KETAKBISAAN MANUSIA MENGINDERA KEGAIBAN

Allah menciptakan manusia sebagai makhluq paling sempurna dan mutakhir dari seluruh makhluq. Jauh lebih sempurna daripada malaikat, jin, binatang, tumbuhan, apalagi hama. Tak satu pun dari seluruh makhluq memiliki seluruh dari apa yang dimiliki manusia, melainkan hanya sebagian kecil darinya.
 
Malaikat tak memiliki jasad dan pilihan. Jin tak memiliki jasad meski punya pilihan. Binatang memiliki jasad tapi tak punya pilihan. Tak satu pun hewan dapat melihat warna selengkap manusia. Sapi, banteng, dan anjing malah hanya bisa melihat hitam-putih dan gelap-terang. Burung, reptil dan amfibi hanya beberapa warna tertentu saja.
 
Allah memberikan dan membuka kelebihan penginderaan manusia untuk kenyamanan, dan sebaliknya, memfilter atau menapis dan menutup kelebihan lain penginderaan manusia untuk ketaknyamanan.
 
Contoh sederhana, Allah membatasi pedengaran normal manusia hanya untuk rangkum infra dan ultra, dan juga membatasi penglihatan normal manusia hanya untuk rangkum infra dan ultra. Diluar rangkum ini gelombang suara tak dapat didengar dan gelombang cahaya tak dapat dlihat. Begitu pula dengan penciuman.
 
Dengan pembatasan ini manusia menjadi nyaman. Bayangkan andai anda kita mendengar langkah semut dan daun jatuh, betapa tersiksanya kita. Apakah kita akan nyaman beristirahat atau tidur? Betapa mengganggunya suara berisik, belum lagi detak jantung kita dan jarum jam yang sangat ribut. Begitu pula andai kita dapat melihat angin dan cahaya tanpa warna. betapa terhalangnya pandangan kita, sehingga terganggu menonton televisi dan bahkan sangat menghalangi ketika berkendara. Jika ditambah lagi dengan penciuman yang tajam, maka niscaya kita akan mengedus seperti anjing, dan bau tubuh para orang di sekitar kita akan sangat membuat kita muak.
 
Tidakkah ketika kita ingin dapat mengindera yang gaib, maka sesungguhnya kita tak mensyukuri ni'mat Allah? Jika kita punya penginderaan dua atau tiga kali saja lebih peka daripada normal, maka sungguh akan sangat mengganggu dan menyiksa dan membuat kita tak dapat hidup tenang. Lalu bagamana kita bisa khusyu beribadah kepada Dia?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban KISI- KISI Kelas 8 - 2025

RINGKASAN MATERI SAS SMT 1 KELAS 7 | 2025-2026

Birth Control