Postingan

DOA, PENDIDIKAN NASIONAL, 2016

Gambar
DO'A UPACARA BENDERA PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN 2016 Bismillahhirrahmanirrahii. Alhamdulillahi rabbil'alamin, washalatu wassalamu 'aa syyidil mursaliin, wa'alaa aalihi washohbihi ajma'iin. Dengan namu-Mu Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segala puji untuk-Mu Tuhan semesta alam, Engkau tempat kami meminta, Engkau tempat kami memohon, kami berdo'a kehadirat-Muu ya Allah. Ya Allah, ya Tuhan kami Saat ini kami berkumpul dalam rangka mengikuti "Upacara Bendera Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2016", untuk itu Ya Allah jadikan kegiatan peringatan ini, kegiatan yang penuh rahmat, kegiatan yang membawa manfaat, dan kegiatan yang penuh dengan hikmat. Ya Rob, berkati dan ridloi acara kami ini. Ya Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui dalam kegiatan Peringan Hari Pendidikan Nasilan ini, bersihkanlah hati kami dari sifat-sifat yang buru, semaikan hati kami dengan berbagai sifat-Muu yang mulia, satukan hati dan perbuatan...

33. Bagaimana cara menyakinkan diri bahwa Allah memang ada meskipundalam keadaan gaib?

Ada dua macam cara untuk meyakini adanya Allah dalam gaib ; bahwa DIA selalu ada di segala zaman, di semua tempat. DIA yang awal dan yang akhir, pencipta dan pengatur segalanya 1. Wujuda benda konkrit. Bahwa alam semesta ini tak mungkin ada kalau tidak ada yung menciptakan dan yang mengaturnya. Tetapi alasan ini dapat dibantah fihak atheis bahwa semuanya telah berlaku menurut hukum alam yAng terkandung dalam setiap materi. Semuanya berlangsung secara evolusi. Setiap benda harus patuh dan memang telah patuh pada hukum alam dalam evolusinya, di mana tidak ada yang dikatakan gaib, dan tidak ada Tuhan yang gaib. Bahwa setiap benda dalam alam semesta ini mengalami sifat dan hukum tersendiri, ada yang pahit dan yang manis, ada yang kecil dan ada yang besar, ada yang melayang di udara dan ada yang menyelam dalam air, pada mana hukum evolusi tak mungkin dipakaikan, walaupun semua benda itu berasal dari Hydrogen yang sama. Dalarn hal ini fihak atheis tak berdaya karenanya merek...

TAKDIR

QADARA Ù‚َدَرَ             Menentukan , 5:34, 6:91, 13:26, dan lain-lain maka QADARA berarti "memberikan ketentuan" 25:2, 34:11, 36:39, dan lain-lain dan QADARU berarti "ketentuan" 15:21, 43:11, 54:49, 77:22, dan lain-lain dan QADARU berarti hal “tertentu” 6:91, 22:74, 65:3, 97:1, MIQDAAR berarti “ketentuan”   13:8, 32:5, 70:4, MAQDUUR   berarti “yang telah ditentukan” 33:38; MUQTADIRU berarti “yang menentukan” 18:45, 43:42, 54:42, 54:55, dan TAQDIIR berarti “ketentuan” 6:96, 25:2, 36:38, 76:16.

AIR, HYDROGEN, MAA-U

MAA-U     Ù…َاءُ 13:4, 15:22, 23:18, 25:48, 50:9, 43:11 dan lain-lain. Namun istilah MAA-U yang tercantum pada ayat 11:7, 14:16, 21:30, 24:45, 25:54, dan 56:31 berarti "hidrogen" yaitu atom asal berisikan Rawasia yang berputar di sumbunya dilingkupi oleh Mar'a. Dalam hal ini juga penulis Bible salah jiplak untuk Genesis dimana dinyatakan Tuhan lebih dulu menciptakan air sebelum sinar,   lihat Genesis I:2 dan I:3. Padahal Alquran ayat 11:7 menyatakan Semesta ini adalah di atas Hydrogen, karena yang ada ini semuanya adalah benda-benda yang berasal dari Hydrogen. Di atas Hydrogen juga berarti, bahwa ciptaan pertama ialah RAWASIA (batang magnet) yang berputar, daripadanya timbul MAR'A yang melingkupi RAWASIA disebut orang dengan Proton yang tak kelihatan, begitu pun MAR'A dengan nama Elektron dan Positron. Di atas Hydrogen yang terdiri dari Proton dan Elektron itulah adanya Semesta raya dengan istilah ARSY pada 11:7. Ayat 14:16 menyatakan penduduk neraka diberi minu...

SEMESTA RAYA, JAGAT RAYA

'ARSY    عَرْØ´ُ Semesta raya, 7:54, 9:129, 10:3 dan lain-lain. Yaitu semua benda angkasa. tersusun rapi sebagai susunan yang diciptakan ALLAH. Hal ini sehubungan dengan istilah 'ARASYA berarti "membangun" pada ayat 7:137, 16:68. Namun 'ARSY yang tersebut pada 12:100, 27:23, 27:38, 27:42, dan jamaknya 'URUUSY tercantum pada ayat 2:259, 18:42,   22:42,   adalah "bangunan" yang disusun manusia. Maka 'ARSY yang diciptakan ALLAH tak mungkin diartikan dengan "bangunan" kecuali "semesta” karena semuanva terdiri dari bintang-bintang. Komet-komet, planet-planet dan Bulan-bulan.

GHAIB, GAIB

GHAIB    غَÙŠْبُ Gaib , juga diartikan karena tiada istilah lain yang cocok untuk maknanya, Ada dua macam yang dikatakan dengan Gaib yaitu wujud ALLAH dan Ruh: juga keadaan seperti yang berlaku di zaman purbakala, di Akhirat nanti, atau yang kejadian di planet yang mengitari bintang lain. Gaib tercantum pada 2:3, 19:61, 27:65, dan lain-lain, jamaknya ialah GHUYUUB pada 5:109, 5:1`16, 9:78, dan 34:48. Ghaib ialah ghaib dan tidaklah   tepat jika diartikan dengan."tak kelihatan" karena banyak wujud yang tidak kelihatan tetapi bukanlah dia ghaib. Namun istilah GHAYAABAH berarti ''kegelapan” pada ayat 12:10.

IONOSFIR, COMET, SA'AH, SHUWARU

SHUWARU       صُÙˆَرَ Ionosfir, 40:64,  64:3, terbentuk dari Mar'a yang mengapung dari permukaan Bumi (lihat MAR'A). Maka istilah SHAWWARA berarti "memberi ionosfir" setiap planet tercantum pada 3:6, 7:11, 40:64 dan 64:3.  Mar'a atau Neutrino yang melingkupi Proton pada setiap atom. Setiap benda terdiri dari atom bersusun jadi molekul, maka yang kelihatan adalah Mar'a yang melingkupi atom tadi. Karena Mar'a itu ada yang mengapung ke angkasa menjadi lapisan Ionosfir tentulah rupa dan warna benda yang dilihat tidak ada yang permanen, semuanya berubah. Sementara itu lapisan Ionosfir planet menjadi semakin tebal dan semakin sempurna. Hal itulah yang dimaksud ALLAH dengan "membaguskan Ionosfirmu" pada ayat suci tadi. Sebaliknya hal demikian menimbulkan iklim permukaan planet semakin sejuk. terbukti dengan semakin melebarnya daerah dingin pada kedua bahagian kutub Bumi. Dalam pada itu Mar'a yang mengapung dari bintang-bintang tersebab berlakunya Ca...