Postingan

Menampilkan postingan dengan label ALLAH

SUPER EGO

Gambar
Manusia mempunyai mental dan moral untuk rencana laba rugi tetapi rencana itu sering terbentur pada halangan2 yang tak terdugakan, maka ini menimbulkan satu rasa dan pengertian bahwa setiap gerak itu berlaku menurut wajarnya, kewajaran yang sesuai dengan rencana ALLAH yang mendasarkan sesuatunya atas hukum Kausalita yang telah ditentukanNYA. Demikian rencana yang timbul dari manusia dalam hidupnya adalah sebagian dari rencana ALLAH yang menentukan itu; Dilain fihak kesadaran telah menemukan suatu rumusan yang parallel bahwa tiap sesuatu ini tak akan ada tanpa Super Ego yang menciptakannya. DIAlah yang berencana dan yang menentukan. Hukum-NYAlah yang benar dan yang meliputi, mengepung seluruh gerak tindak dalam peradaban. Dari kedua dasar kesadaran ini timbullah satu kepercayaan kukuh bahwa Super Ego itu pastilah SATU tanpa serikat karena dalam setiap gerak yang beelaku disemesta raya ini berlaku satu ke UNIKAN tanpa kontradiksi, sedang setiap yang banyak atau yang lebih dari satu ak...

Kuasa Allah

Tuhan tak berserikat dalam wujud dan kekuasaanNya. Tuhan itu tidak bisa dicapei oleh otak manusia apalagi dengan panca indra lainnya, dan keadanNya jauh berbeda dengan keadaan alam biasa yang konkrit ini. DIA tidak dilahirkan dan tidak pula melahirkan, malah DIA berkehendak, mencipta dan menentukan tiap sesuatu, dan tidaklah DIA membagi-bagi dirinya dan kekuasaanNya kepada siapa juga. Adanya iman diantara manusia kepadaNya dan kekuasaanNya, yang kemudian dikuatkan dengan pencapaian fikiran dan logika dimana iman tadi berobah menjadi yakin, maka ayat-ayat dari  seluruh kitab suciNya itu berisikan petunjuk nyata yang dapat teranalisakan. Banyak ayat suci itu telah diketahui realitanya, hal mana menimbulkan dan pendapat bahwa seluruh ayat dan firmanNya itu benar adanya. Tiada sesuatu ketakutan ataupun keuntungan yang mungkin didapatNya sekiranya firman-firmanNya itu dipalsukanya dari realita kejadian di Semesta Raya.

Allah

Gambar
ALLAH itu ada di mana-mana, dengan artian DIA mendengar, mengetahui dan menentukan setiap gerak, DIA menentukan setiap atom diangkasa, diujung pena dan dalam sel-sel diri yang bersusun menjadi tubuh ini.   Itulah ...itulah... wajahNYA yang ditimur dan barat, memenuhi seluruh ruang padat, cair, dan berbagai gas. Demikian DIA mengetahui dan memberikan akibat dan resiko pada setiap gerak zahir dan batin.  Resiko itu pasti di pertanggung jawabkan kepada setiap diri manusia dari hidupnya kini terjalin pada: Resiko Alamiah  yaitu setiap yang menumbuhkan dirinya dan yang melengkapi hidup dirinya selama hidup kini; Resiko Insaniah  yaitu konstruksi wujud diri manusia yang dilengkapi dengan mental dan moral untuk rencana laba rugi untuk mana seluruh benda yang ada di Bumi diserahkan kepadanya; Resiko Ilmiah  yaitu rahasia dan pedoman hidup yang diberikan kepadanya melalui kitab-kitab suci yang disampaikan oleh para Nabi dan Rasul tanpa mana man...

ILMUWAN ATHEIS

Kebanyakan ilmuwan akan memilih jadi atheis daripada beragama,…… yah emang demikian adanya….. Namun sebenarnya mereka mengakui adanya Tuhan, sayangnya bingung menyebut tuhan itu “apa/siapa”, sehingga menyebut keberadaan tuhan itu dengan SUPER/SUPRA NATURAL….. Mari kita telaah lagi, bagaimana bisa ilmuwan memilih menjadi atheis…… Kita telaah lagi kisah keteladanan Ibrahim berjumpa dengan tuhan. Apa yg dilakukan ibrahim??? Mengikuti ritual kaumnya?? [7:191] Apakah mereka mempersekutukan (Allah dengan) berhada-berhala yang tak dapat menciptakan sesuatu pun? Sedangkan berhala-berhala itu sendiri buatan orang. [16:20] Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apa pun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) dibuat orang. [6:74] Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar, "Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata...

