Postingan

Menampilkan postingan dari November 3, 2013

ADAKAH ALAM KUBUR ITU?

PENDAHULUAN Ada anggapan di masyarakat bahwa orang mati mengalami hidup di alam kubur. Di alam itu, mereka yang mati dianggap dapat merasakan seperti manusia yang sedang hidup, misalnya mendengar, merintih, berpikir, atau merasakan kesenangan. Tidak hanya itu, ada juga yang percaya bahwa selama di alam kubur ada siksa kubur. Benarkah semuanya itu?

30. 'Adad (Bilangan)

Gambar
عَدَد 'ADAD (BILANGAN) Mula-mula, anda harus mengafalkan sepuluh bentuk dasar dari 'Adad (Bilangan): Dalam penggunaannya, bentuk-bentuk dasar 'Adad tersebut akan mengalami sedikit perubahan dengan ketentuan sebagai berikut: Bilangan 1 ( وَاحِدٌ ) terletak di belakang Isim Mufrad dan bilangan 2 ( اِثْنَانِ ) terletak di belakang Isim Mutsanna. Bila Isim yang dibilangnya itu adalah Muannats maka bentuknya pun menjadi Muannats. Bilangan 3 sampai 10 terletak di depan Isim Jamak. Bila Isim Jamak tersebut adalah Mudzakkar maka bentuk 'Adad-nya adalah Muannats, sedang bila Isim Jamak tersebut adalah Muannats maka bentuk 'Adad-nya adalah Mudzakkar: Adapun bilangan belasan (11 sampai 19) terletak di depan Isim Mufrad (Isim Tunggal) meskipun jumlahnya adalah jamak (banyak). Perhatikan pola Mudzakkar dan Muannatsnya serta tanda baris fathah di akhir setiap katanya: Bilangan 20, 30, 40, dsb bentuknya hanya satu macam yakni Mudzakkar, meskipun terletek di depan...

29. I'rab Fi'il Mudhari'

Gambar
إِعْرَب فِعْل الْمُضَارِع I'RAB FI'IL MUDHARI' Fi'il Mudhari' juga mengalami I'rab atau perubahan baris/bentuk di akhir kata bila didahului oleh harf-harf tertentu. Fi'il Mudhari mengenal tiga macam I'rab: 1) I'RAB RAFA' ialah bentuk asal dari Fi'il Mudhari' dengan alamat (tanda): a. Baris Dhammah: أَفْعَلُ / نَفْعَلُ / تَفْعَلُ / يَفْعَلُ b. Huruf Nun: تَفْعَلِيْنَ / تَفْعَلاَنِ / تَفْعَلُوْنَ / يَفْعَلاَنِ / يَفْعَلُوْنَ 2) I'RAB NASHAB bila dimasuki Harf Nashab. Alamatnya adalah: a. Baris Fathah: أَفْعَلَ / نَفْعَلَ / تَفْعَلَ / يَفْعَلَ b. Hilangnya huruf Nun: تَفْعَلِيْ / تَفْعَلاَ / تَفْعَلُوْا / يَفْعَلاَ / يَفْعَلُوْا Adapun yang termasuk Harf Nashab ialah: أَنْ (=bahwa), لَنْ (=tidak akan), إِذَنْ (=kalau begitu), كَيْ (=supaya), حَتَّى (=hingga), لـِ (=untuk). Perhatikan contoh-contohnya dalam kalimat: 3) I'RAB JAZM ( جَزْم ) bila dimasuki Harf Jazm. Alamatnya ada tiga: a. Baris Sukun: أَفْعَلْ / نَفْعَلْ /...

