AR-RASUL dan RASUL

Ok sekarang saya akan membahas sedikit tentang apa itu "AR-RASUL" dan apa itu "RASUL"
Supaya lebih jelas apa sih yang dimaksud dengan 2 pengertian tersebut dan apa PERBEDAANNYA.
Soalnya ada yang "SMS" dengan no yang tidak dikenal mengatakan seperti dengan ayat seperti ini :
surat 33:71
....Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.
Oke sekarang kita KUPAS supaya mereka MEMAHAMI BETUL apa yang dia PAHAMI tentang pengertian diatas tadi.
TA’AT KEPADA ALLAH
TA’AT KEPADA RASUL
أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ
TA’ATLAH KALIAN KEPADA ALLAH DAN TA’ATLAH KALIAN KEPADA RASUL
Potongan ayat ini dapat ditemukan pada ayat :
3 : 32 , 132 - 4 : 59 - 5 : 92 - 8 : 1 , 20 , 46 - 24 : 54 , 56 - 33 : 36 - 47 : 33 - 58 : 13 - 64 : 12

TERDAPAT 2 (dua) KELOMPOK DENGAN PEMAHAMAN YANG BERBEDA DALAM MEMAKNAI POTONGAN AYAT TERSEBUT
1. AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH (disingkat AS)
2. INGKARUS SUNNAH (disingkat IS) >>>Nama yang diberikan oleh MUI
PEMAHAMAN AS dan SEJENISNYA :
a. Ta’at kepada Allah berarti ta’at kepada Al-Qur’an
b. Ta’at kepada Rasul berarti ta’at kepada Hadits Nabi Muhammad
2 (dua) yang dita’ati yaitu Al-Qur’an dan Hadits
PEMAHAMAN IS :
a. Ta’at kepada Allah berarti ta’at kepada Al-Qur’an
b. Ta’at kepada Rasul berarti ta’at kepada risalah yang dibawa oleh Rasul
Hanya 1 (satu) yang dita’ati yaitu Alquran.
PANDANGAN AS dan SEJENISNYA DAN IS TENTANG HADITS
PERTANYAANYA apa itu "HADIST"......???
Hadits (ejaan KBBI: Hadis, Bahasa Arab: الحديث Tentang suara ini dengarkan (bantuan·info), transliterasi: Al-Hadîts), adalah perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan dll.
INTINYA hadist itu sama dengan PERKATAAN/UCAPAN yang nantinya akan menjadi sebuah KETETAPAN.
Pandangan AS
Hadits berfungsi juga sebagai penambah hukum Al-Qur’an (menurut Prof Dr Ahmad Amin, Fajar Islam, terjemahan Zaini Dahlan MA 1968 hal 302)
Hadits, pokok agama kedua dan juga menetapkan hukum yang baru, yang tidak terdapat dalam Al-Qur’an (H.A.Razak cs Op.cit. hal XXVII)
Sunnah adalah pegangan kedua, maka kalau memegang Al-Qur’an saja porak porandalah ajaran Islam (M.Amin Djamaluddin, Bahaya Inkar Sunnah hal 19)
Rasulullah adalah sumber agama kedua yang ajarannya kini ada dalam buku-buku Hadits (Prof Dr Mahmoud Syaltout, Islam sebagai akidah dan Syari’ah I, terjemahan A.Bustomi A.Ghani cs hal 77).
Hadits pokok agama kedua dan juga menetapkan hukum yang baru, yang tidak terdapat dalam Al-Qur’an. (H.A.Razak cs, Op.cit, hal XXVII).
Sunnah adalah pegangan kedua, maka kalau memegang Al-Qur’an saja, akan porak porandalah ajaran Islam (M.Amin Djamaluddin, Bahaya Inkar Sunnah , hal 19).
