Postingan

Menampilkan postingan dari April 10, 2014

Sains Spiritual Qur'an

Sains Spiritual Qur'an

MA'RIYFATULLAAH

Gambar
1. MA'RIYFATULLAAH PENTING DAN PERTAMA DARI SEMUAAdalah kebijakan KOMUNITAS 19 untuk tak membahas dan mengupas peringkat ma'riyfatullaah secara terbuka untuk umum, mengingat dibutuhkan pengetahuan dasar dan peringkat-peringkat sesudahnya, dan sebelum ke jenjang ma'riyfatullaah, karena dapat menimbulkan kesalahpengertian dan kesalahpahaman yang bisa berakibat fatal.Apa yang kami kemukakan disini hanya beberapa ayat Al Qur`an dan Al Hadiyst, yang berhubungan dengan judul tulisan. Selanjutnya kami tak akan memaparkan lebih jauh tentang hal ini disini. Demikian agar ma'lum. Terimakasih. (C) 2013 – AF | COM19

MA'RIYFATULLAAH

Gambar
2. MELIHAT ALLÁH Allâh, dengan ayat-ayat-Nya, didalam Al Qur`ân menggunakan 3 (tiga) lafazh berbeda untuk menyatakan perlakuan "melihat". Penting, harap diketahui bahwa, hampir semua atau kebanyakan tarjamah mushhaf Al Qur`ân tak membedakan tiga macam lafazh berikut, yang kami anggap sebagai kesalahan fatal dalam memahami maksud Allâh. Tapi kami di COM19 secara tegas dan jelas membedakan hal tersebut sebagaimana Allâh inginkan. adalah sebagai berikut. Penting, karena kalimat Allâh adalah kalimat pasti, tiada keraguan dalam deklarasi, harap bedakan secara eksak atau pasti, tiga lafzah berikut, dari yang terendah [penglihatan fisik, lahir] hingga yang tertinggi [penglihatan psikik, bathin] ● B-SH-R, yubshiru [fi'il mudharî] — bashara [fi'il mâdhi] — `abshar [fi'il `amri] — basharun [`isim mufrad] — `abshaarun [`isim jamâ'] = melihat = to see — saw — seeing, dalam Al Qur`ân disebut 148 kali. ● N-ZH-R, yanzhuru [fi'il mudhar...

MA'RIYFATULLAAH

Gambar
3. MENAMPAK ALLÁH Manusia dapat menyaksikan Allâh dengan menggunakan ru`yatun = penampakan, penglihatan mata psikik, penglihatan nûrâni, penglihat 'aql dan qalb; yakni ru`yah 'aqliyah dan ru`yah qalbiyah, penampakan akal dan penampakan kalbu. Muhammad, nabiyullâhi wa rasûlullâhi, shalla allâhu 'alay hi wa sallama, pernah menyaksikan Allâh, ketika mi'raj, dan pada ketika yang lain, sebagaimana dinyatakan oleh ibnu Abbas, radhiya allâhu 'an huu: ● ra`aytu allaahu. ● aku-telah-menampak Allâh. ● ra'aa, Muhammadun, rabba–hu. ● dia-telah menampak, Muhammad, rabb–nya. Dalam athar diatas, ibnu Abbas menggunakan lafzah "ra`aa," bukan "bashara" atau "nazhara." Dalam satu athar lain, 'Ali ibnu 'Abu Thalib radhiyâ allâhu 'an huu, telah meyatakan bahwa melihat Allâh sebagaimana Muhammad, nabiyullâhi wa rasûlullâhi, shalla allâhu 'alay hi wa sallama, melihat Allâh. ● raa`aytu rabi-y bi 'ayni qalbi-y,...

MA'RIYFATULLAAH

Gambar
4. MENYAKSIKAN ALLÁH Jika anda adalah seorang muslím [peserah-diri kepada Alláh] atau penganut ajaran Islám [penyerahan-diri kepada Alláh], maka ketika anda menerima dan mengucapkan dua-kalimat syahádat, kesaksian atau testimoni, yang terdiri dari syahádat tawhid [keesaan Alláh] dan syahádat risalah [kerasulan Muhammad], sebagai rukun pertama Islám: ● asyhaadu an, llaa ilaaha illaa allaaha; wa asyhaadu anna, muhammadan alr rasuwlu allaahi. ● Aku-bersaksi bahwa, tiada tuhan kecuali Alláh; dan aku-bersaksi bahwasanya, Muhammad adalah utusan Alláh. Apakah anda sungguh yakin bahwa, anda telah menyaksikan Alláh? Adakah anda sungguh betul menampak Alláh? ● asyhaadu an, llaa ilaaha illaa allaaha, wahdahu laa syarika la hu, wa laa hawla wa laa quwwata, illaa bi llaahi al 'aaliyi al 'azhiymi; wa asyhaadu anna, muhammadan 'abdu–hu wa rasuwlu–hu ilaa yawmi ald diyni. ● Aku-bersaksi bahwa, tiada tuhan kecuali Alláh, dengan-sendirinya tiada serikat bagi Dia...