28. Isim Ghairu Munawwan

اِسْم غَيْرُ مُنَوَّن ISIM GHAIRU MUNAWWAN (Isim yang Tidak Menerima Tanwin) Dalam kaitannya tentang Alamat I'rab Far'iyyah (tanda-tanda I'rab cabang), kita harus mempelajari golongan Isim yang huruf akhirnya tidak menerima baris tanwin maupun kasrah (hanya menerima baris dhammah dan fathah). Isim-isim ini dinamakan ISIM GHAIRU MUNAWWAN yang terdiri dari: 1) Semua Isim 'Alam (Nama) yang diakhiri dengan Ta Marbuthah (meskipun ia adalah Mudzakkar). Misalnya: فَاطِمَةُ (=Fatimah), آمِنَةُ (=Aminah), مَكَّةُ (=Makkah), مُعَاوِيَةُ (=Muawiyah), حَمْزَةُ (=Hamzah), dan sebagainya. 2) Semua Isim 'Alam Muannats (meskipun tidak diakhiri dengan Ta Marbuthah). Misalnya: خَدِيْجَةُ (=Khadijah), سَوْدَةُ (=Saudah), زَيْنَبُ (=Zainab), بَغْدَادُ (=Bagdad), دِمَشْقُ (=Damaskus), dan sebagainya. 3) Isim 'Alam yang merupakan kata serapan atau berasal dari bahasa 'ajam (bukan Arab). Misalnya: إِبْرَاهِيْمُ (=Ibrahim), دَاوُدُ (=Dawud), يُوْسُفُ (=Yusuf), فِرْعَو...

27. Alamat Far'iyyah

عَلاَمَات الْفَرْعِيَّة ALAMAT FAR'IYYAH (TANDA-TANDA CABANG) Dalam pelajaran-pelajaran yang lalu kita sudah melihat Alamat Ashliyyah atau tanda-tanda asli (pokok) dari I'rab yaitu baris Dhammah untuk I'rab Rafa', baris Fathah untuk I'rab Nashab, dan baris Kasrah untuk I'rab Jarr. Diantara bentuk-bentuk Isim, ada yang menggunakan tanda-tanda yang berbeda dari Alamat Ashliyyah untuk menunjukkan I'rab Rafa', Nashab atau Jarr tersebut, karena bentuknya yang khas, mereka menggunakan Alamat Far'iyyah yaitu: 1) Isim Mutsanna (Kata Benda Dual). a. I'rab Rafa' ditandai dengan huruf Alif-Nun : ان b. I'rab Nashab dan I'rab Jarr ditandai dengan huruf Ya-Nun ين : جَاءَ رَجُلاَنِ = datang dua orang lelaki رَأَيْتُ رَجُلَيْنِ = aku melihat dua orang lelaki سَلَّمْتُ عَلَى رَجُلَيْنِ = aku memberi salam kepada dua orang lelaki 2) Isim Jamak Mudzakkar Salim (Kata Benda Jamak Laki-laki Beraturan). a. I'rab Rafa' ditandai den...

26. Inna dan Kana

Gambar
إِنَّ وَ كَانَ وَ أَخَوَاتُهُمَا "INNA" DAN "KANA" SERTA "KAWAN-KAWANNYA" Kata إِنَّ (=sesungguhnya) dan كَانَ (=adalah) serta kawan-kawannya sedikit mengubah kaidah I'rab yang telah kita pelajari sebelumnya sebagai berikut: 1) Bila Harf إِنَّ (=sesungguhnya) atau kawan-kawannya memasuki sebuah Jumlah Ismiyyah ataupun Jumlah Fi'liyyah maka Mubtada' atau Fa'il yang asalnya Isim Marfu' akan menjadi Isim Manshub. Perhatikan contoh di bawah ini: Yang termasuk kawan-kawan إِنَّ antara lain: أَنَّ (=bahwasanya), كَأَنَّ (=seolah-olah), لَكِنَّ (=akan tetapi), لَعَلَّ (=agar supaya), لَيْتَ (=andaisaja), لاَ (=tidak, tidak ada). 2) Bila Fi'il كَانَ (=adalah) atau kawan-kawannya memasuki sebuah Jumlah Ismiyyah maka Khabar yang asalnya Isim Marfu' akan menjadi Isim Manshub. Adapun yang termasuk kawan-kawan كَانَ (=adalah) antara lain: أَصْبَحَ / أَضْحَى / ظَلَّ / أَمْسَى / بَاتَ / صَارَ (=menjadi), مَا زَالَ (=senantia...

