Postingan

Menampilkan postingan dari April 9, 2016

MANUSIA SEMPURNA ?

`als salaamu 'alay–kum, wa rahmatu–`allaahi, wa barakaatu–huu. بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّــــــهِ الرَّحْــــــمَنِ الرَّحِــــــيْم الحمــد للــه والصــلاة والســلام علــى رســول اللــه وعلــى آلــه وصحــبه أجمعــين, أما بعد: Saudara dan Saudariku yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Jika mereka katakan manusia kini telah sempurna kejadiannya, maka dalam hal apakah kesempurnaan itu? Dengan ukuran apakah atau dengan perbandingan apakah ditentukan kesempurnaan manusia kini? Tentulah mereka akan menjawab bahwa manusia telah sampai pada titik kesempurnaan sebab telah memiliki otak, akal, serta susunan tubuh yang elok harmonis, namun mereka sengaja melupakan hukum evolusi yang mereka canangkan harus mencakup keseluruhan organik hidup tanpa batas dan golongan. Padahal ALLAH hanya menyatakan pada Ayat 17/70 bahwa manusia diberi kurnia di atas kebanyakan yang DIA ciptakan yaitu dengan menyerahkan semua benda alam konkrit ini untuk kebutuhan hidup seperti dimaksud dalam Aya...

LIBUR [2]

`als salaamu 'alay–kum, wa rahmatu–`allaahi, wa barakaatu–huu. بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّــــــهِ الرَّحْــــــمَنِ الرَّحِــــــيْم الحمــد للــه والصــلاة والســلام علــى رســول اللــه وعلــى آلــه وصحــبه أجمعــين, أما بعد: Saudara dan Saudariku yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla. ALLAH menurunkan Alquran berisikan hukum praktis logis untuk kesempurnaan hidup manusia. Jika ada sesuatu ketentuan hukum yang pada zahirnya bertantangan dengan tradisi hingga timbul keengganan hati untuk melaksanakannya, maka orang hendaklah mengambil kesimpulan bahwa hukum ALLAH itu lebih sempurna dan lebih menguntungkan kehidupan tentang mana masyarakat umumnya kekurangan analisa. Apa yang biasanya dianggap aneh, padahal hakekatnya benar dan wajar. Begitu pula apa yang dirasa baik adakalanya mengandung kepalsuan selaku sumber bahaya dan kecelakaan. Atas semua itu sangat dibutuhkan IMAN pada ALLAH pengatur alam dan kehidupan tentang mana pengetahuan manusia sangat terbatas. Karenanya...

LIBUR [1]

`als salaamu 'alay–kum, wa rahmatu–`allaahi, wa barakaatu–huu. بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّــــــهِ الرَّحْــــــمَنِ الرَّحِــــــيْم الحمــد للــه والصــلاة والســلام علــى رســول اللــه وعلــى آلــه وصحــبه أجمعــين, أما بعد: Saudara dan Saudariku yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla. sama dengan pelanggaran hukum yang dilakukan setengah Bani Israil tadi pada siapa berlaku ketentuan ALLAH, bahwa mereka suka meniru sekalipun tidak memahami tujuan perbuatan. Bahwa mereka suka melakukan gertak sambal atau juga gertak monyet sewaktu bersama tetapi secara pribadi adalah pengecut dan opportunis. Bahwa mereka suka berlagak gagah, berpakaian bagus dengan berbagai alat make-up, mondar-mandir dalam negeri sembari memandang enteng terhadap orang lain, sementara keadaannya sehari-hari sangat menyedihkan, berpakaian kumal, dalam tingkatan hidup rendah. سُبْحَـــــــــــــانَكَ اللَّـــــــــــــهُمَّ وَبِحَمْـــــــــــــدِكَ، أَشْـــــــــــــهَدُ أَنْ لاَ إِلَـــــــــــــهَ إ...

DUA GENERASI

______ _ ___ _ ___ `als salaamu 'alay–kum, wa rahmatu–`allaahi, wa barakaatu–huu. بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّــــــهِ الرَّحْــــــمَنِ الرَّحِــــــيْم الحمــد للــه والصــلاة والســلام علــى رســول اللــه وعلــى آلــه وصحــبه أجمعــين, أما بعد: Saudara dan Saudariku yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla. ALLAH bukan hanya mengutus Rasul kepada masyarakat manusia sesudah tofan besar di zaman Nabi Nuh, tetapi juga kepada manusia sebelumnya yang disebut dengan Manusia Purbakala. Ayat 10/47 dan 16/36 menyatakan bahwa kepada setiap umat diutus Rasul .yang menyampaikan wahyu ALLAH. Sementara Ayat 13/7 menerangkan bahwa untuk setiap kaum ada pemberi petunjuk, dan Ayat 14/4 menegaskan bahwa setiap Rasul itu menerangkan ajaran hidup dengan memakai bahasa kaum dan umat masing-masingnya. Keadaan demikian tentulah juga telah berlaku pada umat dan kaum yang hidup sebelum tofan besar di zaman Nabi Nuh. Ayat 56/49 dan 56/50 menjelaskan bahwa manusia dalam sejarahnya terbagi dua, ya...

SELAMAT HARI IBU

`als salaamu 'alay–kum, wa rahmatu–`allaahi, wa barakaatu–huu. بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّــــــهِ الرَّحْــــــمَنِ الرَّحِــــــيْم الحمــد للــه والصــلاة والســلام علــى رســول اللــه وعلــى آلــه وصحــبه أجمعــين, أما بعد: Saudara dan Saudariku yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla. Setiap orang Islam haruslah sangat berhati-hati terhadap anak cucu dan masa depannya. Sikap yang benar akan menguntungkan dirinya sendiri dan anak cucunya, sebaliknya sikap yang keliru akan menimbulkan sesal berkepanjangan. Sebagai orang yang bertanggung jawab, setiap Bapak tentulah berusaha membelanjai dan mengelamatkan hidup anak-anaknya, baik dalam hal sandang, pangan maupun pengasuhan dan lain sebagainya. Hal ini termuat pada ayat 2/33, tetapi tanggung jawab itu hanya sekedar tenaga atau sekadar kesanggupan yang dimiliki, karena memang rizky seseorang hanya ditentukan olah Allah. Namun didikan dan nasehat yang mengandung amar makruf nahi mungkar harus selalu diberikan. "Musuh ...