Postingan

11. Fi'il (Kata Kerja)

Gambar
11. Fi'il (Kata Kerja) فِعْل FI'IL (Kata Kerja) Fi'il dibagi atas dua golongan besar menurut waktu terjadinya: 1. FI'IL MADHY ( فِعْل مَاضِي ) atau Kata Kerja Lampau. 2. FI'IL MUDHARI' ( فِعْل مُضَارِع ) atau Kata Kerja Kini/Nanti. Baik Fi'il Madhy maupun Fi'il Mudhari', senantiasa mengalami perubahan bentuk sesuai dengan jenis Dhamir yang bertindak sebagai FA'IL ( فَاعِل ) atau Pelaku dari pekerjaan itu. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui Fa'il (Pelaku) dari suatu kejadian/pekerjaan dan Dhamir (Kata Ganti) apa yang setara dengan Fa'il tersebut. Untuk Fi'il Madhy, perubahan bentuk tersebut terjadi di akhir kata, sedangkan untuk Fi'il Mudhari', perubahan bentuknya terjadi di awal kata dan di akhir kata. 1) Bila Fa'il (Pelaku) dari Fi'il (Kata Kerja) itu adalah Dhamir Ghaib atau "orang ketiga" ( هُنَّ - هُمْ - هُمَا - هِيَ - هُوَ ) terletak sesudah Fi'il, maka bentuk ...

10. Dhamir Nashab

Gambar
ضَمِيْر نَصْب DHAMIR NASHAB (Kata Ganti Objek) Dhamir Nashab adalah turunan dari Dhamir Rafa'. Dengan kata lain, setiap Dhamir Rafa' memiliki padanan dengan Dhamir Nashab; maknanya sama tetapi bentuk dan fungsinya berbeda. Perhatikan tabel Dhamir Rafa' dan Dhamir Nashab berikut ini: Perbedaan yang paling mendasar antara kedua jenis Dhamir ini adalah: " Dhamir Rafa' berfungsi sebagai Subjek serta dapat berdiri sendiri dan terpisah dari kata lain atau MUNFASHIL ( مُنْفَصِل ); sedangkan " Dhamir Nashab berfungsi sebagai Objek/Keterangan serta tidak dapat berdiri sendiri dan selalu terikat dengan kata lain atau MUTTASHIL ( مُتَّصِل ), baik itu terikat dengan Isim, Fi'il ataupun Harf. 1) Contoh Dhamir Nashab yang terikat dengan Isim dalam kalimat: أَنَا مُسْلِمٌ، دِيْنِ يَ اْلإِسْلاَمُ =saya seorang muslim, agamaku Islam نَحْنُ مُسْلِمُوْنَ، دِيْنُ نَا اْلإِسْلاَمُ =Kami/kita orang-orang muslim, agama kami Islam أَنْتَ مُسْلِ...

08. Dhamir (Kata Ganti)

ضَمِيْر DHAMIR (Kata Ganti) Dhamir atau "kata ganti" ialah Isim yang berfungsi untuk menggantikan atau mewakili penyebutan sesuatu/seseorang ataupun sekelompok benda/orang. Seperti yang sudah kita jelaskan di atas, Dhamir termasuk dalam golongan Isim Ma'rifah. Perhatikan contoh penggunaan Dhamir dalam kalimat di bawah ini: أَحْمَدُ يَرْحَمُ اْلأَوْلاَدَ (=Ahmad menyayangi anak-anak) هُوَ يَرْحَمُ هُمْ (=Dia menyayangi mereka) Pada kedua kalimat di atas, kita lihat bahwa: kata أَحْمَدُ (=Ahmad) diganti dengan هُوَ (=dia) kata الأَوْلاَد (=anak-anak) diganti dengan هُمْ (=mereka). Kata هُوَ (=dia) dan هُمْ (=mereka) merupakan Dhamir atau Kata Ganti. Menurut fungsinya dalam kalimat, ada dua golongan Dhamir yaitu: 1. DHAMIR RAFA' ( ضَمِيْر رَفْع ) yang berfungsi sebagai Subjek. 2. DHAMIR NASHAB ( ضَمِيْر نَصْب ) yang berfungsi sebagai Objek. Dhamir Rafa' dapat berdiri sendiri sebagai satu kata, sedangkan Dhamir Nashab tidak dapat ber...