25. Isim Majrur

Gambar
اِسْم مَجْرُوْر ISIM MAJRUR Isim yang terkena I'rab Jarr disebut Isim Majrur yang terdiri dari: 1) Isim yang diawali dengan Harf Jarr. Yang termasuk Harf Jarr adalah: بِ (=dengan), لِ (=untuk), فِيْ (=di, dalam), عَلَى (=atas), إِلَى (=ke), مِنْ (=dari), كَـ (=bagai), حَتَّى (=hingga), وَ / تَـ untuk sumpah (=demi ...). Perhatikan contoh-contoh berikut: أَعُوْذُ بِاللهِ = aku berlindung kepada Allah أُصَلِّيْ فِي الْمَسْجِدِ = aku shalat di masjid وَالْعَصْرِ = demi masa! الله / الْمَسْجِد/ الْعَصْر pada kalimat-kalimat di atas adalah Isim Majrur karena didahului/dimasuki oleh Harf Jarr. Tanda Majrurnya adalah Kasrah. 2) Termasuk dalam Mudhaf Ilaih adalah Isim yang mengikuti Zharaf. يَجْلِسُوْنَ أَمَامَ الْبَيْتِ = mereka duduk-duduk di depan rumah أَقُوْمُ تَحْتَ الشَّجَرَةِ = aku berdiri di bawah pohon Dalam contoh di atas, Isim الْبَيْتِ (=rumah) dan Isim الشَّجَرَةِ (=pohon) adalah Isim Majrur dengan tanda Kasrah karena terletak sesudah Zharaf أَمَامَ (=di dep...

24. Isim Manshub

اِسْم مَنْصُوْب ISIM MANSHUB Isim yang terkena I'rab Nashab disebut Isim Manshub. Yang menjadi Isim Manshub adalah semua Isim selain Fa'il atau Naib al-Fa'il dalam Jumlah Fi'liyyah. 1) MAF'UL ( مَفْعُوْل ) yakni Isim yang dikenai pekerjaan (Objek Penderita). قَرَأَ مُحَمَّدٌ الْقُرْآنَ = Muhammad membaca al-Quran القُرْآنَ (= al-Quran) --> Maf'ul --> Manshub dengan tanda fathah. 2) MASHDAR ( مَصْدَر ) yakni Isim yang memiliki makna Fi'il dan berfungsi untuk menjelaskan atau menegaskan (menguatkan) arti dari Fi'il. قَرَأَ مُحَمَّدٌ الْقُرْآنَ تَرْتِيْلاً = Muhammad membaca al-Quran dengan tartil (perlahan-lahan) تَرْتِيْلاً (= perlahan-lahan) --> Mashdar --> Manshub dengan tanda fathah. 3) HAL ( حَال ) ialah Isim yang berfungsi untuk menjelaskan keadaan Fa'il atau Maf'ul ketika berlangsungnya pekerjaan. قَرَأَ مُحَمَّدٌ الْقُرْآنَ خَاشِعًا = Muhammad membaca al-Quran dengan khusyu' خَاشِعًا (= orang yang khusyu...

23. Isim Marfu'

اِسْم مَرْفُوْع ISIM MARFU' Isim yang mengalami I'rab Rafa' dinamakan Isim Marfu' yang terdiri dari: 1) Mubtada' (Subjek) dan Khabar (Predikat) pada Jumlah Ismiyyah (Kalimat Nominal). Perhatikan contoh-contoh Jumlah Ismiyyah di bawah ini: اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ = rumah itu besar اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ جَمِيْلٌ = rumah itu besar (lagi) indah اَلْبَيْتُ الْكَبِيْرُ جَمِيْلٌ = rumah besar itu indah اَلْبَيْتُ الْكَبِيْرُ جَمِيْلٌ وَاسِعٌ = rumah besar itu indah (lagi) luas Dalam contoh di atas terlihat bahwa semua Isim yang terdapat dalam Jumlah Ismiyyah adalah Marfu' (mengalami I'rab Rafa'), tandanya adalah Dhammah. 2) Fa'il (Subjek Pelaku) atau Naib al-Fa'il (Pengganti Subjek Pelaku) pada Jumlah Fi'liyyah (Kalimat Verbal). Contoh: جَاءَ مُحَمَّدٌ = Muhammad datang يَغْلِبُ عُمَرُ = Umar menang يُغْلَبُ الْكَافِرُ = orang kafir itu dikalahkan لُعِنَ الشَّيْطَانُ = syaitan itu dilaknat مُحَمَّدٌ (=Muhammad) --> Fa'il --...

