Postingan

SHALAT

Sallat sebuah kata yang yang cukup lama dan sangat tua. Bahkan shalat lebih dulu ada sebelum Nabi Muhammad saw dilahirkan. In sya AllahTulisan ini tidak fokus apakah shalat itu ada atau tidak di dalam Qur'an tapi akan mencoba menjabarkan dimensi yang lebih dalam tentang sallat. sebelum melangkah lebih jauh mari kita ke beberapa hal penting : Kata kata yang berasal dari akar kata sad-lam-law ini, didalam Qur;an disebutkan sebanyak 99 kali di dalam Qur'an 12 kali disebutkan dalam bentuk ṣallā ( صَلَّىٰ )  kata kerja/verb/fi'il 12 kali disebutkan dalam bentuk sallat (tanpa alif lam) ( صَلَوٰة ) kata benda/noun/nomina/isim 71 kali disebutkan dalam bentuk asṣalat (dengan alif lam) ( الصَّلَاةَ )kata benda/noun/nomina/isim 1 kali disebutkan dalam bentuk muṣallan ( مُصَلًّى ) kata benda/noun/nomina/isim 3 kali disebutkan dalam bentuk muṣallīn ( مُصَلِّين ) active participle   Tulisan ini akan mencoba menjabarkan asalat, sallu, sallat secara litrelar dengan pendekatan  memfaktorka...

WUJUD ALAM, KONSTRUKSI WUJUD ALAM

Manusia diberi ALLAH hati atau mental . Mental ini harus digunakan untuk berfikir tentang laba rugi dalam hidup. Berpikir laba rugi inilah yang dimaksud dengan moral menurut istilah masyarakat umum. Moral begini tidak diberikan ALLAH kepada makhluk konkrit lainnya, karenanya mereka hidup tanpa ujian, dan mereka hanya diciptakan untuk kebutuhan hidup manusia yang diuji. Kalau diperinci wujud alam yang didapati di dunia, maka semuanya terbagi pada lima bagian , demikian pada konstruksi wujud itu, sebagai berikut ini: Wujud Alam  1. Ruh :  Yaitu yang datang dari ALLAH, waktu mana makhluk dikatakan hidup, dan dikatakan mati ketika wujud ruh itu kembali pada ALLAH. 2. Fisik :  Yaitu tubuh konkrit yang memiliki ukuran berat dan ukuran besar. 3. Aktivitas :  Yaitu tindak konkrit, defensif atau ofensif, juga gerak pada pertumbuhan dan perubahan. 4. Mental :   Yaitu hati atau tubuh abstrak yang merasa duka, suka, cinta,...

SETAN, JIN, MANUSIA

S-E-T-A-N  ( syaythan / satan) ; hal ini bukanlah nama suatu makhluq..., tapi predikat..., istilah ato sbutan untk menyebut suatu kelompok ato golongan..., yang terdiri dr dua jenis makhluq: ras- JIN  dan ras- MANUSIA [ mina `al jini wa `al `insi ] . Masing2nya memiliki subkelompok baik dan jahat [Q 72:11], dan yg jahat dinyatakan dgn sebutan setan [Q 6:112; 43:38].   Para-setan..., tak tampil ato menampakkan dlm bentuk buruk, seram, n menakutkan, n bertindak kasar, yg membuat orang lari terbirit-birit dr mereka, tapi...    sebaliknya.... tampil secantik n semenarik mungkin, dg brbagai strategi n trik atau siasat n tipuan licik, agar orang mendekati n menghampiri mereka, lalu terperosok dan terperangkap, dan ikut terjerumus kedalam golongan setan [Q 72:6], 

NISFU SYA'BAN

Dalam tradisi ada yang disebut Nisfu Sya'ban, "separuh Sya'ban" atau juga pertengahannya yaitu hari kelima belas Sya'ban bulan kedelapan, yang sesudah 15 hari kemudiannya pasti berlaku tanggal satu Ramadhan.  Dalam susunan kalender yang berdasarkan orbit Bulan senantiasa Sya'ban memiliki 30 hari. Di mana tampak penanggalan Ramadhan saja yang mempunyai jumlah hari berbeda, 29 pada tahun biasa dan 30 pada tahun kabisat. Dengan pengetahuan tradisional demikian, mungkin juga sudah berlaku semenjak zaman Nabi Ibrahim atau juga pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad, maka setengah orang ada yang sengaja keluar rumah sewaktu maghrib pada tanggal 15 Sya'ban untuk memperhatikan status Bulan yang tampak terbit di ufuk timur. Sekiranya Bulan terbit sebelum Surya terbenam di ufuk barat maka malam itu dan siang besoknya adalah tanggal 14 bulan itu.  Tetapi ingatlah bahwa kejadian ini hanya wajar dan pernah jadi tradisi bagi penduduk daerah Torrid Zone atau di daerah panas...

