CINTA SEJATI

Ketika seseorang benar-benar telah masuk ke wilayah cinta sejati, maka yang ada hanyalah tiga hal: nikmat, rahmat, dan syafaat. Tidak ada lagi yang disebut bala, musibah, atau ujian. Inilah yang disebut maqām cinta.

Dalam syariat, memang dikenal adanya ujian dan cobaan. Namun ketika seseorang telah masuk ke ranah hubbul-lāh—cinta kepada Allah—sebagaimana dijelaskan dalam fadhā’il al-qulūb, maka segala sesuatu yang datang dari Allah tidak lagi dipandang sebagai penderitaan. Semuanya diterima sebagai nikmat yang terus mengalir, rahmat yang tak terputus, dan syafaat yang senantiasa menyertai. Sebab yang berbuat di dalam maqām ini adalah Sang Cinta sendiri, bukan ego manusia.

Jika seseorang masih merasa tersiksa, merasa diuji, atau mengeluh dalam ibadah dan ketaatan, maka itu tanda bahwa ia belum sampai pada cinta, melainkan masih dalam proses menuju cinta. Orang yang menuju cinta kepada Allah akan selalu bersyukur, dalam keadaan apa pun.

Dikisahkan ada seorang hamba yang sakit selama tiga puluh tahun, namun ia menikmati sakitnya. Ketika ditanya, “Mengapa tidak meminta kesembuhan kepada Allah?” Ia menjawab, “Bagaimana mungkin sesuatu yang datang dari Kekasih dianggap sebagai bala atau musibah?” Baginya, semua yang datang dari Allah hanyalah kebahagiaan.

Ia memandang bahwa apa yang oleh orang lain disebut ujian atau penderitaan, baginya adalah nikmat, rahmat, dan syafaat. Bahkan ia berpesan agar kisah hidupnya tidak diceritakan kepada siapa pun semasa ia hidup. Baru setelah wafat, kisah itu boleh disampaikan. Sebab cinta sejati tidak membutuhkan pengakuan.

Cinta itu tanpa pamrih. Seseorang cukup berbahagia hanya dengan berbuat dan melihat yang dicintainya bahagia. Jika seseorang mengaku cinta, tetapi masih merasa sakit, tersiksa, dan menuntut balasan, maka itu bukan cinta—melainkan ego yang menyamar sebagai cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Over View

PERTUMBUHAN ILMU-ILMU ISLAM DI MADRASAH

(Nana Masrur) Kompetensi Dasar : Mampu Menguraikan Pertumbuhan Ilmu-Ilmu Islam di Madrasah Indikator : Madrasah dan Perkemb...