Postingan

Menampilkan postingan dari April 18, 2016

33. Bagaimana cara menyakinkan diri bahwa Allah memang ada meskipundalam keadaan gaib?

Ada dua macam cara untuk meyakini adanya Allah dalam gaib ; bahwa DIA selalu ada di segala zaman, di semua tempat. DIA yang awal dan yang akhir, pencipta dan pengatur segalanya 1. Wujuda benda konkrit. Bahwa alam semesta ini tak mungkin ada kalau tidak ada yung menciptakan dan yang mengaturnya. Tetapi alasan ini dapat dibantah fihak atheis bahwa semuanya telah berlaku menurut hukum alam yAng terkandung dalam setiap materi. Semuanya berlangsung secara evolusi. Setiap benda harus patuh dan memang telah patuh pada hukum alam dalam evolusinya, di mana tidak ada yang dikatakan gaib, dan tidak ada Tuhan yang gaib. Bahwa setiap benda dalam alam semesta ini mengalami sifat dan hukum tersendiri, ada yang pahit dan yang manis, ada yang kecil dan ada yang besar, ada yang melayang di udara dan ada yang menyelam dalam air, pada mana hukum evolusi tak mungkin dipakaikan, walaupun semua benda itu berasal dari Hydrogen yang sama. Dalarn hal ini fihak atheis tak berdaya karenanya merek...

TAKDIR

QADARA Ù‚َدَرَ             Menentukan , 5:34, 6:91, 13:26, dan lain-lain maka QADARA berarti "memberikan ketentuan" 25:2, 34:11, 36:39, dan lain-lain dan QADARU berarti "ketentuan" 15:21, 43:11, 54:49, 77:22, dan lain-lain dan QADARU berarti hal “tertentu” 6:91, 22:74, 65:3, 97:1, MIQDAAR berarti “ketentuan”   13:8, 32:5, 70:4, MAQDUUR   berarti “yang telah ditentukan” 33:38; MUQTADIRU berarti “yang menentukan” 18:45, 43:42, 54:42, 54:55, dan TAQDIIR berarti “ketentuan” 6:96, 25:2, 36:38, 76:16.

AIR, HYDROGEN, MAA-U

MAA-U     Ù…َاءُ 13:4, 15:22, 23:18, 25:48, 50:9, 43:11 dan lain-lain. Namun istilah MAA-U yang tercantum pada ayat 11:7, 14:16, 21:30, 24:45, 25:54, dan 56:31 berarti "hidrogen" yaitu atom asal berisikan Rawasia yang berputar di sumbunya dilingkupi oleh Mar'a. Dalam hal ini juga penulis Bible salah jiplak untuk Genesis dimana dinyatakan Tuhan lebih dulu menciptakan air sebelum sinar,   lihat Genesis I:2 dan I:3. Padahal Alquran ayat 11:7 menyatakan Semesta ini adalah di atas Hydrogen, karena yang ada ini semuanya adalah benda-benda yang berasal dari Hydrogen. Di atas Hydrogen juga berarti, bahwa ciptaan pertama ialah RAWASIA (batang magnet) yang berputar, daripadanya timbul MAR'A yang melingkupi RAWASIA disebut orang dengan Proton yang tak kelihatan, begitu pun MAR'A dengan nama Elektron dan Positron. Di atas Hydrogen yang terdiri dari Proton dan Elektron itulah adanya Semesta raya dengan istilah ARSY pada 11:7. Ayat 14:16 menyatakan penduduk neraka diberi minu...

SEMESTA RAYA, JAGAT RAYA

'ARSY    عَرْØ´ُ Semesta raya, 7:54, 9:129, 10:3 dan lain-lain. Yaitu semua benda angkasa. tersusun rapi sebagai susunan yang diciptakan ALLAH. Hal ini sehubungan dengan istilah 'ARASYA berarti "membangun" pada ayat 7:137, 16:68. Namun 'ARSY yang tersebut pada 12:100, 27:23, 27:38, 27:42, dan jamaknya 'URUUSY tercantum pada ayat 2:259, 18:42,   22:42,   adalah "bangunan" yang disusun manusia. Maka 'ARSY yang diciptakan ALLAH tak mungkin diartikan dengan "bangunan" kecuali "semesta” karena semuanva terdiri dari bintang-bintang. Komet-komet, planet-planet dan Bulan-bulan.

GHAIB, GAIB

GHAIB    غَÙŠْبُ Gaib , juga diartikan karena tiada istilah lain yang cocok untuk maknanya, Ada dua macam yang dikatakan dengan Gaib yaitu wujud ALLAH dan Ruh: juga keadaan seperti yang berlaku di zaman purbakala, di Akhirat nanti, atau yang kejadian di planet yang mengitari bintang lain. Gaib tercantum pada 2:3, 19:61, 27:65, dan lain-lain, jamaknya ialah GHUYUUB pada 5:109, 5:1`16, 9:78, dan 34:48. Ghaib ialah ghaib dan tidaklah   tepat jika diartikan dengan."tak kelihatan" karena banyak wujud yang tidak kelihatan tetapi bukanlah dia ghaib. Namun istilah GHAYAABAH berarti ''kegelapan” pada ayat 12:10.