Rasulullah adalah sumber agama kedua yang ajarannya kini ada dalam buku-buku hadis. (Prof. Dr. Mahmoud Syaltout, Islam Sebagai Akidah dan Syari’ah I, terjem. A. Bustami A.Ghani cs , hal 77)
Pandangan IS
IS selalu mendasari pandangannya sesuai Al-Qur’an
وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا ۚ لَّا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
6 : 115. telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. tidak ada yang dapat merobah robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia lah yang Maha Mendenyar lagi Maha mengetahui.
فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ
77 : 50. Maka kepada Perkataan/hadits Apakah sesudah Al Quran ini mereka akan beriman?
ALLAH TIDAK MEMILIKI SEKUTU DALAM MEMBUAT HUKUM
18 : 26. Katakanlah: "Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); kepunyaan-Nya-lah semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan Alangkah tajam pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindungpun bagi mereka selain dari pada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan".
LAHWAL HADITS (HADITS OLOK-OLOK)
Perhatikan kata >>>> لَهْوَ الْحَدِيثِ
31 : 6. dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan Perkataan/HADITS yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.
AHSANAL HADITS ( HADITS YANG TERBAIK)
Perhatikan kata >>>>> أَحْسَنَ الْحَدِيثِ
39 : 23. Allah telah menurunkan Perkataan/HADITS yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang [1312], gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang berkehendak. dan Barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.
PANDANGAN AS
Hadits adalah penjelasan Al-Qur’an dan menerangkan hukum yang tidak tersebut dalam Al’-Qur’an juga merupakan pokok pegangan untuk menentukan hukum disamping Al-Qur’an. (H.A.Razak cs. Terjemahan Hadits Shahih Muslim, jilid I hal XII)
Sunnah adalah untuk menjelaskan Al-Qur’an dan menerangkan hukum yang tidak terdapat dalam Al-Qur’an (H. Zainuddin Hamidi cs. Lihat Terjemahan Hadits Shahih Bukhari I , hal XII)
Hadits berfungsi sebagai penguat dan penafsir Al-Qur’an, serta yang tidak ada nashnya dalam Al-Qur’an (Ahmad Husnan, Tulisan yang memprihatinkan Almuslimun 203, Feb 1987 hal 71 dan 109)
PANDANGAN IS
AL-QUR’AN mampu menjelaskan dirinya sendiri >>> 75 : 16 , 17 , 18 , 19
ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ
75 : 19. Kemudian, Sesungguhnya atas tanggungan kamilah penjelasannya.
وَلَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَاكَ بِالْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا
25 : 33. tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya[1067].
>>>>orang KAFIR itu selalu membawa sesuatu yang GANJIL, artinya penjelasannya selalu TIDAK KONKRIT/TIDAK JELAS......"ABU-ABU"
الر ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ وَقُرْآنٍ مُّبِينٍ
15 : 1. Alif, laam, raa.>>Biasakan, omongkan, perhatikan (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Al-Kitab (yang sempurna), Yaitu (ayat-ayat) Al Quran yang memberi penjelasan.
>>> JELASKAN kan bahwa ALQURAN itu tidak perlu lagi PENJELAS....karena dirinya sendiri sudah MENJELASKAN sejelas-jelasnya SIAPA itu AHSANAL HADIST.
PANDANGAN AS
Missi yang dibebankan Allah kepada Rasul adalah memberi petunjuk dan ilmu kepada ummat, yakni Sunnah, termasuk perihal yang ghaib (Imam Nawawi)
Hadits adalah wahyu yang sama dengan Al- Qur’an dan wajib mengikutnya sebagaimana mengikut Al-Qur’an. (Dr Mustafa Assiba’I)
Semua ucapan Muhammad adalah Wahyu (Prof Ikhsan Ilahi Zairi MA)
Sunnah / Hadits adalah yang seumpama Kitabullah (H.A.Razak cs)
PANDANGAN IS
64 : 12 & 5 : 92. dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. jika kamu berpaling, Maka ketahuilah bahwa Sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.
