MI'RAJ

Kenapa dikatakan orang bahwa Nabi Muhammad menjemput perintah Shalat sewaktu Mi’rajnya? Bukankah sebelurm Mi’raj itu Nabi dan orang-orang beriman sudah melakukan Shalat?

Memang banyak didengar keterangan yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad sewaktu Mi’rajnya menerima perintah Shalat langsung dari ALLAH. Ditambahkan pula dengan cerita pertemuan beliau dengan beberapa orang Nabi di langit, di antaranya Nabi Musa yang mengusulkan agar Shalat yang diperintahkan 50 kali sehari dikurangi, untuk mana Nabi Muhammad berulang kali kembali naik menemui ALLAH untuk memohon agar perintah itu diringankan, dan diringankan lagi. Akhirnya terdapatlah kata putus bahwa Shalat harus dilaksanakan lima kali dalam sehari. 

Dalam hal ini banyak sekali yang harus dibicarakan, tentunya berdasarkan Firman ALLAH pengalaman dan logika karena memang Islam adalah agama logis, cocok dengan capaian pemikiran wajar.

1. Berdasarkan Ayat 33/40, ternyata Muhammad ditentukan ALLAH sebagai Nabi terakhir, penutup para Nabi. Jika benar beliau menemui Nabi-Musa di langit begitupun Nabi lainnya, maka kelirulah Ayat  33/40 tadi, padahal berulang kali dinyatakan dalam Alquran bahwa Ayat-ayat Suci itu tidak pernah mengandung keraguan, kekeliruan, dan pertantangan.

Pengalaman dan pemikiran membuktikan bahwa Ayat 33/40 adalah benar, tiada Nabi lain sewaktu Muhammad hidup dan pada waktu sesudahnya. Beliau tidak pernah bertemu seorang Nabi manapun di dunia ini. Sebab itu jelaslah bahwa keterangan tadi palsu, salah, atau dongeng yang dipalsukan.

2. Dikatakan Muhammad bertemu dengan Nabi Musa dan beberapa Nabi lain yang dulunya bertugas di Bumi dan telah mati sekira ratusan atau ribuan tahun sebelumnya. Ini berarti bahwa para Nabi tersebut hidup kembali lalu berjumpa dengan Muhammad.

Keterangan ini pun berlawanan dengan pengalaman dan pemikiran wajar, apalagi dengan ketentuan ALLAH pada beberapa Ayat Suci seperti misalnya Ayat 40/11, bahwa manusia hanyalah hidup dua kali dan mati dua kali. Mati pertama sebelum manusia dilahirkan ibunya, mati kedua yaitu kematian yang setiap diri harus mengalaminya di dunia kini. Sementara itu hidup pertama ialah hidup di dunia kini, dan hidup kedua yaitu kebangkitan semua diri di Akhirat nanti. Itulah dua kali mati dan dua kali hidup yang pasti terlaksana, maka tiada hidup dan tiada mati selain dari itu. Karena itu teranglah keterangan tadi suatu kepalsuan yang sengaja diada-adakan.

3. Dikatakan Muhammad bertemu dengan Nabi Musa di langit begitupun dengan beberapa Nabi lain. Istilah langit sudah lama menjadi sebutan, tetapi dalam Alquran dipakai dengan istilah "samawaat.'' Menurut Ayat 65/12, ternyata samawaat itu planet-planet yang wujud dan keadaannya sama dengan Bumi. Memang ada tujuh planet mengorbit diatas Bumi mengelilingi Surya, planet-planet itu ialah Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto, dan Muntaha.

Menurut pemikiran wajar, tidak mungkin para Nabi tersebut akan dijumpai Muhammad di planet lain karena Musa misalnya sudah lama meninggal dunia dan berkubur di Bumi. Kalau akan ditemui juga, tentulah yang mungkin ditemui adalah tulang belulangnya di Bumi, bukan di planet lain apalagi dalam keadaan hidup segar. Keadaan inipun membuktikan bahwa keterangan tadi hanyalah isapan jempol dengan maksud tertentu.

4. Dikatakan bahwa Nabi Musa telah mengusulkan kepada Muhammad agar naik kembali menemui ALLAH untuk memohon perintah Shalat dikurangi dari 50 kali menjadi 5 kali sehari. Dalam hal ini timbul pertanyaan, apakah Nabi Musa lebih cerdas daripada Muhammad? Apakah dengan itu orang-orang Yahudi bermaksud meninggikan Nabi pembawa Taurat daripada Nabi pembawa Alquran? Sebaiknya orang-orang Islam mempertimbangkan masak-masak sebelum membenarkan dongeng tak teranalisakan itu.

