Postingan

Menampilkan postingan dengan label Alquran tentang Makkah dan Ibadah Haji

BULAN MULIA

•• ● •• الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَاتٌ ۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ ﴿١٩٧ 2/197. Hajji adalah pada bulan-bulan tertertu. Siapa yang telah wajib padanya (bulan-bulan itu) melakukan Hajji, maka tiada lagi jimak (suami istri) dan tiada kefasikan dan tiada perbantahan dalam Hajji itu. Dan apapun yang kamu perbuat dari kebaikan; ALLAH mengetahuinya, maka tambah-tambahlah, bahwa tambahan yang baik ialah keinsafan, dan insaflah pada-KU wahai para penyelidik. Persoalan amat pelik untuk di fahami secara wajar tentang bulan-bulan tertentu waktu mana orang boleh melakukan ibadah Hajji. Dua pertanyaan yang akan kita jabarkan, semoga mendapat perhatian dari para penyelidik yang gemar mentafakkur dan mentadabbur ayat-ayataNYA; (1). Pada bulan-bulan apakah yang dimaksud ALLAH dalam Ayat 2/197 itu? (2). Dap...

Agama yang HAQ - true religion

Gambar
(true religion) ALLAH telah menurunkan Al-qur'an selaku Kitab Suci yang setiap Ayatnya mengandung kepastian tanpa ragu berbahasa Arab , menjadi petunjuk bagi orang-orang yang insaf dan bahan ungkapan ilmiah bagi mereka yang berpengetahuan .  Seluruh manusia dituntut memberikan perhatian seksama serta memikirkan sangkut paut masing-masingnya, baik antara sesama Ayat Suci maupun mengenai hubungannya dengan alam semesta serta kejadian yang berlaku padanya, karena setiapnya adalah ketentuan yang realitanya akan diketahui masyarakat umum pada waktu tertentu sesuai dengan zamannya. Demikian penjelasan yang terkandung dalam Firman ALLAH pada Ayat 2/2 , 38/88 dan 41/3.  Selaku penganut Islam yaitu agama yang disebut juga agama logis, Diinul Haq , atau agama yang sesuai dengan pemikiran wajar dan menjelaskan seluruh persoalan hidup , setiap Muslim diperintah mematuhi hukum-hukum ALLAH dengan pengertian secukupnya, bukan secara buta tuli.  Karenanya benarlah...

HAJAR ASWAD

hajar-aswad.png Sinyalemen lain yang terkandung pada Ayat 22/26 itu ialah hahwa manusia ramai termasuk Ibrahim sendiri tidak mengetahui tempat Rumah pertama di Bumi, karenanya sengaja ALLAH memberikan tanda di mana Ka'bah harus didirikan yaitu tepat di tempat Rumah pertama dulunya. Hal ini tentunya dengan memberikan tanda khusus yaitu mengirim sebuah batu meteor yang jatuh tepat di tempat dimaksud, maka kini meteor itu dinamakan orang dengan Hajar Aswad atau Batu Hitam yang sebagian sisinya tampak menonjol ke luar dinding Ka'bah. Tampaknya sisi Hajar Aswad di dinding Ka'bah demikian sengaja pula ditempatkan Ibrahim dengan maksud agar manusia ramai tidak menuduhnya berbuat semaunya mendirikan Ka'bah di sembarang tempat, tetapi tepat di tempat yang telah ditentukan ALLAH. Jadi bukanlah Hajar Aswad itu untuk diciumi orang-orang yang melaksanakan tawaf karena Hajar Aswad itu adalah meteor bersamaan dengan   meteor-meteor yang sering berjatuhan di permukaan Bumi, planet-plan...