2 : 23. dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah[31] satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
PANDANGAN AS
Al-Qur’anlah yang lebih memerlukan Sunnah daripada Sunnah terhadap Al-Qur’an.
Drs Moh. Thalip
>>>>> Terhadap pernyataan tersebut diatas IS idak berani berkomentar, takut kuwalat
PEMBUKTIAN
Memperhatikan bahwa kedua pandangan mereka (AS & IS) tidak akan pernah sejalan, maka biarlah Al-Qur’an yang menjadi wasit.
36: 2. demi Al Quran yang penuh hikmah,
Dan Al-Qur-an (sebagai) Hakim / wasit / pemutus
CARA PEMBUKTIAN
1. Dengan Ilmu Nahwu & Syorof
2. Subtitusi
Dengan kaida-kaida Nahwu Syorof
4 : 59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah / pecahkanlah ia kepada Allah dan AR-Rasulnya, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Sekarang Perhatikan kata فَرُدُّوهُ disurat 4:59 >>> mufrod / tunggal
>>> tempat kembali itu hanya satu (AQ).
Dengan Kaida-kaida Nahwu Syorof
8 : 20. Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari pada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya),
Perhatikan kata عَنْهُ >>> mufrod (tunggal)
>>> Jangan berpaling dari yg satu (AQ)
Berpaling dari Hadits.... boleh dong
Dengan Kaida-kaida Nahwu Syorof
33 : 36. dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata.
Perhatikan kata أَمْرًا >>> mufrod / tunggal
>>> Perintah Allah & Rasulnya itu hanya satu (AQ)
Dengan cara SUBTITUSI
1. Allah disubtitusi dengan Al-Qur’an
2. Rasul disubtitusi dengan Hadits
4 : 80. Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia telah mentaati Allah. dan Barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), Maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka[321].
Hasil subtitusi
Barangsiapa yang mentaati Rasul Hadits itu, Sesungguhnya ia telah mentaati Allah Al-Qur-an
B E N A R K A H ??????????

Nah sekarang kita BAHAS siapa itu AR-RASUL dan RASUL yang dimaksud,...???
kata "RASUL" itu sendiri berarti >>>> YG MENYAMPAIKAN/RISALAH . jadi klo disebut "RASULULLAH" = YG MENYAMPAIKAN RISALAHNYA ALLAH.
Pengertian tentang siapa itu AR-RASUL dan siapa itu RASUL :
AR-RASUL itu selalu menggunakan kata "ALIF dan LAM" seperti berikut >>> وَالرَّسُولِ
Sedangkan kata "RASUL" itu >>>> وَرُسُلًا, tidak memiliki ALIF dan LIM.
Pertanyaannya....APA yang menjadikan PERBEDAANYA...??
klo kata AR-RASUL itu kan artinya juga YG MENYAMPAIKAN dan DIA BERSIFAT KHUSUS atau MUFROD = TUNGGAL.
jadi artinya AR-RASUL itu cuma SATU yaitu RISALAHNYA ALLAH = ALQURAN.
contohnya begini JIKA anda sedang membaca ALQURAN/RISALAH ALLAH itu.....anda sedang disampaikan oleh siapa....?? klo bukan ALQURAN/RISALAH itu sedang bebicara kepada ANDA. jadi AR-RASUL itu adalah ALQURAN/RISALAH ALLAH itu sendiri.
Sedangkan kata "RASUL" ini JAMAK, artinya lebih dari SATU. pengertiannya adalah YANG MENYAMPAIKAN AR-RASUL atau RISALAHNYA Tuhan = ALQURAN itu banyak dan yang menyampaikannya itu disebut "RASUL". jadi pengertiannya siapapun MANUSIA (PESON) didunia ini yang menyampaiakan RISALAH2/AYAT2 nya ALLAH itu disebut 'RASUL" tapi dia itu bukan AR-RASUL/RISALAH ALLAH/ALQURAN.
