Postingan

Menampilkan postingan dari September 18, 2016

BULAN MULIA

•• ● •• الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَاتٌ ۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ ﴿١٩٧ 2/197. Hajji adalah pada bulan-bulan tertertu. Siapa yang telah wajib padanya (bulan-bulan itu) melakukan Hajji, maka tiada lagi jimak (suami istri) dan tiada kefasikan dan tiada perbantahan dalam Hajji itu. Dan apapun yang kamu perbuat dari kebaikan; ALLAH mengetahuinya, maka tambah-tambahlah, bahwa tambahan yang baik ialah keinsafan, dan insaflah pada-KU wahai para penyelidik. Persoalan amat pelik untuk di fahami secara wajar tentang bulan-bulan tertentu waktu mana orang boleh melakukan ibadah Hajji. Dua pertanyaan yang akan kita jabarkan, semoga mendapat perhatian dari para penyelidik yang gemar mentafakkur dan mentadabbur ayat-ayataNYA; (1). Pada bulan-bulan apakah yang dimaksud ALLAH dalam Ayat 2/197 itu? (2). Dap...