Postingan

Astaghfirulloh, Kitab Al Qur’an dan Terjemahnya Dari Depag RI Telah Diubah Oleh Salafi Wahabi

Gambar
P erhatikan dengan baik foto Al-Qur’an yang ada di sebelah tulisan ini. Anda  mungkin sering melihat mushaf Al-Qur’an dengan gambar cover seperti itu atau bahkan anda memilikinya di Rumah. Mushaf Al-Qur’an dengan judul tulisan AL QUR’AN DAN TERJEMAHNYA seperti gambar itu dikemas dengan bagus dan indah, tulisannya pun mudah dibaca, dan dilengkapi dengan terjemah serta tafsir Qur’an dalam Bahasa Indonesia. Dan yang paling menggiurkan adalah mushaf itu diberikan dan dibagi-bagikan gratis oleh Kerajaan Arab Saudi kepada umat Islam khususnya di Indonesia, Singapura, dan Malaysia, yang memahami Bahasa Melayu. Namun, dibalik kemasannya yang menarik dan gratis, ternyata kitab Al Qur’an Terjemahnya terbitan Arab Saudi yang menganut paham Salafi Wahabi itu menyimpan racun yang dapat merusak aqidah umat Islam yang menganut paham Ahlussunnah wal Jama’ah. Mungkin ada yang bertanya kenapa bisa begitu? Pada postingan sebelumnya telah dijabarkan dengan jelas tentang bahaya ...

DABBAH

Alquran memakai istilah DAABBAH yang berarti MAKHLUK BERJIWA, Daabbah ini dinyatakan ALLAH sebagai makhluk yang berjalan atas perutnya, atas empat kaki, atau atas dua kaki, tercantum pada ayat 24/45. Pada golongan yang berjalan atas dua kaki inilah terdapatnya pengertian bahwa manusia termasuk daabbah. Sementara itu ALLAH menyatakan pada ayat 8/22 bahwa daabbah yang jahat ialah orang-orang yang tidak memikirkan hidupnya. Dan pada ayat 8/55 dinyatakan pula bahwa daabbah yang jahat ialah orang-orang kafir yang tidak beriman menurut hukum islam. Daabbah di mana termasuk bangsa manusia, demikian pada ayat 42/29 dinyatakan hidup berkembang biak di permukaan setiap planet dalam jagat raya ini. Maka dalam hal inilah timbulnya pengertian bahwa yang dimaksud Allah dengan istilah ‘AALAMIIN’ berarti seluruh manusia, termasuk yang hidup di planet-planet lain. Istilah DAABBAH TERMUAT DALAM Alquran pada ayat 2/164, 6/28, 11/6, 11/56, 16/49, 16/61, 24/45, 27/83, 29/60, 31/10, 34/14, 34/45, 42/29, d...

BEDA ARTI ANTARA BERSIH DAN SUCI

● laa yamassu huu illaa al muthahharuwna. ● tak menyentuh dia [Al Qur`ân] kecuali sang para-orang-suci. [Q 56:79] Berdasarkan pada ma'na lafazh dlm Al Qur`an: dipakaikan nama seseorang : zakiy = bersih = tanpa noda secara lahir atau eksternal thaahir = suci = tanpa noda secara bathin atau internal, dan atau juga tak bercampur atau tak bersentuhan secara lahir bersih lawannya kotor suci lawannya najis DISUNAHKAN BERSIH DULU DAN KEMUDIAN SUCI Disunnahkan bahwa, bila mungkin, adalah lbh baik bila bersih dan juga suci, sehingga tanpa noda lahir dan batin. mandi adalah agar bersih wudhu adalah agar suci Disunnahkan bahwa, bila mungkin, adalah lebih baik bila mandi sebelum wudhu. Jika tak ada air untuk wudhu, maka gunakan pasir [tayammum]. Pasir mengandung Silika (SiO2), mengikat minyak dan kotoran lain. PERHATIKAN DAN BEDAKAN ZAKIY = BERSIH [CLEAN] = TAK-KOTOR ● yuzakkiy - zakkaa = membersihkan ● tazakkaa = membersihkan berulang-kali ● tazkiyatun = kebersihan ● zakaatun, zakawaatan = z...

POTONG TANGAN

Apakah Pencuri Mesti Dipotong Tangannya Menurut Al-Qur'an? (dari Dizz Brown .) ---------------------------------------------------------------- [5:38] Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan mereka (sebagai) sebuah hukuman terhadap apa yang telah mereka lakukan, dan (sebagai) pembuat rasa takut dari Allah. Allah Berwibawa, Bijaksana. Diterjemahkan dari Qur'an terjemahan Inggris pada www.quran-islam.org ----------------------------------------------------------------- Kata ''iqtha'u'' (bentuk perintah dari kata ''qatha'a'') telah ditafsirkan secara salah oleh ahli-ahli tradisional, yaitu berarti ''MEMOTONG''. Tetapi, kata untuk ''memotong'' di dalam bahasa Arab adalah ''batara''. Di dalam 108:3 kita baca kata ''abtar'' yang mana berbicara tentang dia yang telah dipotong (keturunannya terputus/terpotong). Di dalam [5:38] Allah ...

ad-diin

diin atau agama adalah "hukum dan pengabdian" yang setiap orang melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari, setiap kelompok senantiasa melaksanakan hukum dan pengabdian. Hukum yang dimaksudkan adalah peraturan tentang sesuatu dengan penjelasan dan sank-sinya, sementara pengabdian ialah pengamalan dan penghayatan bagi segolongan kelompok manusia pada hukum tadi. Maka hukum dan pengabdian itulah yg dimaksud dengan DIIN atau AGAMA. Hukum Islam sekaligus hukum Allah semestinya dijunjung tinggi, yakni sebagai agama yang komplit/lengkap sempurna susunan Allah pencipta segalanya, sementara muslim adalah kelompok penganut Islam yang kesadarannya dan kepatuhannya sangat fariabel. Lalu : * benarkah hukum islam telah berlaku disana? * benarkah kelompok manusia itu menganut Islam? * benarkah mereka mengambil sumber hukum yang telah dan sudah sesuai dengan qur'an?

USBN

File downloard : KISI-KISI USBN P.A.I

LOGIKA ARTI-KATA BAHASA

(C) 2001-2011 — Achmad Firwany                Kita sering terjebak dgn kebiasaan penggunaan kata, istilah, atau ungkapan, seolah segala sesuatu itu berkonotasi selalu baik, padahal tak selalu demikian.           Secara bhs, arti umum teladan adalah panutan, contoh, atau misal (similitude, example), dan bisa memiliki arti positiv dan juga negativ, baik atau buruk. Jika disebut teladan saja, maka pd umumnya konotasinya adalah dlm arti positiv. Jadi secara bhs, bisa dinyatakan pasangan kata majemuk, teladan baik dan teladan buruk.             Analogi dgn nilai bilangan dlm hitungan, bisa bernilai positiv | plus dan juga negativ | minus. Jika tak diberi tanda (+ atau -), maka berarti bilangan bernilai positiv.             Hampir tiap hal netral di alam ini secara n...