Al-Qur'an dan Perkembangannya

Peradaban manusia membuktikan kebenaran ayat Al Quran, ternyata kemajuan manusia itu berkembang dari suatu fase kepada suatu fase lainnya secara berangsur-angsur. Abad kini, manusia lebih maju dari pada abad yang lalu, tetapi pada abad yang mendatang akan lebib maju lagi dan masih sanggup berbuat seperti pada abad yang lampau, berdasarkan peninggalan neneknya yang baru saja berlalu.

Manusia lupa dengan hal-hal yang terjadi pada prasejarah karena kejadian-kejadian itu adalah hal2 yang bersangkutan dengan kenangan dan moriel yang tiada faedahnya selintas pandang dalam kehidupan sehari-hari. Demikirn dia terbenam dalam soal-soal material, fact and concrete, yang menunjukkan :
1. Kelemahan manusia dalam mengingat dan berfikir.
2. Kecenderungan hati kepada hal-hal yang dekat menyangkut dengan dirinya.

Sejarah peradaban manusia baru berumur sejauh lebib kurang empat ribu tahun, dimulai kira-kira pada zaman Nabi Ibrahim, itupun sebagian besar diperdapat dari kitab-kitab suci Taurat, Injil, dan Al Quran, sedangkan hal-hal sebelumnya dinamakan pra-sejarah, yaitu kejadian-kejadian yang tidak diketahui. Orang tidak tahu apa-apa dengan keadaan nenek moyangnya. Nabi Noah dan Adam kecuali apa yang telah diterangkan ALLAH dalam Al Quran.
ALLAH tidak mempunyai suatu kewajiban untuk menurunkan kitab-kitab suci-NYA kepada manusia, karena disamping tidak adanya sesuatu yang bisa memberikan kewajiban itu kepada-NYA, juga manusia telah diberikan kelengkapan hidup secukupnya, melebihi dari makhluk lainnya, bermental dan moral untuk rencana laba rugi. Walaupun begitu ALLAH menurunkan juga petunjuk-petunjuk-NYA selaku rahmat dan kasih sayang-NYA pada manusia, dengan maksud:
1. Al Quran yang berisikan penerangan pokok-pokok dasar dari setiap problem dipermukaan Bumi ini mengandung hukum-hukum dan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan peradaban manusia sampai keakhir zaman, dan memberi pertanda-pertanda bahwa Pencipta yang Kuasa Esa itu memang ada bukanlah dongeng dan candu masyarakat semata.
2. Berhubung dengan manusia itu bersifat lemah dan cenderung pada hal-hal yang lebih dekat menyangkut dengan kepentingan dirinya dari waktu kewaktu dalam kebidupan sehari-hari, maka Al Quran memberikan pokok-pokok pemikiran sebenarnya dalam hal laba rugi pada kehidupandunya kini, selaku SEBAB dan diakhirat nanti selaku AKIBAT, yang pasti ditemui oleh setiap diri. Jadi Al Quran itu mencegah, bahkan lebih tepat merenggutkan manusia dari keadaan yang terlampau jauh terbenam dalam alam material didunia ini.
3. Agar manusia nantinya dialam akhirat tidak mempunyai alasan untuk mendebat keputusan ALLAH tentang resiko yang di pikulkan kepadanya, maka Al Quran itu telah di jamin ALLAH kesempurnaannya. Tak akan dipalsukan oleh tangan manusia dan ALLAH menjaganya sampai ke akhir zaman. Utama lagi Al Quran itu diturunkan untuk seluruh manusia bukan seperti Taurat dan lnjil yang khusus untuk Bani Israil melulu. Jadi Al Quran itu adalah jala kepungan ALLAH bagi seluruh manusia, untuk tidak dapat mengelakkan diri ataupun menyanggah setiap ketentuan dan hukum ALLAH, yang telah dan berlaku nantinya.
Pada hakekatnya memang manusia amat beruntung dengan kedatangan Al Quran yang disampaikan oleb Muhammad. Peradaban manusia kini amat banyak berhutang budi kepada kitab suci itu, bukan hanya dinyatakan oleh pihak Muslimin sendiri malah juga diakui oleh pihak lain di luar Islam sendiri yang memakaikan pemikirannya secara adil tidak berat sebelah. Ini mereka nyatakan atas penyelidikannya tentang sejarah yang berlaku, dan ini mereka tuliskan hitam diatas putih.
Orang dapat memperhatikan bagaimana Muslimin Arab telah meningkatkan peradabannya yang oleh dunia kini dijadikan modal utama untuk kemajuan pesat dalam segala bidang peradaban. Semuanya itu berasal dari Al Quran yang diwahyukan ALLAH kepada Muhammad. Orang mengatakan Al Quran itu adalah karangan Muhammad semata, tetapi adakah orang mengarang tentang hal-hal gaib ribuan tahun sebelumnya dan sesudahnya sedangkan ramalan itu benar ada realitanya semuanya? Adakah biasanya orang yang mengarang itu tidak pandai tulis baca seperti Muhammad yang tak pernah keluar dari Saudi Arabia selama hidupnya, sedang ramalan itu mencakup keseluruhan keadaan dan peradaban menusia Bumi seluruhnya.
Manusia hidup bagaikan dalam gelap dan meraba-raba di timur maupun di barat, baik Yunani maupun Rumawi, baik penganut Injil dan Taurat, yang oleh ahli sedjarah barat dinamakan masa itu sebagai masa pra-ilmiah yang oleh kalangan Islam dinamakan zaman jahiliah. Muncullah Muhammad dengan Al Quran bagaikan obor yang cemerlang menerangi Bumi ini disegala pelosok. Satu diantara begitu banyak bukti yang hendak kita sodorkan disini, ialab sebagai apa yang telah dinyatakan oleh BRIFFAULT dalam bukunya: Making of Humanity tercantum dalam buku Dr. Muh. lqbal" Pembangunan Kembali Alam Pikiran Islam “halaman 152" http://nanamasruri.blogspot.co.id/?m=1
,,Hutang ilmu pengetahuan kita kepada ilmu pengetahuan Muslimin Arab tidaklah terdiri dari penemuan-penemuan yang menakjubkan dari theori-theori revolusioner, Ilmu pengetahuan berhutang lebib banyak lagi kepada kebudayaan Muslimin Arab.
Adanya Ilmu pengetahuan itu adalah karenanya,dunia purbakala adalah seperti kita lihat pra ilmiah Astronomi dan mathematik dari orang Yunani adalah suatu import asing yang tiada sepenuhnya disesuaikan dengan udara kebudayaan Yunani.
Ilmu pengetahuan adalah sumbangan terpenting dari peradaban Arab Islam kepada dunia modern tetapi buahnya telah lambat berkembang.
Lama sesudah kebudayaan Islam merosot kedalam kegelapan barulah raksasa yang dilahirkan itu bangkit dengan kekuasaannya. Bukanlah ilmu pengetahuan saja yang telah membawa Eropa kembali kepada kehidupan, pengaruh lain dan aneka macam dari kebudayaan Islam telah menyampaikan pijarnya yang pertama pada kebidupan Eropa itu."

