Postingan

Menampilkan postingan dengan label DASAR TANYA JAWAB HUKUM

34. PERLUKAH ILMU PENGETAHUAN YANG TERKANDUNG DALAM AL-QUR’AN DISAMPAIKAN SECARA UMUM…?

Karena Nabi Muhammad telah ditentukan Allah sbgai pmberi kbr gembira dn pringatan bg manusia semuanya, memang perlu sekali ilmu pengetahuan yg trkandung dlm qur’an disampaikan scr luas dan umum, baik kpd orang diluar Islam, terutama sekali kpd penganut agama yg diturunkan Allah. Sebaliknya Allah mengancam orang yg sengaja mnyembunyikan ilmu pengetahuan qur’an karena memang semua itchuu adalah untuk ketinggian pradaban manusia dan untuk ketinggian Islam sendiri. Hal ini dinyatakan Alla pada QS. 2/159 jo. 9/33 1.   Kedalam : Ilmu pengetahuan hrs disampaikan dlm masjid, sekolah dan tmpat pendidikan lainnya dg kurikulum tertentu. Bagitupun dlm sedang umum dan pd prtemuan yg sring berlaku dlm msyarakat diman pokok ilmu yg terkandung dlm qur’an dpt disebarkan untuk sama difahami dan dilaksanakan buat kepentingan hidup bersama. Penyampaian kedalam ini bersifat : a. Memberikan perngertian tentang sesuatu yg selam ini belum diketahui ataupun belum difahami sepenuhnya b. ...

81. KENAPA SEOARAN SUAMI DILARAN MENDEKATI ISTERI DALAM KEADAAN HAID?

Diantara begitu banyak rahasia dan pokok ilmu yang terkandung dalam al-qur’an pada umumnya tidak terdapa tdalam ajaran agama lain ialah petunjuk tentang sikap seorang suami sewaktu isterinya dalam keadaan haid. Walaupun hal ini tmpaknya berupa persoalan kecil saja, tetapi kalu diprhatikan dengan seksama akan ternyata mencakup berbagai segi kehidupan. Namun yang kita bicarakan hanyalah mengenai laranga:   1. Keadaan haid, atau menstruasi, pada wanita umumnya berlaku beberapa hari dalam setiap bulan. Waktu itu terjadi pembersiha dalam rahimnya hingga dia mengeluarkan darah kotor berbau busuk. Ketika itu dia dinamakan dalam keadaan kotor, karenanya tidak boleh melakukan ibadah puasa, QS. 2/184 dan QS. 2/185, begitupun tidak boleh melakukan shalat, QS. 4/34 dan QS. 5/6, arena pada masi itu dia tergolng dalam keadaan berbeba berat atau ‘ALAA SAFARIN sebagai tercantum pada ayat suci diatas. Memaang perempuan yang dalam keadaan haid agak gelisah dan serba sulit pada pekerjaan ...