MA'RIYFATULLAAH

Gambar
5. MENJUMPAI ALLAH ALLAH MENJANJIKAN PERJUMPAAN DENGAN DIA DAN JANJI ALLAH ADALAH BENAR Orang yang mendustakan perjumpaan atau pertemuan dengan Alláh akan menyesal di dunia dan di akhirat selamanya. Sesungguhnya orang yang telah mengenal dan mengerti tentang Alláh, dia telah berjumpa dengan Alláh, di dunia dan juga kelak di akhirat. ● wa ista’iynuw bi alsh shabri wa alsh shalaati, wa inna–haa la kabiyratun illaa 'alaa al khaasyi’iyna; alladziyna yazhunnuwna anna–hum mulaaquw rabbi–him, wa anna–hum ilay–hi raji’uwna. ● Kalian-minta-tolonglah dengan sang sabar (pengendalian-diri) dan sang shalát (pensejahteraan-diri), dan sesungguhnya–dia sungguh berat kecuali atas sang para-pekhusyu; [yaitu] para-orang-yang mereka-membayangkan bahwasanya–mereka mereka-tengah-berjumpa-dengan [Alláh] pengasuh–mereka, dan bahwasanya–mereka kepada–Dia adalah para-orang-kembali [kepada Alláh]. [Q 2:45-46] ● idzaa ahabba 'abdi–y liqaa`i–y, ahbabtu liqaa`a–...

MA'RIYFATULLAAH

Gambar
6. ALLÁH Kata atau lafazh "Alláh" adalah nama (ismun), bukan sebutan pengganti "`ilaah" atau tuhan. Dan Dia sendiri yang menamakan diri-Nya sedemikian. Lafazh "Alláh", merupakan Indonesiasi kata dari bentuk transliterasi harfiyyah (letter-look transliteration) dari lafazh "`allaah" [`allaahu,`allaaha,`allaahi], berasal dari isim ma’riyfah (recognized noun) "`al `ilaahu" = "`al + `ilaahun", yang berarti maha tuhan, sang tuhan, maha hyang, sang hyang, all god, the god. Ada pelanggaran aturan baku tata bahasa Arabiyan dalam pembentukan nama Alláh, yang jadi hak Dia, dimana huruf hamzah di atas huruf `aliyf dalam lafazh isim nakirah (undefined noun) "`ilaahun" dinyatakan bukan sebagai hamzah qathi (pemutus, cutter), tapi sebagai hamzah washli (penyambung, connector), dan dalam penyambungan digugurkan, atau dengan kata lain, tak dibaca huruf hamzah-`aliyf di awal isim nakirah–nya, d...

MA'RIYFATULLAAH

Gambar
7. BAGAIMANAKAH ALLÁH..? Alláh,Tuhan adalah satu keberadaan suprama (supreme being) atau supraba (superb). Dia ada dengan sendirinya (exist by Himself). Tak diadakan oleh sesuatu yang lain. tak-pernah Dia-diciptakan (lam khuliqa, never be created), tak-pernah Dia-dijadikan (lam ju'ila, never be made), tak-pernah Dia-dilahirkan (lam yulad, never be born), tak-pernah ia-ada bagi-Dia kesetaraan satu-pun (lam yakun la huu kufuwan ahadun, never it-be for Him equality of anyone), tak-akan-ada bak laksana-Dia sesuatu-pun (laysa ka mitli hii syay`un, will-never look like-Him anything). Dia ada dengan sendirinya, wujud dan berwujud, dan mandiri Dia asal dan permulaan dari segala sesuatu Dia baqa, lebih daripada kekal dan abadi Dia hidup, mendengar, melihat, berbicara Dia kehidupan, pendengaran, penglihatan, pembicaraan Dia berkuasa, menetapkan, berkendak, mengetahui atau berilmu Dia kekuasan, ketetapan, kehendak, pengetahuan atau ilmu Alam dan seluruh isinya, mencakup man...