KETAKBISAAN MANUSIA MENGINDERA KEGAIBAN
Allah menciptakan manusia sebagai makhluq paling sempurna dan mutakhir dari seluruh makhluq. Jauh lebih sempurna daripada malaikat, jin, binatang, tumbuhan, apalagi hama. Tak satu pun dari seluruh makhluq memiliki seluruh dari apa yang dimiliki manusia, melainkan hanya sebagian kecil darinya. Malaikat tak memiliki jasad dan pilihan. Jin tak memiliki jasad meski punya pilihan. Binatang memiliki jasad tapi tak punya pilihan. Tak satu pun hewan dapat melihat warna selengkap manusia. Sapi, banteng, dan anjing malah hanya bisa melihat hitam-putih dan gelap-terang. Burung, reptil dan amfibi hanya beberapa warna tertentu saja. Allah memberikan dan membuka kelebihan penginderaan manusia untuk kenyamanan, dan sebaliknya, memfilter atau menapis dan menutup kelebihan lain penginderaan manusia untuk ketaknyamanan. Contoh sederhana, Allah membatasi pedengaran normal manusia hanya untuk rangkum infra dan ultra, dan juga membatasi penglihatan normal manusia ...