Dzikr
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman : وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku [i] , maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (QS : Thaha [20] : 124) Beliau Rohimahullah mengatakan makna وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْذِكْرِي : “Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, adalah dari adz dzikr yang diturunkannya. Kata ذِكْرِ Adz dzikr dalam ayat ini merupakan mashdar (kata benda yang dibentuk dari kata kerja) yang disandarkan kepada fa’il (pelaku suatu kata kerja), seperti قِيَامِيْ (berdiriku) dan bukanlah penyandaran kepada maf’ul (objek suatu kata kerja) sehingga maknanya bukanlah “Barangsiapa yang berpaling dari berdzikir kepadaku”. Penjelasan yang paling baik tentang makna Kata ذِكْرِ Adz dzikr dalam ayat ini adalah idhofah/penyandaran kepada nama/asma’ dan bukannlah makna idhofah mashdar kepada ...