Nah sekarang pertanyaan lagi MUNCUL....nah klo ada yang mengaku "RASUL" itu
bagaimana....???
yah BENAR jika dia menyampaikan AR-RASUL tadi.....klo anda menyampaikan kepada yang belum mengetahui tentang ayat2 ALLAH.... andapun juga disebut "RASUL" tapi anda BUKAN "AR-RASULULLAH" atau RISALAHNYA ALLAH = AR-RASUL.
nah terus jika ada PERSELISIHAN diantara orang-orang yang BERIMAN gimana SOLUSINYA...??
perhatikan suratnya >>>>
4 : 59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah / pecahkanlah ia kepada Allah dan AR-Rasulnya, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Perhatikan kata ARABnya >>> أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ >>> "ATIULLAH WA ATIU-AR_RASUL.
dan juga Perhatikan kata فَرُدُّوهُ disurat 4:59 >>> mufrod / tunggal
>>> tempat kembali itu hanya satu (AQ).
itu artinya JIKA ada SAMA-SAMA orang yang "BERIMAN" itu berselisih pendapat, maka perintahnya KEMBALIKAN kepada ALLAH dan AR-RASULNYA = ALLAH dan RISALAH-RISALAHNYA = ALQURAN.
BUKAN PERSONNYA...!!
Artinya Personnya(RASUL) pun yang menyampaikan RISALAHNYA tersebut juga harus MENGKOREKSI apakah sesuai dengan AR-RASULNYA atau TIDAK...?? jika TIDAK....
yah artinya bukan RISALAHNYA TUHAN yang disampaikannya, melainkan HAWA NAFSUNYA.
banyak manusia yang TERJEBAK dengan apa-apa yang MEREKA(PERSON) sampaikan tentang AR-RASULULLAH = RISALAH TUHANNYA.
3:71 Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya.
Nah JIka ada yang memberitakan kepadaMU tentang surat ajakan atau himbauan untuk "BERIMAN" kepada ALLAH dan RASULNYA, seperti SMS yang saya TERIMA...
anda bisa MENG-ANALISANYA dengan menggunakan AR-RASUL/RISALAH/ALQURAN sebagai JALANNYA. bukan PERSONNYA......tapi jika PERSONNYA menjelaskan SAMA seperti apa yang telah di sampaikan AR-RASUL melalui ALQURANNYA itulah yang benar.
Andalah PENENTUNYA.......
jadi yang terpenting itu BUKAN "RASULNYA" (PERSONNYA) melainkan AR-RASULNYA yang menjadikan UKURANNYA.
lah tapi pertanyaannya lagi yang MUNCUL....bagimana saya MEMAHAMI ALQURAN jika saya sendiri tidak MEMAHAMI BAHASA ARABnya ataupun NAHWU SOROFNYA......???
hehehehehe.....ini mah KLASIK!
kembalikan sajah kepada FITRAMU seperti yang sudah saya JELASKAN di artikel sebelumnya tentang apa itu "AD-DIN"
FITRAHMU itu "MUSLIM" dan MUSLIM itu hanya memiliki 2 kategori agar selamat :
1. beriman kepada Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun.
2. beramal soleh/berbuat baik.
SUDAH itu SAJAH paling STANDART dan itupun kamu sudah SELAMAT!.
2:132 .........Maka janganlah kamu mati kecuali kamu 'MUSLIM"
karena dalam tingkatan "KEIMANAN" itu pun ada beberpa KATEGORI seperti :
TASLIM, MUSLIM, MUQOROBBIN dan MUKMIN.
dan MUKMIN adalah tingkatan tertinggi dalam sebuah "KEIMANAN".
kapan-kapan saya jelaskan jika Tuhan MENGHENDAKI.
Salam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Over View

PERTUMBUHAN ILMU-ILMU ISLAM DI MADRASAH

(Nana Masrur) Kompetensi Dasar : Mampu Menguraikan Pertumbuhan Ilmu-Ilmu Islam di Madrasah Indikator : Madrasah dan Perkemb...