Postingan

Menampilkan postingan dari Februari 11, 2026

KETAKBISAAN MANUSIA MENGINDERA KEGAIBAN

Allah menciptakan manusia sebagai makhluq paling sempurna dan mutakhir dari seluruh makhluq. Jauh lebih sempurna daripada malaikat, jin, binatang, tumbuhan, apalagi hama. Tak satu pun dari seluruh makhluq memiliki seluruh dari apa yang dimiliki manusia, melainkan hanya sebagian kecil darinya.   Malaikat tak memiliki jasad dan pilihan. Jin tak memiliki jasad meski punya pilihan. Binatang memiliki jasad tapi tak punya pilihan. Tak satu pun hewan dapat melihat warna selengkap manusia. Sapi, banteng, dan anjing malah hanya bisa melihat hitam-putih dan gelap-terang. Burung, reptil dan amfibi hanya beberapa warna tertentu saja.   Allah memberikan dan membuka kelebihan penginderaan manusia untuk kenyamanan, dan sebaliknya, memfilter atau menapis dan menutup kelebihan lain penginderaan manusia untuk ketaknyamanan.   Contoh sederhana, Allah membatasi pedengaran normal manusia hanya untuk rangkum infra dan ultra, dan juga membatasi penglihatan normal manusia ...

KEGAIBAN DAN SAINS DAN TEKNOLOGI

Dalam beberapa definisi diatas, sains dan teknologi pada dasarnya bekerja dengan kegaiban atau invsibilitas, terutama fisika, yang mempelajari tentang materi dan energi, gelombang dan partikel, gaya dan daya, cahaya dan suara, atom, dan sebagainya.   Fisika dapat melihat materi tak-tampak karena kecil atau jauh menggunakan mikroskop dan teleskop. Fisika dapat mendeteksi materi tak-tampak karena jauh atau tersembunyi menggunakan RADAR (Radio Detection and Ranging) dan SONAR (Sound Navigation and Ranging). Fisika dapat memunculkan materi dari energi, dan sebaliknya melenyapkan materi ke energi. Fisika dapat membuat hantu tiga-dimensional atau hologram dalam kesinambungan ruang-waktu empat-dimensional menggunakan sinar LASER (Light Amplification by Stimulation of Emission of Radiation). Fisika dapat membuat materi dan bahkan orang menghilang menggunakan teknologi meta-material.   Jadi banyak hal yang dianggap kebanyakan orang awam adalah gaib, bukanlah hal gaib bagi ...

PENGETAHUAN DAN ALAM GAIB

 Ada beberapa tahap dalam pengetahuan dan beragama. pada tingkat awal atau bawah, orang dihrskan menerima dulu saja, seperti "dogma" atau "keyakinan buta", tapi tak untuk selamanya, karena pada tingkat lanjut, akhir atau atas, orang diharuskan mengerti secara nalar atau beralasan, berlandaskan pada pengetahuan dan ilmu.   Misalnya seperti beribadah, anak-anak tak perlu tahu persis, kenapa begini-begitu, pokoknya percaya saja dan ikuti saja, baru setelah dewasa dijelaskan. Rukun iman adalah hukum fiqih atau hukum syar'i, syari'at, alias syarat, hukum rendah dalam hukum Islam, hanya setingkat lebih tinggi daripada fatwa ulama. Malaikat adalah makhluq berbasis cahaya, Allah ciptakan untuk maksud khusus. Cahaya adalah energi, objek fisika, bukan sesuatu yang gaib; dimana muncul-menghilang dan datang-pergi malaikat diungkapkan secara jelas dalam Al Qur`an dan dapat dijelaskan oleh fisika.   Pengetahuan untuk memahami alam gaib ...

MATA FISIK DAN MATA PSIKIK

Manusia memiliki sepasang mata fisik, mata jasmani atau mata dhahir, dan sepasang mata psikik, mata ruhani atau mata bathin. Baik mata fisik maupun mata psikik, penglihatannya berada di otak.   Yang dimaksud pasangan mata psikik adalah mata hati [qalb < arab, jamaa': quluwb] dan mata akal ['aqlu < arab, jamaa': 'uquwl]. Pasangan ini memberikan kelebihan apa yang tak dapat diindera oleh panca-indera, sehingga disebut juga sebagai indera keenam (sixth sense).   Mata psikik dapat melihat apa saja yang tak dapat dilihat oleh mata fisik, tapi tak sebaliknya. Meski demikian, penglihatan mata fisik dapat mempengaruhi mata psikik.   Didalam otak, qalb bersarang di otak belahan-kanan, dam 'aql bersarang di otak belahan-kiri, tapi keduanya saling berinterseksi dalam lateralisasi hubungan bilateral sepasang belahan otak.   Secara komplementer, qalb menghadirkan perasaan atau emosi [fuw`ad < arab, jamaa': `af`idaat], dan 'aql menghadirkan pikiran atau...