AL-QUR'AN YANG HAQ

IKUTILAH HUKUM YANG TELAH DITURUNKAN ALLAH...!! ☀☀☀  Saudaraku se-IMAN... ☆ Sebagai penganut agama Islam brkewajiban mngamalkan hukum-hukum itu tanpa membantah sama sekali, jk memang benar2 nyata hukum itu dari Tuhan & bkn semata-mata dibuat-buat sndiri oleh manusia yg gemar pd kebid'ahan, jelasnya orang2 yg mengada-adakan hukum dr kehendaknya sendiri & dikatakan bhw itulah hukum agama dr Tuhan. ☆ Sementara itu sgala persoalan yg trjdi, mk untuk mnerapkan hukumnya jgn mnggunakan hukum yg selain dr Tuhan. So.. persoalan itu kita cocokkan ssuai dgn hukum yg ad dlm agama Islam. Manakala kita mngerjakan kebalikannya, tentulah salah, iaitu persoalan yg ad itu kita carikan hukumnya dlm agama yg kiranya dpt sesuai dgn kehendak kemahuan hawa nafsu kita sendiri, atau disesuaikan dgn kemahuan orang lain yg kita anggap trhormat agar mndptkan pujian / sekadar harta drpadanya. ☆ Ringkasnya dlm segala hal, jgn sampai hukum agama yg dikalahkan, sebaliknya itchulah ...

⧉ Pereka Cipta Utama ⧉

❖ Semesta Raya & seluruh isinya, mencakup pula manusia, tak mungkin ada dgn sendirinya. ❖ Karena alam & isinya memiliki awal & akhir, kematian dan kehidupan. ❖ Jadi harus sesuatu yg lebih dlm segalanya daripada alam & isinya, yg menciptakannya. ▌ Dan yang demikian itulah Maha Pencipta. ❖ Kerana Dia Maha Sempurna, Maha Perkasa dan Maha Digjaya, Maha Besar, dan begitu sangat sangat sangat dahsyat, ❖ Maka adalah tak mungkin bagi kita berhadapan langsung dengan Dia dan memandang wajah Dia.

TUHAN

⧉ TUHAN ⧉ ░ Sesuatu yg tunggal itu unik, alias tak ada yg menyamai ataupun menyerupai, karena keberadaanNya tunggal, jadi sebutanNya juga harus unik : ➫ MahaDewa, ➫ MahaTuhan, ➫ MostGod, ➫ AllGod, atau Allaah. ░ Menyimpang dr aturan bahasa yg berlaku semestinya: ➫ Sang Dewa, ➫ Sang Tuhan, ➫ The God, ➫ Most God, ➫ All God, atau Al Ilaah. ░ Tuhan adlah satu keberadaan, Dia ada dgn sendirinya. Tak diadakan oleh ssuatu yg lain tersebab dg sendirinya. ◉ Tak pernah Dia diciptakan (lam khuliqa), ◉ Tak pernah Dia dijadikan (lam ju'ila), ◉ Tak pernah Dia dilahirkan (lam yulad), ◉ Tak pernah ia ada bagi Dia kesetaraan satu pun (lam yakun la huu kufuwan ahadun), ◉ Tak akan ada bak laksana Dia sesuatu pun (laysa ka mitli hii syay`un).

MA'RIYFATULLAAH

Gambar
1. MA'RIYFATULLAAH PENTING DAN PERTAMA DARI SEMUAAdalah kebijakan KOMUNITAS 19 untuk tak membahas dan mengupas peringkat ma'riyfatullaah secara terbuka untuk umum, mengingat dibutuhkan pengetahuan dasar dan peringkat-peringkat sesudahnya, dan sebelum ke jenjang ma'riyfatullaah, karena dapat menimbulkan kesalahpengertian dan kesalahpahaman yang bisa berakibat fatal.Apa yang kami kemukakan disini hanya beberapa ayat Al Qur`an dan Al Hadiyst, yang berhubungan dengan judul tulisan. Selanjutnya kami tak akan memaparkan lebih jauh tentang hal ini disini. Demikian agar ma'lum. Terimakasih. (C) 2013 – AF | COM19

