CINTA SEJATI
Ketika seseorang benar-benar telah masuk ke wilayah cinta sejati, maka yang ada hanyalah tiga hal: nikmat, rahmat, dan syafaat. Tidak ada lagi yang disebut bala, musibah, atau ujian. Inilah yang disebut maqām cinta. Dalam syariat, memang dikenal adanya ujian dan cobaan. Namun ketika seseorang telah masuk ke ranah hubbul-lāh—cinta kepada Allah—sebagaimana dijelaskan dalam fadhā’il al-qulūb, maka segala sesuatu yang datang dari Allah tidak lagi dipandang sebagai penderitaan. Semuanya diterima sebagai nikmat yang terus mengalir, rahmat yang tak terputus, dan syafaat yang senantiasa menyertai. Sebab yang berbuat di dalam maqām ini adalah Sang Cinta sendiri, bukan ego manusia. Jika seseorang masih merasa tersiksa, merasa diuji, atau mengeluh dalam ibadah dan ketaatan, maka itu tanda bahwa ia belum sampai pada cinta, melainkan masih dalam proses menuju cinta. Orang yang menuju cinta kepada Allah akan selalu bersyukur, dalam keadaan apa pun. Dikisahkan ada seorang hamba yang sakit selama tiga...