Postingan

Menampilkan postingan dari November 2, 2013

HAJI

IBADAH HAJJI a. Orang-orang yang datang dari berbagai peiosok Bumi, bukanlah berjalan kaki naik hajji ke Makkah tetapi dengan memakai kendaraan atau alat penghubung terutama pada masa mendatang waktu mana ketentuan hukum mengenai hajji t etap berlaku. Istilah "rijaalan" bukanlah berarti "berjalan kaki" tetapi "berlaki-laki" berasal dari kata "rijaal" yang tertulis pada 2/239, 2/228, 4/1, 4/32,4/98, 7/46, 7/48, 7/81, 12/109, 24/37, 27/55, 29/29, dan 72/6. Karena itulah perempuan-perempuan yang bermaksud naik Hajji diharuskan pergi dengan laki-laki sebagai pelindungnya. Istilah "dhamir" bukanlah berarti "onta yang kurus" tetapi "kendaraan" atau alat penghubung. Bagaimana pula orang dapat mengarungi daerah padang pasir ataupun pergi naik Hajji ke Makkah dengan mengendarai onta yang kurus ? Kalau orang hendak memakai onta juga tentu dia memilih onta kuat sehat, bukan onta kurus yang mungkin ma...

Akhirat

Keadaan manusia di Akhirat nanti Ayat suci ini menyatakan bahwa kesadaran setiap manusia, termasuk orang-orang kafir, akan terkumpul sepenuhnya di Akhirat nanti, di mana mereka dapat mengetahui betapa kesalahan yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia, tetapi kini mereka masih meragukan adanya Akhirat itu bahkan buta ilmu tentang hari berbangkit nanti. بَلِ ٱدَّٲرَكَ عِلۡمُهُمۡ فِى ٱلۡأَخِرَةِ‌ۚ بَلۡ هُمۡ فِى شَكٍّ۬ مِّنۡہَا‌ۖ بَلۡ هُم مِّنۡهَا عَمُونَ 27/66. Akan tetapi akan terkumpul ilmu mereka di Akhirat nanti malah mereka dalam keraguan tentangnya (Akhirat itu), bahkan mereka buta tentangnya. ** Lihat: ISTILAH

Ciptaan

Kedua ayat suci ini menjelaskan bahwa Bumi ini telah diciptakan pertama kali waktu mana kutub utara Bumi berada di Makkah kini dan selatannya di Kepulauan Berbahaya Pasifik. Pengulangan ciptaan itu dilaksanakan sewaktu topan di zaman Nabi N uah dengan merobah peta permukaan Bumi jadi berpulau-pulau dan perpindahan kutub utara ke Arktik dan selatan Antartik kini. Perwujudan terakhir tanpa robah akan dilakukan Allah pada Hari Kiamat nanti sebagai ciptaan terakhir. أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ ڪَيۡفَ يُبۡدِئُ ٱللَّهُ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ ۥۤ‌ۚ إِنَّ ذَٲلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ۬ 29/19. Tidakkah mereka perhatikan betapa Allah memulai ciptaan itu, kemudian mengulanginya ? Bahwa yang demikian mudah saja bagi Allah. قُلۡ سِيرُواْ فِى ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ ڪَيۡفَ بَدَأَ ٱلۡخَلۡقَ‌ۚ ثُمَّ ٱللَّهُ يُنشِئُ ٱلنَّشۡأَةَ ٱلۡأَخِرَةَ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ ڪُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدِيرٌ۬ 29/20. Katakanlah, "berjalanlah di Bumi ini lalu perhatikanlah betapa Allah telah memulai ciptaan itu,...