PAMPASAN PERANG
Bagaimana ketentuan Allah tentang kalah ataupun menang dalam perang? Sebagaimana biasanya, bahwa suatu peperangan tentunya berakhir dengan kalah atau menang di suatu fihak, atau dengan perjanjian damai antara kedua fihak yang berlawanan, tentang itu Alah meneangkan pada ayat suci yang maksudnya sebagai berikut: فَإِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا فَضَرْبَ الرِّقَابِ حَتَّىٰ إِذَا أَثْخَنتُمُوهُمْ فَشُدُّوا الْوَثَاقَ فَإِمَّا مَنًّا بَعْدُ وَإِمَّا فِدَاءً حَتَّىٰ تَضَعَ الْحَرْبُ أَوْزَارَهَا ۚ ذَٰلِكَ وَلَوْ يَشَاءُ اللَّهُ لَانتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَـٰكِن لِّيَبْلُوَ بَعْضَكُم بِبَعْضٍ ۗ وَالَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَلَن يُضِلَّ أَعْمَالَهُمْ ﴿٤﴾ 47/4.:”Ketika kamu menemui orang-orang kafir, maka adakanlah kekuatan panjagaan, hingga ketika kamu menyerang mereka maka teguhkanlah pengaturan, hingga (perang itu berakhir) dengan apakah keutamakan (kemenangan) kemudiannya, ataukah perjanjian (tebus menebus), hingga perang itu meletakkan risikonya. Demikianlah, dan kalau All...