GURU AGAMA DAN DA'I [2]

______ ____ ____ ____ ____

`als salaamu 'alay–kum, wa rahmatu–`allaahi, wa barakaatu–huu.

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّــــــهِ الرَّحْــــــمَنِ الرَّحِــــــيْم
الحمــد للــه والصــلاة والســلام علــى رســول اللــه
وعلــى آلــه وصحــبه أجمعــين, أما بعد

Saudara dan Saudariku yang dirahmati Allāh Subhānahu wa Ta'āla.

ALLAH juga tidak menjadikan perbedaan kasta di antara manusia ramai, tiada yang tinggi derajat antara sesamanya.

Manusia dilahirkan sama dalam derajat, walaupun dia anak Nabi, anak raja, ataupun anak seorang kuli miskin, karena yang mulia menurur penilaian ALLAH ialah mereka yang lebih insaf mengenai kehidupan dunia kini, 49/13.

Hal ini hendaklah lebih diperhatikan oleh para Da'i dan guru agama agar tidak timbul perbedaan kasta di antara orang-orang beriman.

Semua Mukminin itu bersaudara tanpa kasta dengan sikap mana penyiaran pengetahuan agama lebih serasi dan efektif.

Atas dasar-dasar tersebut hendaklah disampaikan hanya apa yang diketahui saja bersumberkan Alquran hingga setiap pertanyaan bisa dijawab dengan benar tanpa kekeliruan dalam penyelewengan.

Sementara itu para murid dan orang-orang Islam umumnya hendaklah tidak menanyakan sesuatu persoalan di luar acara yang disampaikan Da’i atau guru.

Inilah yang dimaksud ALLAH pada Ayat 5/101, yang perinciarmya sebagai berikut:

✔ 1. Da'i hanya menyampaikan ilmu yang didapatnya dari sesuatu Ayat Alquran, dan pendengar boleh menanyakan lebih mendetail tentang apa yang disampaikan itu.
✔ 2. Pendengar dilarang menanyakan sesuatu kecuali persoalan yang diterangkan oleh Da'i. Kalau pertanyaan dimajukan mengenai masalah lain yang tidak jadi acara maka jawabannya mungkin tidak ilmiah, tidak terarah, dicampuri tradisi kolot yang tidak disenangi pendengar.
✔ 3. Namun bertanya itu adalah hak setiap pribadi tentang mana ALLAH bersikap pengampun penyayang, tetapi ingatlah bahwa pengetahuan Da'i sangat terbatas karena dia adalah juga manusia biasa yang mengetahui sesuatu secara berangsur dengan belajar.

Setiap orang mendapat kedudukan sebanding dengan nilai keinsafan dan usaha masing-masing:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنفُسَكُمْ ۖ لَا يَضُرُّكُم مَّن ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ١٠٥

5/105. Wahai orang-orang beriman, atasmu dirimu. Tidaklah orang sesat membahayakan kamu ketika kamu mendapat petunjuk. Kepada ALLAH tempat kembalimu semua lalu DIA kabarkan padamu apa yang telah kamu kerjakan.

فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَىٰ إِلَيْكَ وَحْيُهُ ۖ وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا ١١٤


20/114. Mahatinggi ALLAH Raja yang logis, janganlah bergegas dengan (penganalisaan) Alquran sebelum wahyu-NYA dilaksanakan (ilmunya) padamu, dan katakanlah: “TUHAN-ku, tambahlah ilmu padaku.”

Memang benar bahwa ilmu yang terkandung dalam Alquran bukan dibukakan ALLAH bagi orang-oiang beriman sekaligus, tetapi bertahap sebanding dengan tingkat peradaban dan keinsafan pada mana nilai pendidikan bertauhid sangat menentukan, begitupun nilai pelajaran logis dalam agama Islam.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Over View

PERTUMBUHAN ILMU-ILMU ISLAM DI MADRASAH

(Nana Masrur) Kompetensi Dasar : Mampu Menguraikan Pertumbuhan Ilmu-Ilmu Islam di Madrasah Indikator : Madrasah dan Perkemb...