22. I'rab Isim

Gambar
إِعْرَاب اْلاِسْم I'RAB ISIM I'rab ialah perubahan baris/bentuk yang terjadi di belakang sebuah kata sesuai dengan kedudukan kata tersebut dalam susunan kalimat. Pada dasarnya, Isim bisa mengalami tiga macam I'rab yaitu: 1. I'RAB RAFA' ( رَفْع ) atau Subjek; dengan tanda pokok: Dhammah ( ُ ) 2. I'RAB NASHAB ( نَصْب ) atau Objek; dengan tanda pokok: Fathah ( َ ) 3. I'RAB JARR ( جَرّ ) atau Keterangan; dengan tanda pokok: Kasrah ( ِ ) Perhatikan contoh dalam kalimat di bawah ini: جَاءَ الطُّلاَّبُ = datang siswa-siswa رَأَيْتُ الطُّلاَّبَ = aku melihat siswa-siswa سَلَّمْتُ عَلَى الطُّلاَّبِ = aku memberi salam kepada siswa-siswa Isim الطُّلاَّب (=siswa-siswa) pada contoh di atas mengalami tiga macam I'rab: Alamat I'rab seperti ini dinamakan Alamat Ashliyyah ( عَلاَمَات اْلأَصْلِيَّة ) atau tanda-tanda asli (pokok). Perlu diketahui bahwa tidak semua Isim bisa mengalami I'rab atau perubahan baris/bentuk di akhir kata. Dalam ...

21. Fi'il Mazid

Gambar
فِعْل مَزِيْد FI'IL MAZID Fi'il Mazid berasal dari Fi'il Mujarrad yang mendapat tambahan huruf: 1) Fi'il Mazid dengan tambahan satu huruf. Terdiri dari beberapa wazan seperti: a. أَفْعَلَ - يُفْعِلُ (huruf tambahannya: Hamzah di awal kata) b. فَعَّلَ - يُفَعِّلُ (huruf tambahannya: huruf tengah yang digandakan/tasydid) c. فَاعَلَ - يُفَاعِلُ (huruf tambahannya: Mad Alif setelah huruf pertama) 2. Fi'il Mazid dengan tambahan dua huruf. Terdiri dari beberapa wazan seperti: a. اِنْفَعَلَ - يَنْفَعِلُ (huruf tambahannya: Alif dan Nun di awal kata). b. اِفْتَعَلَ - يَفْتَعِلُ (huruf tambahannya: Alif di awal dan Ta di tengah) c. اِفْعَلَّ - يَفْعَلُّ (huruf tambahannya: Alif di awal dan huruf ganda di akhir) d. تَفَاعَلَ - يَتَفَاعَلُ (huruf tambahan: Ta di awal dan Mad Alif di tengah) e. تَفَعَّلَ - يَتَفَعَّلُ (huruf tambahannya: Ta di awal dan huruf ganda di tengah) 3. Fi'il Mazid dengan tambahan tiga huruf. Wazan yang biasa ditemukan adalah: اِس...

