SUPER EGO


Manusia mempunyai mental dan moral untuk rencana laba rugi tetapi rencana itu sering terbentur pada halangan2 yang tak terdugakan, maka ini menimbulkan satu rasa dan pengertian bahwa setiap gerak itu berlaku menurut wajarnya, kewajaran yang sesuai dengan rencana ALLAH yang mendasarkan sesuatunya atas hukum Kausalita yang telah ditentukanNYA. Demikian rencana yang timbul dari manusia dalam hidupnya adalah sebagian dari rencana ALLAH yang menentukan itu; Dilain fihak kesadaran telah menemukan suatu rumusan yang parallel bahwa tiap sesuatu ini tak akan ada tanpa Super Ego yang menciptakannya. DIAlah yang berencana dan yang menentukan. Hukum-NYAlah yang benar dan yang meliputi, mengepung seluruh gerak tindak dalam peradaban.

Dari kedua dasar kesadaran ini timbullah satu kepercayaan kukuh bahwa Super Ego itu pastilah SATU tanpa serikat karena dalam setiap gerak yang beelaku disemesta raya ini berlaku satu ke UNIKAN tanpa kontradiksi, sedang setiap yang banyak atau yang lebih dari satu akan senantiasa menimbulkan kontradiksi, dan bahwa setiap Plurality atau yang lebih dari satu itu takkan memiliki kekuasaan yang mutlak apalagi yang abadi. Supeg Ego itu pastilah memiliki sifat AWAL dan AKHIR sebab kedua sifat ini menempatkan DIA kepada kekuasaan dan mengatur, dan tanpa kedua sifat ini hilanglah keMUTLAKKANYA atau kembalilah dia kepada Plurality dan kontradiksi:

Supet Ego itu pastilah bersifat ABADI dan GAIB bukanlah seperti unsur atau benda yang dapat dicapai oleh akal dan pancaindra, karena akal dan pancaindera ini adalah ciptaanNYA yang amat kecil nilainya. Suatu wujud yang dapat dicapai oleh akal atau pancaindera bukanlah Pencipta karena tak mungkin satu Pencipta akan sama dengan yang diciptakannya.

Super Ego itu pastilah memiliki pendengaran, penglihatan, dan pengetahuan yang meliputi seluruh persoalan, karena dengan itu DIA berencana dan menentukan setiap benda dan geraknya, sebab dan akibatnya tanpa kontradiksi demikian DIA menentukan juta biliun soal dalam satu saat dan begitu DIA menetapkan akibat yang pasti berlaku dari jutaan biliun soal itu dalam saat itu juga. Ini adalah perbedaan nyata antara Super Ego dengan manusia karena yang akhir ini hanya bisa memikirkan satu soal dalam satu saat.

Super Ego itu pastilah menciptakan manusia ini dari satu diri dan menciptakan jutaan benda lainnya untuk kepentingan hidup yang satu itu. Dari diri yang satu itulah berkembangnya manusia yang banyak ini dan masih mempergunakan juta benda lainnya untuk keperluan hidupnya, dan bukanlah jutaan benda lain itu berevolusi menjadi manusia. Atas kelebihan yang diberikanNYA kepada manusia ini pastilah DIA mempunyai satu rencana tepat, yaitu pengujian diaatara manusia itu untuk memisahkan yang baik dari yang tak baik, masing2nya pasti mendapatkan resiko nyata sebanding dengan keadaan dan usahanya atas garis2 pedoman hidup yang diturunkanNYA. Maka pastilah hidup kini adalah ujian dengan hidup tiga demensi selaku sebab tunggal dan akan ada lagi hidup kedua dengan resiko dalam hidup empat demensi tanpa gaib selaku akibat tunggal yang akan terwujud buat selamanya tanpa ujung.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Over View

PERTUMBUHAN ILMU-ILMU ISLAM DI MADRASAH

(Nana Masrur) Kompetensi Dasar : Mampu Menguraikan Pertumbuhan Ilmu-Ilmu Islam di Madrasah Indikator : Madrasah dan Perkemb...