MA'RIYFATULLAAH

Gambar
2. MELIHAT ALLÁH Allâh, dengan ayat-ayat-Nya, didalam Al Qur`ân menggunakan 3 (tiga) lafazh berbeda untuk menyatakan perlakuan "melihat". Penting, harap diketahui bahwa, hampir semua atau kebanyakan tarjamah mushhaf Al Qur`ân tak membedakan tiga macam lafazh berikut, yang kami anggap sebagai kesalahan fatal dalam memahami maksud Allâh. Tapi kami di COM19 secara tegas dan jelas membedakan hal tersebut sebagaimana Allâh inginkan. adalah sebagai berikut. Penting, karena kalimat Allâh adalah kalimat pasti, tiada keraguan dalam deklarasi, harap bedakan secara eksak atau pasti, tiga lafzah berikut, dari yang terendah [penglihatan fisik, lahir] hingga yang tertinggi [penglihatan psikik, bathin] ● B-SH-R, yubshiru [fi'il mudharî] — bashara [fi'il mâdhi] — `abshar [fi'il `amri] — basharun [`isim mufrad] — `abshaarun [`isim jamâ'] = melihat = to see — saw — seeing, dalam Al Qur`ân disebut 148 kali. ● N-ZH-R, yanzhuru [fi'il mudhar...

MA'RIYFATULLAAH

Gambar
3. MENAMPAK ALLÁH Manusia dapat menyaksikan Allâh dengan menggunakan ru`yatun = penampakan, penglihatan mata psikik, penglihatan nûrâni, penglihat 'aql dan qalb; yakni ru`yah 'aqliyah dan ru`yah qalbiyah, penampakan akal dan penampakan kalbu. Muhammad, nabiyullâhi wa rasûlullâhi, shalla allâhu 'alay hi wa sallama, pernah menyaksikan Allâh, ketika mi'raj, dan pada ketika yang lain, sebagaimana dinyatakan oleh ibnu Abbas, radhiya allâhu 'an huu: ● ra`aytu allaahu. ● aku-telah-menampak Allâh. ● ra'aa, Muhammadun, rabba–hu. ● dia-telah menampak, Muhammad, rabb–nya. Dalam athar diatas, ibnu Abbas menggunakan lafzah "ra`aa," bukan "bashara" atau "nazhara." Dalam satu athar lain, 'Ali ibnu 'Abu Thalib radhiyâ allâhu 'an huu, telah meyatakan bahwa melihat Allâh sebagaimana Muhammad, nabiyullâhi wa rasûlullâhi, shalla allâhu 'alay hi wa sallama, melihat Allâh. ● raa`aytu rabi-y bi 'ayni qalbi-y,...

MA'RIYFATULLAAH

Gambar
4. MENYAKSIKAN ALLÁH Jika anda adalah seorang muslím [peserah-diri kepada Alláh] atau penganut ajaran Islám [penyerahan-diri kepada Alláh], maka ketika anda menerima dan mengucapkan dua-kalimat syahádat, kesaksian atau testimoni, yang terdiri dari syahádat tawhid [keesaan Alláh] dan syahádat risalah [kerasulan Muhammad], sebagai rukun pertama Islám: ● asyhaadu an, llaa ilaaha illaa allaaha; wa asyhaadu anna, muhammadan alr rasuwlu allaahi. ● Aku-bersaksi bahwa, tiada tuhan kecuali Alláh; dan aku-bersaksi bahwasanya, Muhammad adalah utusan Alláh. Apakah anda sungguh yakin bahwa, anda telah menyaksikan Alláh? Adakah anda sungguh betul menampak Alláh? ● asyhaadu an, llaa ilaaha illaa allaaha, wahdahu laa syarika la hu, wa laa hawla wa laa quwwata, illaa bi llaahi al 'aaliyi al 'azhiymi; wa asyhaadu anna, muhammadan 'abdu–hu wa rasuwlu–hu ilaa yawmi ald diyni. ● Aku-bersaksi bahwa, tiada tuhan kecuali Alláh, dengan-sendirinya tiada serikat bagi Dia...

MA'RIYFATULLAAH

Gambar
5. MENJUMPAI ALLAH ALLAH MENJANJIKAN PERJUMPAAN DENGAN DIA DAN JANJI ALLAH ADALAH BENAR Orang yang mendustakan perjumpaan atau pertemuan dengan Alláh akan menyesal di dunia dan di akhirat selamanya. Sesungguhnya orang yang telah mengenal dan mengerti tentang Alláh, dia telah berjumpa dengan Alláh, di dunia dan juga kelak di akhirat. ● wa ista’iynuw bi alsh shabri wa alsh shalaati, wa inna–haa la kabiyratun illaa 'alaa al khaasyi’iyna; alladziyna yazhunnuwna anna–hum mulaaquw rabbi–him, wa anna–hum ilay–hi raji’uwna. ● Kalian-minta-tolonglah dengan sang sabar (pengendalian-diri) dan sang shalát (pensejahteraan-diri), dan sesungguhnya–dia sungguh berat kecuali atas sang para-pekhusyu; [yaitu] para-orang-yang mereka-membayangkan bahwasanya–mereka mereka-tengah-berjumpa-dengan [Alláh] pengasuh–mereka, dan bahwasanya–mereka kepada–Dia adalah para-orang-kembali [kepada Alláh]. [Q 2:45-46] ● idzaa ahabba 'abdi–y liqaa`i–y, ahbabtu liqaa`a–...

