Muhammad, wahyu dan wafat
Lembaran sejarah Islam catatkan tinta hitam diatas putih bahwa Nabi Muhammad s.a.w. pertama kali menerima Wahyu dari ALLAH ketika beliau berumur 40 tahun dan sedang berada dalam gua Hira di Jabal Nuur sekira 6 kilonreter dari Masjidil Haraam. Dan Wahyu terakhir diturunkan kepada beliau yaitu ketika beliau 63 tahun atau tahun 10 Hijriah di Jabal Rahmah di Arafah sewaktu beliau datang dari Madinah bersama 10.000 umat Islam menunaikan ibadah Hajji.
Beberapa bulan kemudian yaitu tanggal 12 Rabiul Awal beliau berpulang ke Rahmatullaah, karenanya Ibadah Hajji pada tahun 10 itu dinamakan orang dengan Hajji Wada' yang berarti Hajji untuk Pamitan.
Semua Firman ALLAH yang diturunkan kepada beliau kini tercantum dalam Alquran, tiada satu Wahyu yang terkecuali, semuanya tersusun dalam 114 surat, wahyu yang perrama turun ialah Ayat 96:1 sampai dengan 96:5, dan wahyu terakhir ialah Ayat 5:3.
Di Makkah Firman pertama teLah diturunkan kepada Nabi, dan di sana pula Wahyu terakhir beliau terima, berisikan kesimpulan bahwa ALLAH TELAH MENYEMPURNAKAN AGAMA UNTUK KEPENTINGAN HIDUP manusia dan meredhai Islam itu untuk dihayati dalam sejarah bergenerasi. Dan yang terakhir ini di terima Nabi sewaktu melakukan ibadah Hajji waktu mana beliau sedang berada dalam lingkungan masyarakat ramai.
Maka Wahyu pertama dan yang terakhir tadi telah mengepung peradaban manusia dalam segala bidang kehidupan, tinggal lagi pelaksanaannya pada setiap diri, apakah menjuruskan nasibnya kepada bentuk yang diredhai ALLAH atau sengaja berlalai-lalai dan membiarkannya tertinggal dalam keenkaran yang membawanya kepada ketidaktentuan yang sangat menyedihkan.
ALLAH telah menunjukkan jalan hidup pada garis hukum sempurna terserah pada manusia apakah akan bersyukur atau tidak menghargainya. ALLAH telah menentukan manusia dapat melihat, mendengar, dan berfikir untuk menyadari hidupnya di dunia kini, namun semua itu dijadikan-NYA sebagai alat penguji tentang kecerdasan dan kepatuhan manusia itu. Sementara itu ALLAH senantiasa mengetahui dan menilai setiap gerak tindak manusia itu zahir batin sampai ke akhir hayat masing-masingnya:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ ﴿١٦﴾
50:16. Sesungguhnya KAMI ciptakan manusia itu, dan KAMI mengetahui apa yang diwas-waskan dirinya, dan KAMI lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.
وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ۖ ذَٰلِكَ مَا كُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ ﴿١٩﴾
50:19. Dan datanglah sakratul maut secara logis, itulah yang engkau tidak dapat menantangnya.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ ﴿١٦﴾
50:16. Sesungguhnya KAMI ciptakan manusia itu, dan KAMI mengetahui apa yang diwas-waskan dirinya, dan KAMI lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.
وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ۖ ذَٰلِكَ مَا كُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ ﴿١٩﴾
50:19. Dan datanglah sakratul maut secara logis, itulah yang engkau tidak dapat menantangnya.





