Arab-Jawa sekarang
Penjajahan kebudayaan telah menyebabkan kehancuran yang amat parah dalam hati nurani dan jalan pikiran mereka. Mungkin diantara kita akan menjumpai salah seorang dari mereka yang berusia 40 atau 50 tahun, tetapi diapun tidak mengetahui bagaimana caranya Shalat, adapun pengetahuannya tentang ilmu ke-Islaman lainnya berkisar pada angka nol.
Ironi mereka adalah generasi yang kosong otak dan lowong hatinya ini menjadi mangsa empuk bagi aliran materialisme, zending dan missi, serta makelar Barat, karena bagaimana juga besarnya jabatan yang diserahkan kepada mereka, tetapi dari segi keagamaan, belum lagi melampaui taraf anak-anak.
Kafir terhadap sebagian Alquran berarti kafir kepada keseluruhannya. Padahal Islam merupakan penyelesaian satu-satunya terhadap kesulitan kita di zaman modern ini dan tak ada halangan buat kembali kepada agama kita itu seandainya kita mau.
Kita amat sedih melihat bahwa orang-orang Arab-Jawa meninggalkan risalat mereka yang agung atau menerimanya secara acuh tak acuh dan santai. Atau hanya melaksanakan apa yang mereka rasa baik, dan mengabaikan apa yang tidak berkenan di hati mereka. Atau merasa takut kepada manusia tetapi tidak takut pada ALLAH TA'ALA.
Hanya sampai waktu ini diantara kita belum lagi melihat kecenderungan yang sungguh-sungguh terhadap Islam yang akan mengembalikan bangunan ummat Arab-Jawa ke dalam bingkainya yang nyata.
"Itulah sebenarnya rahasia kegelisahan dan kepiluan hati ini..."
#paham...!!