20. Fi'il Mujarrad

فِعْل مُجَرَّد FI'IL MUJARRAD Menurut asal kata dan pembentukannya, Fi'il terbagi dua: 1. FI'IL MUJARRAD ( فِعْل مُجَرَّد ) yaitu fi'il yang semua hurufnya asli. 2. FI'IL MAZID ( فِعْل مَزِيْد ) yaitu fi'il yang mendapat huruf tambahan. Fi'il Mujarrad pada umumnya terdiri dari tiga huruf sehingga dinamakan pula FI'IL MUJARRAD TSULATSI ( فِعْل مُجَرَّد ثُلاَثِي ) dan mempunyai enam wazan ( وَزْن ) atau timbangan (pola huruf dan harakat) yakni: 1. فَعَلَ - يَفْعُلُ misalnya: نَصَرَ - يَنْصُرُ (=menolong) 2. فَعَلَ - يَفْعِلُ misalnya: جَلَسَ - يَجْلِسُ (=duduk) 3. فَعَلَ - يَفْعَلُ misalnya: فَتَحَ - يَفْتَحُ (=membuka) 4. فَعِلَ - يَفْعَلُ misalnya: عَلِمَ - يَعْلَمُ (=mengetahui) 5. فَعُلَ - يَفْعُلُ misalnya: كَثُرَ - يَكْثُرُ (=menjadi banyak) 6. فَعِلَ - يَفْعِلُ misalnya: حَسِبَ - يَحْسِبُ (=menghitung) Disamping Fi'il Mujarrad Tsulatsi yang terdiri dari tiga huruf, terdapat pula Fi'il Mujarrad Ruba'i ( فِعْل م...

19. Isim Musytaq

Gambar
اِسْم مُشْتَق ISIM MUSYTAQ Isim Musytaq ialah Isim yang dibentuk dari kata lain dan memiliki makna yang berbeda dari kata pembentuknya. Isim Musytaq itu ada tujuh macam: 1. ISIM FA'IL ( اِسْم فَاعِل ) atau Isim Pelaku (yang melakukan pekerjaan). Isim Fa'il ada dua wazan (pola pembentukan) yaitu: a) فَاعِلٌ bila berasal dari Fi'il Tsulatsi (Fi'il yang terdiri dari tiga huruf) b) مُفْعِلٌ bila berasal dari Fi'il yang lebih dari tiga huruf Disamping itu dikenal pula istilah bentuk MUBALAGHAH ( مُبَالَغَة ) dari Isim Fa'il yang berfungsi untuk menguatkan atau menyangatkan artinya. Contoh: 2. SIFAT MUSYABBAHAH ( صِفَة مُشَبَّهَة ) ialah Isim yang menyerupai Isim Fa'il tetapi lebih condong pada arti sifatnya yang tetap. Misalnya: 3. ISIM MAF'UL ( اِسْم مَفْعُوْل ) yaitu Isim yang dikenai pekerjaan. 4. ISIM TAFDHIL ( اِسْم تَفْضِيْل ) ialah Isim yang menunjukkan arti "lebih" atau "paling". Wazan (pola) umum Isim Tafdhil adalah...

18. Isim Jamid

Gambar
اِسْم جَامِد ISIM JAMID Menurut asal kata dan pembentukannya, Isim atau Kata Benda terbagi dua: 1. ISIM JAMID ( اِسْم جَامِد ) yaitu Isim yang tidak terbentuk dari kata lain. 2. ISIM MUSYTAQ ( اِسْم مُشْتَق ) yaitu Isim yang dibentuk dari kata lain. Isim Jamid terbagi dua: a) ISIM DZAT ( اِسْم ذَات ) atau ISIM JINS ( اِسْم جِنْس ) Contoh: رَجُلٌ (=orang), أَسَدٌ (=singa), نَهْرٌ (=sungai) b) ISIM MA'NA ( اِسْم مَعْنَى ) atau MASHDAR ( مَصْدَر ) Contoh: عِلْمٌ (=ilmu), عَدْلٌ (=keadilan), شَجَاعَةٌ (=keberanian) Mashdar adalah Isim yang menunjukkan peristiwa atau kejadian yang tidak disertai dengan penunjukan waktu. Berbeda dengan Fi'il yang terikat dengan waktu, apakah di waktu lampau, sekarang atau akan datang. Contoh: أُرِيْدُ أَنْ أُصَلِّيْ (= aku ingin shalat) --> أُصَلِّي (= aku shalat) : Fi'il أُرِيْدُ صَلاَةً (= aku ingin shalat) --> صَلاَة (= shalat) : Mashdar (Isim) Setiap Fi'il memiliki Mashdar. Dengan kata lain, Mashdar adalah bentuk...