MA'RIYFATULLAAH

Gambar
6. ALLÁH Kata atau lafazh "Alláh" adalah nama (ismun), bukan sebutan pengganti "`ilaah" atau tuhan. Dan Dia sendiri yang menamakan diri-Nya sedemikian. Lafazh "Alláh", merupakan Indonesiasi kata dari bentuk transliterasi harfiyyah (letter-look transliteration) dari lafazh "`allaah" [`allaahu,`allaaha,`allaahi], berasal dari isim ma’riyfah (recognized noun) "`al `ilaahu" = "`al + `ilaahun", yang berarti maha tuhan, sang tuhan, maha hyang, sang hyang, all god, the god. Ada pelanggaran aturan baku tata bahasa Arabiyan dalam pembentukan nama Alláh, yang jadi hak Dia, dimana huruf hamzah di atas huruf `aliyf dalam lafazh isim nakirah (undefined noun) "`ilaahun" dinyatakan bukan sebagai hamzah qathi (pemutus, cutter), tapi sebagai hamzah washli (penyambung, connector), dan dalam penyambungan digugurkan, atau dengan kata lain, tak dibaca huruf hamzah-`aliyf di awal isim nakirah–nya, d...

MA'RIYFATULLAAH

Gambar
7. BAGAIMANAKAH ALLÁH..? Alláh,Tuhan adalah satu keberadaan suprama (supreme being) atau supraba (superb). Dia ada dengan sendirinya (exist by Himself). Tak diadakan oleh sesuatu yang lain. tak-pernah Dia-diciptakan (lam khuliqa, never be created), tak-pernah Dia-dijadikan (lam ju'ila, never be made), tak-pernah Dia-dilahirkan (lam yulad, never be born), tak-pernah ia-ada bagi-Dia kesetaraan satu-pun (lam yakun la huu kufuwan ahadun, never it-be for Him equality of anyone), tak-akan-ada bak laksana-Dia sesuatu-pun (laysa ka mitli hii syay`un, will-never look like-Him anything). Dia ada dengan sendirinya, wujud dan berwujud, dan mandiri Dia asal dan permulaan dari segala sesuatu Dia baqa, lebih daripada kekal dan abadi Dia hidup, mendengar, melihat, berbicara Dia kehidupan, pendengaran, penglihatan, pembicaraan Dia berkuasa, menetapkan, berkendak, mengetahui atau berilmu Dia kekuasan, ketetapan, kehendak, pengetahuan atau ilmu Alam dan seluruh isinya, mencakup man...

GAIB

Istilah "GAIB" sering disalah pakaikan orang dalam pembicaraan umum, banyak hal yang abstrak dikatakan gaib seperti jin dan malaikat. Kalau kita memperhatikan ayat-ayat Alquran akan kita dapati pengertian adanya yang Nyata, Tersembunyi dan Gaib. Ketiganya berbeda pada wujud dan keadaan, dengan istilah lain dapat kita sebutkan dengan Konkrit, Abstrak dan Gaib. Yang Konkrit adalah wujud nya ta dengan segala macam keadaannya. Yang Abstrak adalah wujud tersembunyi dari pancaindera tapi dapat dicapai oleh pemikiran. Sedangkan yang Gaib adalah Allah dan roh dengan keadaannya serta peristiwa pada masa yang jauh yang tak teranalisakan, dia hanya diketahui oleh Allah sendiri, tidak diketahui oleh malaikat, jin atau para Nabi : وَعِندَهُ ۥ مَفَاتِحُ ٱلۡغَيۡبِ لَا يَعۡلَمُهَآ إِلَّا هُوَ‌ۚ وَيَعۡلَمُ مَا فِى ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ‌ۚ وَمَا تَسۡقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعۡلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ۬ فِى ظُلُمَـٰتِ ٱلۡأَرۡضِ وَلَا رَطۡبٍ۬ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَـٰبٍ۬ ...