09. Dhamir Rafa'

Gambar
ضَمِيْر رَفْع DHAMIR RAFA' (Kata Ganti Subjek) Dalam Bahasa Arab dikenal duabelas bentuk Dhamir (Kata Ganti):

07. Isim Nakirah - Isim Ma'rifah

Gambar
نَكِرَة - مَعْرِفَة NAKIRAH (Sebarang) - MA'RIFAH (Tertentu) Menurut penunjukannya, Isim dapat dibagi dua: 1. ISIM NAKIRAH atau kata benda umum atau tak tentu. 2. ISIM MA'RIFAH atau kata benda dikenal atau tertentu. Isim Nakirah merupakan bentuk asal dari setiap Isim, biasanya ditandai dengan tanwin ( ً ٍ ٌ ) pada huruf akhirnya. Sedangkan Isim Ma'rifah biasanya ditandai dengan huruf Alif-Lam ( ال ) di awalnya. Contoh: Coba bandingkan dan perhatikan perbedaan makna dan fungsi antara Isim Nakirah dan Isim Ma'rifah dalam dua buah kalimat di bawah ini: ذَلِكَ بَيْتٌ. اَلْبَيْتُ كَبِيْرٌ (=Itu sebuah rumah. Rumah itu baru) رَأَيْتُ وَلَدًا. اَلْوَلَدُ ذَكِيٌّ (=Aku melihat seorang anak. Anak itu pintar) Termasuk dalam kelompok Isim Ma'rifah diantaranya adalah: 1. Isim 'Alam (Nama Diri) yang sudah kita pelajari sebelumnya. Semua Isim 'Alam merupakan Isim Ma'rifah, meskipun ada diantaranya yang menggunakan huruf tanwin di belakang...

06. Isim Maushul

اِسْم مَوْصُوْل ISIM MAUSHUL (Kata Sambung) Isim Maushul (Kata Sambung) adalah Isim yang berfungsi untuk menghubungkan atau menggabungkan beberapa kalimat atau pokok pikiran menjadi satu kalimat. Dalam bahasa Indonesia, Kata Sambung ini biasanya diwakili dengan kata: "yang". Bentuk asal/dasar dari Isim Maushul adalah: الَّذِيْ (=yang). Perhatikan contoh penggunaan Isim Maushul dalam menghubungkan atau menggabungkan dua kalimat di bawah ini: Kalimat I: الْمُدَرِّسُ جَاءَ (= datang guru itu) Kalimat II: اَلْمُدَرِّسُ يَدْرُسُ الْفِقْهَ (= guru itu mengajar Fiqh) Kalimat III: جَاءَ الْمُدَرِّسُ الَّذِيْ يَدْرُسُ الْفِقْهَ (= datang guru yang mengajar Fiqh) Dalam contoh di atas, Kalimat III adalah gabungan dari Kalimat I dan II yang dihubungkan dengan Isim Maushul: الَّذِيْ Untuk Isim Muannats, Isim Maushul الَّذِيْ berubah menjadi: الَّتِيْ جَاءَتِ الْمُدَرِّسَةُ الَّتِيْ تَدْرُسُ الْفِقْهَ (= datang guru (pr) yang mengajar Fiqh itu) Bila Isim Maushul itu digunak...

05. Isim Isyarah

اِسْم إِشَارَة ISIM ISYARAH (Kata Tunjuk) Kita telah mempelajari penggolongan Isim menurut jenisnya yaitu Mudzakkar dan Muannats serta menurut jumlahnya yaitu Mufrad, Mutsanna dan Jamak. Penggolongan Isim ini sangat penting dalam mempelajari kaidah-kaidah Bahasa Arab selanjutnya. Diantaranya bisa kita lihat dalam pembahasan tentang Isim Isyarah atau Kata Tunjuk. Pada dasarnya, ada dua macam Isim Isyarah atau Kata Tunjuk yaitu: 1. هَذَا (=ini) untuk menunjuk yang dekat. Contoh: هَذَا كِتَابٌ (= ini sebuah buku) 2. ذَلِكَ (=itu) untuk menunjuk yang jauh. Contoh: ذَلِكَ كِتَابٌ (= itu sebuah buku) Bila Isim Isyarah itu menunjuk kepada Isim Muannats maka: 1. هَذَا menjadi: هَذِهِ (=ini). Contoh: هَذِهِ مَجَلَّةٌ (= ini sebuah majalah) 2. ذَلِكَ menjadi: تِلْكَ (=itu). Contoh: تِلْكَ مَجَلَّةٌ (= itu sebuah majalah) Adapun bila Isim yang ditunjuk itu adalah Mutsanna (Dual), maka: 1. هَذَا menjadi هَذَانِ . Contoh: هَذَانِ كِتَابَانِ (= ini dua b...