5. Dikatakan Muhammad naik kembali menemui ALLAH untuk memohon agar perintah Shalat 50 kali sehari dikurangi dan dikurangi hingga menjadi 5 kali sehari, yaitu sepuluh persen dari jumlah yang ditetapkan bermula. 

Semisalnya seorang pedagang menyatakan harga barangnya 50 rupiah kemudian sesudah tawar-menawar, barang itu dijualnya 5 rupiah, maka pada otak si pembeli akan timbul suatu anggapan bahwa pedagang itu sangat kejam atau kurang waras. Sebaliknya pedagang waras yang menghadapi penawar barangnya sepuluh persen dari harga yang ditetapkannya, tentu tidak akan meladeni penawar itu karena dianggapnya kurang waras. 

Dalam pada itu Ayat 6/115, 10/64, menyatakan tiada perubahan bagi kalimat ALLAH, dan Ayat 33/62, 35/43, menyatakan tiada perubahan bagi Ketentuan ALLAH dan Ayat 30/30 menyatakan tiada perubahan lagi Ciptaan ALLAH. Jika masih berlaku tawar menawar antara Muhammad dan ALLAH mengenai jumlah Shalat setiap hari, tentulah pernyataan ALLAH pada beberapa Ayat Suci tersebut tidak benar. Namun menurut pemikiran wajar, tidaklah mungkin berlaku tawar-menawar antara Khaliq dan makhluk-NYA.

6. Dikatakan bahwa sewaktu Mi’raj, Nabi menjemput atau menerima perintah Shalat dari ALLAH, kemudian sesudah berjumpa dengan Musa, beliau naik kembali berulang kali menemui ALLAH untuk memohon keringanan. Hal ini menyimpulkan bahwa ALLAH tidak ada di Bumi atau di langit tempat Nabi Musa itu berada. 

Sungguh keadaan demikian sangat bertantangan dengan Firman ALLAH yang banyak tercantum dalam Alquran, terutama Ayat 50/16, dan 57/3, di mana dinyatakan bahwa ALLAH ada di mana saja bersama setiap diri. malah DIA lebih dekat kepada seseorang daripada urat leher orang itu sendiri. Sebab itu, nyata sekali keterangan tadi batal atau sengaja dimasukkan ke dalam masyarakat Islam oleh penganut agama lain.

7. Dalam Alquran dinyatakan bahwa para Nabi serta pengikutnya sudah melakukan Shalat sebagaiman mestinya sebelum Muhammad lahir di Makkah, begitupun Nabi ini sendiri sebelum dimi'rajkan selama 11 tahun masa kenabiannya. Bahkan Muhammad diperintah ALLAH untuk melaksanakan ajaran Ibrahim begitu juga kita semua seperti tersebut pada Ayat 3/95, 6/161, 16/123, dan 22/78, maka keterangan yang menyatakan Muhammad menjemput perintah Shalat sewaktu Mi'rajnya menyimpulkan bahwa Nabi ini tidak pernah Shalat selama 11 tahun kenabiannya, juga menyimpulkan bahwa doktrin Ibrahim belum sempurna dan semua Rasul selama jutaan tahun sebelum Muhammad tidak pernah melakukan Shalat. Hal ini bertantangan dengan pemikiran wajar dan berlawanan dengan Ayat 42/13 yang maksudnya:

تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ ۚ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَ‌ٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ ﴿١٣﴾

42/13. DIA syariatkan bagimu dari agama itu apa yang DIA wasiatkan pada Nuh dan yang KAMI wahyukan kepadamu serta apa yang KAMI wasiatkan pada lbrahim dan Musa dan Isa agar kamu mendirikan agama itu dan jangan berpecah-pecah padanya. Sangat besar atas orang-orang musyrik apa yang engkau seru mereka kepadanya. ALLAH memilih kepada-NYA siapa yang DIA kehendaki serta menunjuki kepada-NYA siapa yang kembali.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban KISI- KISI Kelas 8 - 2025

RINGKASAN MATERI SAS SMT 1 KELAS 7 | 2025-2026

Birth Control