RAGAM RESIKO

Bangsa Manusia dan Bangsa Jin yang hidupnya diuji tentang iman, ilmu dan amal didunia kini. Karena itu kedua makhluk ini diberi ' moral' untuk pertimbangan laba rugi, semua geraknya berujung dengan risiko. Hal mana Moral yang dimaksudkan adalah tindak batin atau abstrak untuk rencana laba, rugi, berujung dengan risiko. Khusus untuk manusia ialah sebagai berikut: Risiko Alamiah :   Yaitu tanggung jawab sebagai penguasa Bumi dengan segala isinya dan udaranya, 2/29, dan risiko ini mungkin diterimanya di dunia kini tetapi pasti ditemuinya di Akhirat nanti, Risiko Insaniah :   Yaitu tanggung jawab makhluk tertinggi dengan moral untuk laba rugi dalam setiap geraknya. Risiko ini diterimanya dalam hubungannya dengan masyarakat kini dan pasti diberikan kepadanya di Akhirat nanti, 3/112. Risiko Ilmiah :   Yaitu tanggung jawab diri yang diberi ilmu pengetahuan baik melalui kegiatan penyelidikan, maupun melalui Kitab Suci ALLAH yang disampaikan kepadanya. Risiko ini akan menjuruskannya ke...

113. Siapakah yang termasuk golongan sakit dan berbeban berat yang mengganti Puasanya pada hari-hari berikutnya?

  1. Orang-orang yang dalam keadaan sakit disuruh mengganti puasanya pada hari-hari berikutnya sejumlah hari puasa yang ditinggalkan, tentunya sesudah orang-orang itu sehat kembali. Yang termasuk orang sakit dalam hal ini ialah segala orang yang wajib berpuasa, tetapi kalau ibadah puasa itu dilaksanakannya, maka dia akan mendapat bahaya yang mengancam keselamatan hidupnya. Tentang ini setiap orang boleh memikirkan sendiri apakah dia akan berpuasa besok hari ataukah akan menundanya sampai hari-hari berikutnya diluar Ramadhan. Namun puasa itu tetap menjai keajiban yang harus dilaksanakannya sejumlah hari-hari yang terkandung dalam bulan Ramadhan. Karena itu penilaian tentang sakit seseorang tergantung pada orang itu sendiri atas keinsyafannya tentang hidup dan agama. Tiada seorangpun yang dapat memaksa orang lain agar berpuasa menurut peraturan sepenuhnya jika orang itu tidak hendak melakukan ibadah itu.  Dalam hal inilah berlakunya ketentuan Allah pada ayat 2/256 bahwa tiada pemaksaan d...

HAJAR ASWAD

hajar-aswad.png Sinyalemen lain yang terkandung pada Ayat 22/26 itu ialah hahwa manusia ramai termasuk Ibrahim sendiri tidak mengetahui tempat Rumah pertama di Bumi, karenanya sengaja ALLAH memberikan tanda di mana Ka'bah harus didirikan yaitu tepat di tempat Rumah pertama dulunya. Hal ini tentunya dengan memberikan tanda khusus yaitu mengirim sebuah batu meteor yang jatuh tepat di tempat dimaksud, maka kini meteor itu dinamakan orang dengan Hajar Aswad atau Batu Hitam yang sebagian sisinya tampak menonjol ke luar dinding Ka'bah. Tampaknya sisi Hajar Aswad di dinding Ka'bah demikian sengaja pula ditempatkan Ibrahim dengan maksud agar manusia ramai tidak menuduhnya berbuat semaunya mendirikan Ka'bah di sembarang tempat, tetapi tepat di tempat yang telah ditentukan ALLAH. Jadi bukanlah Hajar Aswad itu untuk diciumi orang-orang yang melaksanakan tawaf karena Hajar Aswad itu adalah meteor bersamaan dengan   meteor-meteor yang sering berjatuhan di permukaan Bumi, planet-plan...