menentukan nilai kehidupan di dunia tetapi ALLAH yang mengaturnya hingga ada masyarakat yang lebih tinggi tingkat hidupnya di antara kelompok terkebelakang. Ada yang mengejek dan ada yang diejek, namun Ayat 20:124 memberikan sanksi hukum bahwa siapa saja yang berpaling dari hukum ALLAH maka untuknya pastilah kesengsaraan hidup. Hal itu harus jadi perhatian ialah karena ketentuan yang terkandung pada Ayat 43:32 menjadi batu ujian bagi setiap lingkungan masyarakat yang kini berbentuk bangsa dan negara, apakah mereka membenarkan atau tidak. Membenarkan ketentuan itu berarti harus mematuhi sistem demokrasi ketuhanan dalam segala bidang kehidupan di mana berlaku hukum yang semuanya dijelaskan dalam Alquran selaku pokok bagi hubungan vertikal dan horizontal. Jika tidak membenarkan ketentuan Ayat 43:32 otomatis berarti tidak mengakui hukum ALLAH lalu mereka tergolong kafir, hal ini berlawanan dengan pemikiran logis dan bukti-bukti dari sejarah ...

Rizki

Pada Ayat 51/57 ditekankan bahwa ALLAH tidak merencanakan mendapat rizki dari manusia, dan tidak ingin mendapat makan dari manusia, karena rizki dan makanan itu hanyalah dibutuhkan manusia sendiri dan makhluk lain yang DIA ciptakan, bahkan DIA-lah yang melengkapkan kebutuhan hidup bagi manusia seluruhnya. Walaupun pada umumnya orang mengetahui keadaan demikian tetapi ALLAH sengaja menjelaskan masalah rizki hidup tersebut berulang kali. Hal ini ialah karena naluri manusia sangat tergugah dengan masalah kebutuhan hidup yang oleh masyarakat kini disebut dengan "ekonomi." Maka untuk itu dengan tegas dinyatakan pada Ayat 51/58 bahwa DIA saja yang Pemilik semua rizki, DIA-lah yang mengatur serta menyediakan rizki selaku kebutuhan hidup manusia di dunia kini, tentang mana diperlukan adanya iman, ilmu dan amal di antara masyarakat ramai, yang kita sebut Demokrasi Ketuhanan.