17. Jumlah Mufidah

جُمْلَة مُفِيْدَة JUMLAH MUFIDAH (KALIMAT SEMPURNA) Jumlah Mufidah atau Kalimat Sempurna, bisa dikelompokkan dalam dua golongan besar yaitu: 1) JUMLAH ISMIYYAH ( جُمْلَة اِسْمِيَّة ) atau Kalimat Nominal 2) JUMLAH FI'LIYYAH ( جُمْلَة فِعْلِيَّة ) atau Kalimat Verbal 1) JUMLAH ISMIYYAH ( جُمْلَة اِسْمِيَّة ) atau Kalimat Nominal yakni kalimat yang dimulai dengan Isim atau Kata Benda. Sebuah Jumlah Ismiyyah harus terdiri dari dua bagian yaitu: MUBTADA' ( مُبْتَدَأ ) atau Permulaan Kalimat atau Pokok Kalimat; biasanya merupakan Isim Ma'rifah. KHABAR ( خَبَر ) atau Keterangan yakni penjelasan tentang keadaan Mubtada'; biasanya merupakan Isim Nakirah. Ditinjau dari segi Khabar, ada tiga macam Jumlah Ismiyyah. Contoh: 1. عُمَرُ مُدَرِّسٌ (=Umar seorang pengajar) 2. عُمَرُ يَدْرُسُ (=Umar sedang mengajar) 3. عُمَرُ فِيْ الْمَدْرَسَةِ (=Umar di sekolah) Ketiga kalimat di atas merupakan Jumlah Ismiyyah dengan Isim عُمَرُ (=Umar) sebagai Mubtada'. Sed...

16. Jumlah Ghairu Mufidah

جُمْلَة غَيْرُ مُفِيْدَة JUMLAH GHAIRU MUFIDAH (KALIMAT TIDAK SEMPURNA) Dalam Tata Bahasa Arab, rangkaian kata-kata yang membentuk kalimat terbagi dalam dua golongan besar: 1) JUMLAH MUFIDAH ( جُمْلَة مُفِيْدَة ) atau Kalimat Sempurna yaitu sebuah kalimat yang mengandung pikiran yang jelas dan utuh. 2) JUMLAH GHAIRU MUFIDAH ( جُمْلَة غَيْرُ مُفِيْدَة ) atau Kalimat Tidak Sempurna yaitu kalimat yang maksudnya belum jelas dan utuh. Marilah kita pelajari Jumlah Ghairu Mufidah terlebih dahulu. Ada beberapa macam susunan kata atau kalimat yang merupakan Jumlah Ghairu Mufidah, yaitu: 1) SHIFAT-MAUSHUF ( صِفَة وَمَوْصُوْف ) atau Sifat dan Yang Disifati, biasa pula dinamakan NA'AT-MAN'UT ( نَعْت وَمَنْعُوْت ) yang artinya sama. Kata yang pertama dinamakan MAUSHUF atau MAN'UT (Yang Disifati) sedangkan kata selanjutnya adalah sifatnya (SHIFAT atau NA'AT). Maushuf dan Shifatnya harus sama dalam hal Mudzakkar/ Muannats, Mufrad/ Mutsanna/ Jamak, atau Nakirah/ Ma...

15. Adawat Istifham (Kata Tanya)

Gambar
أَدَوَاتُ الاِسْتِفْهَام ADAWAT AL-ISTIFHAM (Kata Tanya) Di bawah ini dicantum beberapa Kata Tanya yang biasa dijumpai dalam Bahasa Arab beserta contohnya masing-masing dalam kalimat: Cobalah membuat sendiri kalimat-kalimat tanya dari setiap kata-kata tanya di atas!

