Postingan

Menampilkan postingan dari September 11, 2014

AL-QUR'AN YANG HAQ

IKUTILAH HUKUM YANG TELAH DITURUNKAN ALLAH...!! ☀☀☀  Saudaraku se-IMAN... ☆ Sebagai penganut agama Islam brkewajiban mngamalkan hukum-hukum itu tanpa membantah sama sekali, jk memang benar2 nyata hukum itu dari Tuhan & bkn semata-mata dibuat-buat sndiri oleh manusia yg gemar pd kebid'ahan, jelasnya orang2 yg mengada-adakan hukum dr kehendaknya sendiri & dikatakan bhw itulah hukum agama dr Tuhan. ☆ Sementara itu sgala persoalan yg trjdi, mk untuk mnerapkan hukumnya jgn mnggunakan hukum yg selain dr Tuhan. So.. persoalan itu kita cocokkan ssuai dgn hukum yg ad dlm agama Islam. Manakala kita mngerjakan kebalikannya, tentulah salah, iaitu persoalan yg ad itu kita carikan hukumnya dlm agama yg kiranya dpt sesuai dgn kehendak kemahuan hawa nafsu kita sendiri, atau disesuaikan dgn kemahuan orang lain yg kita anggap trhormat agar mndptkan pujian / sekadar harta drpadanya. ☆ Ringkasnya dlm segala hal, jgn sampai hukum agama yg dikalahkan, sebaliknya itchulah ...

A HASAN

KONTRIBUSI A. HASSAN TERHADAP KAJIAN HADIS DI INDONESIA ( Studi Atas Cara Memeriksa dan Memahami Hadis ) (2) Oleh: Al-Hāfizh Ibnul Qayyim [1] A. Riwayat Hidup dan Keluarga A. Hassan Sekitar 500-600 tahun yang lalu ada sekelompok penduduk Kairo yang berpengaruh, namun karena merasa kurang senang dengan rezim rajanya, akhirnya, mereka hijrah meninggalkan Mesir menuju India dengan kapal layar yang terbuat dari kayu. Setibanya di India, mereka digelar “ Maricar ” yang berarti kapal laya r. Mereka bermukim di Kail Patnam [2] dengan berdagang. Melihat rupa dan bentuknya kemungkinan mereka berasal dari Parsi. Di antara nenek moyangnya, selain pedagang, juga terdapat ulama pujangga. Di sinilah asal keturunan nenek moyang A. Hassan. [3] A. Hassan lahir pada tahun 1887 M. di Singapura. Ayahnya bernama Ahmad Sinna Vappu Maricar yang digelari “ Pandit “ [4] berasal dari India dan ibunya bernama Muznah berasal dari Palekat, Madras. Ahmad me...