Nur adalah cahaya
24/35. Kepunyaan ALLAH Nuur planet2 dan Bumi ini. Permisalan NUUR-NYA (solar system) itu seperti lobangnya (daerah solar system) yang didalamnya ada pelita (matahari). Matahari itu dalam kaca. Kaca itu adalah planet yang berkilau mengitari dinyalakan dari kayu yang diberkati (Magneticbar yang menimbulkan penjagaan) yaitu ZAITUN (atmosphere) tidak ditimur dan tidak dibarat (malah seputar planet itu). Hampir Saja Atmospherenya itu bernyala sekalipun tidak disintuh api. Solar system diatas solar system (bersusun) ALLAH menunjukan soal2 solar system itu kepada orang yang dikehendakiNYA. Demikian ALLAH MEMBERIKAN PERMISALAN bagi manusia, dan ALLAH atas tiap sesuatunya mengetahui.
Dalam ayat ini AlQuran hanya memberikan permisalan. Arti sebenarnya tentang istilah NUUR ialah TJAHAJA atau Pokok2 ilmu, tetapi pada ayat 24/35 ini, ALLAH menjadikannya suatu permisalan dengan solar system yang dimengerti oleh manusia ribuan tahun kemudiannya.
Bahwa solar system itu seperti satu lobang dimana planet2 beredar dalam semesta raya ini. Di-tengah2 solar system itu ada matahari atau bintang selaku pusat edaran planet2. Planet2 itu memantulkan cahaya matahari lalu dia misalkan seperti dalam kaca, berkilauan dan mengorbit matahari itu. Pada planet2 itu ditempatkan magneticbar, dimisalkan pohon yang menimbulkan kehidupan, dan magneticbar itulah yang menjadi barkah dengan arti penjagaan untuk kehidupan diplanet2, dan magneticbar itulah juga yang menimbulkan atmosphere yang ada di planet2. Atmosphere atau zaitun itulah yang memantulkan cahaya matahari yang nampaknya berkilauan walaupun tidak berapi.
Susunan yang demikian itu dinamakan solar system bagaikan lobang2 khusus dalam semesta raya ini, demikian dikatakan solar system berada, diatas solar system, semuanya tersusun dengan teratur rapi. Semua itu diberikan ALLAH untuk pelajaran bagi orang2 yang dikehendakiNYA, selaku permisalan yang harus dipikirkan pengertiannya.
Dalam hal ini, sesuai dengan Theori sebelumnya dan sesuai dengan apa yang didapati oleh capaian manusia diakhir abad ke 14 Hijriah, bahwa hanya planet2lah yang diberi Atmosphere, dan tidak diberikan kepada Bulan (satelite)
atau kepada matahari sendiri. Hal demikian praktis saja dengan parbedaan magnet yang ada pada setiap globe itu, seperti kepada matahari ditempatkan Regular Magneticbar, kepada planet2 Simple Magneticbar dan kepada Bulan hanya Magnetic Spot. Hal ini di uraikan pada fasal2 belakangan.
Atmosphere planet2 itu bukan hanya dibarat atau ditimur tetapi meliputi keseluruhan permukaan bulatan planet itu, dan itulah yang berkilauan dengan sinar yang dipantulkan.
Komentar
Posting Komentar