14. Harf (Kata Tugas)

حَرْف HARF (Kata Tugas) Harf adalah semua jenis kata selain Isim dan Fi'il, yang tidak bisa berdiri sendiri dan tidak memiliki arti yang jelas tanpa kata-kata lain dalam hubungan kalimat. Contoh Harf: وَ (=dan), مِنْ (=dari), عَنْ (=dari), إِلَى (=ke, kepada), فِيْ (=di, dalam), حَتَّى (=hingga), لاَ (=tidak, tidak ada), إِنْ (=jika), dan lain-lain. Sekilas catatan penting tentang penggunaan beberapa macam Harf: 1. Beberapa Harf, seperti بِـ (=dengan) di dalam kalimat kadang mempunyai arti, dan kadang hanya sebagai tambahan yang tidak mempunyai arti. Contoh: أَعُوْذُ بِاللهِ = aku berlindung kepada Allah كَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا = cukuplah Allah (sebagai) saksi 2. Harf وَ mempunyai dua fungsi: a) ATHAF ( عَطْف ) atau Kata Sambung (=dan). Contoh: ذَهَبَ أَحْمَدُ وَعَلِيٌّ = Ahmad dan Ali telah pergi b) QASM ( قَسْم ) atau Kata Sumpah (=demi). Contoh: وَالْعَصْرِ = demi waktu (Ashar) Perlu dicamkan, bahwa di dalam al-Quran, Allah subhanahu wata'ala sering ber...

13. Fi'il Ma'lum - Fi'il Majhul

Gambar
فِعْل مَعْلُوْم - فِعْل مَجْهُوْل FI'IL MA'LUM (Kata Kerja Aktif) - FI'IL MAJHUL (Kata Kerja Pasif) Dalam tata bahasa Indonesia, dikenal istilah Kata Kerja Aktif dan Kata Kerja Pasif. Perhatikan contoh berikut ini: Abubakar membuka pintu. --> kata "membuka" disebut Kata Kerja Aktif. Pintu dibuka oleh Abubakar. --> kata "dibuka" disebut Kata Kerja Pasif. Dalam tata bahasa Arab, dikenal pula istilah Fi'il Ma'lum dan Fi'il Majhul yang fungsinya mirip dengan Kata Kerja Aktif dan Kata Kerja Pasif. Perhatikan dan bandingksan kedua contoh kalimat di bawah ini: Fi'il ضَرَبَ (=memukul) adalah Fi'il Ma'lum (Kata Kerja Aktif). Dinamakan Fi'il Ma'lum (ma'lum artinya yang diketahui) karena Fa'il atau Pelakunya diketahui. Dalam contoh di atas Umar bertindak selaku Fa'il atau pelaku pekerjaan yakni memukul. Fi'il ضُرِبَ (=dipukul) adalah Fi'il Majhul (Kata Kerja Pasif). Dinamakan Fi'i...

12. Fi'il Amar - Fi'il Nahy

Gambar
فِعْل اْلأمْر - فِعْل النَّهْي FI'IL AMAR (Kata Kerja Perintah) FI'IL NAHY (Kata Kerja Larangan) 1) Fi'il Amar (Kata Kerja Perintah) Fi'il Amar atau Kata Kerja Perintah adalah fi'il yang memuat pekerjaan yang dikehendaki oleh Mutakallim (pembicara) agar dilakukan oleh Mukhathab (lawan bicara). Maka yang menjadi Fa'il (Pelaku) dari Fi'il Amar adalah Dhamir Mukhathab (lawan bicara) atau "orang kedua" sebagai orang yang diperintah untuk melakukan pekerjaan tersebut. Menyuruh mengerjakan sesuatu berarti pekerjaan tersebut diharapkan akan terlaksana di waktu yang akan datang, maka pola dasar Fi'il Amar dibentuk dari Fi'il Mudhari' dengan perubahan seperti berikut: Contoh dalam kalimat: dari fi'il عَمِلَ (= beramal, bekerja) menjadi Fi'il Amar: اِعْمَلْ لآِخِرَتِكَ = bekerjalah untuk akhiratmu (lk) اِعْمَلِيْ لآِخِرَتِكِ = bekerjalah untuk akhiratmu (pr) اِعْمَلاَ لآِخِرَتِكُمَا = bekerjalah untuk akhirat kamu b...