Jelaslah bahwa ilmu pengetahuan itu semuanja datang dari ALLAH dan memang setiap generasi manusia dari pertama dulunya telah diberikan pcngetahuan sesuai dengan perkembangan perdabannya, tetapi datangnya Al Quran menyebarkan pengetahuan itu secara serempak hingga benar-benar dirasakan perpisahan dari fase yang gelap kepada tingkat yang cemerlang yang kemudian dinamakan peredaban modern. Kepada Nabi-nabinya oleh ALLAH diberikan pengetahuan yang istimewa dibanding dengan peradaban ummat pada zamannya, tetapi apa yang telah didapat Nabi2 itu kebanyakan dibawanya mati tidak berkembang pada ummatnya. Begitu yang terjadi pada Ibrahim, Suleman dan lainnya yang seharusnya menjadi bahan pemikiran bagi umat kemudiannya. Semua itu adalah ketentuan Tuhan agar jangan terdapat kontradiksi antara peradaban yang berlaku dengan ilmu yang disampaikan. Hal itu dinyatakan ALLAH dalam firmannya:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِّن قَبْلِكَ مِنْهُم مَّن قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُم مَّن لَّمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ ۗ وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَن يَأْتِيَ بِآيَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ فَإِذَا جَاءَ أَمْرُ اللَّهِ قُضِيَ بِالْحَقِّ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْمُبْطِلُونَ ﴿٧٨
40:78. Sungguh telah Kami utus rasul-rasul sebelum engkau. Dari mereka ada yang Kami ceritakan atasmu dan dari mereka ada yang tidak Kami ceriterkan atasmu. Tiada bagi rasul untuk mendatangkan ayat kecuali dengan izin Allah, ketika telah sampai perintah Allah, terlaksanalah secara logis, dan merugi ketika itu orang-orang yang keliru.
______
Maha Suci Allah, dengan segala firmanNya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Over View

PERTUMBUHAN ILMU-ILMU ISLAM DI MADRASAH

(Nana Masrur) Kompetensi Dasar : Mampu Menguraikan Pertumbuhan Ilmu-Ilmu Islam di Madrasah Indikator : Madrasah dan Perkemb...