IONOSFIR, COMET, SA'AH, SHUWARU

SHUWARU       صُÙˆَرَ Ionosfir, 40:64,  64:3, terbentuk dari Mar'a yang mengapung dari permukaan Bumi (lihat MAR'A). Maka istilah SHAWWARA berarti "memberi ionosfir" setiap planet tercantum pada 3:6, 7:11, 40:64 dan 64:3.  Mar'a atau Neutrino yang melingkupi Proton pada setiap atom. Setiap benda terdiri dari atom bersusun jadi molekul, maka yang kelihatan adalah Mar'a yang melingkupi atom tadi. Karena Mar'a itu ada yang mengapung ke angkasa menjadi lapisan Ionosfir tentulah rupa dan warna benda yang dilihat tidak ada yang permanen, semuanya berubah. Sementara itu lapisan Ionosfir planet menjadi semakin tebal dan semakin sempurna. Hal itulah yang dimaksud ALLAH dengan "membaguskan Ionosfirmu" pada ayat suci tadi. Sebaliknya hal demikian menimbulkan iklim permukaan planet semakin sejuk. terbukti dengan semakin melebarnya daerah dingin pada kedua bahagian kutub Bumi. Dalam pada itu Mar'a yang mengapung dari bintang-bintang tersebab berlakunya Ca...

MENJAGA, YANG TERJAGA, MUHSHANAAT

MUHSHANAAT     Ù…ُØ­ْصَÙ†َاتُ Yang terjaga, yaitu perempuan-perempuan yang terjaga atau terpingit dalam rumah tangga Islam  4:24, 4:25, 5:5, 24:4, 24:23, sehubungan dengan MUHSHINIIN berarti “yang menjaga” atau lelaki yang menjaga, dengan AHSHANA besar berarti “menjaga” pada 4:25, 12:48, 21:80, 21:91, 66:12, dan dengan HASHUNA berarti “terjaga” 24:33, serta istilah HUSHUUN berarti"penjagaan" pada ayat 59:2. Jadi  semua orang beriman boleh menikahi MUHSHANAAT kecuali yang bersuami sebagai dinyatakan pada ILLAA MA MALAKAT AIMAANUKUM pada ayat 4:24.

GANDA, MIDAADAA

MIDAADAA   Ù…ِدَادًا Berganda , 18:109, sehubungan dengan MADDA berarti "pergandaan” 19:75, 19:79, MUDDAT berarti “diperganda” 9:4, 84:3, dan dengan  istilah MADADA berarti “perganda” pada ayat 2:15, 3:124, 7:202, 8:9, 13:3, 15:19, 15:88, 17:6, 17:20, 20:131, 22:15, 23:55, 25:45, 26:132, 27:36, 31:27, 50:7, 52:22, 104:9. Istilah itu sehubungan juga dengan MUMIDDU berarti “yang memperganda” pada 8:9, MUMADDADAH berarti "yang berlapis-lapis” 104:9, dan dengan MAMDUUD berarti "yang diperganda”  pada ayat 56:30, 74:2.

BERIRINGAN, MIDRAARAA

MIDRAARAA     Ù…ِدْرَارًا Yang Beriringan, 6:6, 11:52, 71:11, yaitu benda-benda angkasa yang datangnya beriringan. Istilah itu sehubungan dengan DURRIYYU berarti "yang diperiringkan" 24:35, yaitu planet-planet yang mengorbit keliling surga.

YANG BERHUBUNGAN, MARIIJ

MARIIJ  Ù…َرِÙŠْجُ Yang Berhubungan, 50:5, sehubungan dengan istilah MAARIJ berarti "yang menghubungkan" pada ayat 55:15, dan dengan MARAJA berarti “menghubungkan” pada ayat 25:53, 55:19. Jadi menurut ayat 55:15, jin diciptakan ALLAH dari yang menghubungkan adanya api. Hal ini menjadi tugas para ilmuwan untuk menentukan apakah dari wujud yang semacam gas atau sebagainya.

INGIN, MENGINGINKAN, MARIID

MARIID    Ù…َرِدُ Yang Mengingini, 4:117,  22:3, sehubungan dengan MAARID berarti "yang berkeinginan" 37:7, dan sehubungan dengan ARAADA berarti "ingin" pada ayat 2:228, 3:145, 21:17,  dan lain-lain.

PUSAT, TEMPAT DIPUSATKAN, MURSAA

MURSAA    Ù…ُرْسَا Tempat Dipusatkan, 7:187, 11:4l, 79:42, sehubungan dengan ARSAA berarti "pusatkan" 79:32, bahwa ALLAH memusatkan gunung-gunung pada tempat-tempat tertentu dengan puncak-puncak tinggi. Demikian pula Komet dipusatkan dengan kepalanya dan berekor panjang yang akan membentur Tatasurya kita untuk memusnahkan kehidupan konkrit dengan istilah SA'AH pada ayat 79:42 dan 7:187. Begitu pula magnet Bumi. dipusatkan di Arktik dan di Antarktik sesudah berpindahnya dari Makkah dan Tuamoto pada waktu berlakunya topan besar di zaman Nuh. Lihat juga RAWAASIA dan MAJRII.

NEUTRINO, MAR'A

MAR'A Ù…َرْعَ Neutrino , atau elektron bebas, 79:31, 87:4 sehubungan dengan RAA'U berarti "yang memelihara" 23:8, 70:32: juga dengan RA'AA berarti "memelihara" pada ayat 20:54. 57:27. Elektron dan positron adalah wujud yang melingkupi Proton (lihar MAA-U) karenanya dia dinamakan dengan MAR'A. Ketika atom melakukan fissi dan atau fusi keluarlah sebahagian Elekrron dan Positron itu lalu bergabung menjadi Neutrino dengan sifat netral. Maka yang keluar dari planet-planet MAR’A atau Neutrino itu membentuk lapisan Ionosfir yang semakin tebal. Sedangkan yang keluar dari bintang-bintang mengapung ke angkasa bebas menjadi Nebula dan kemudiannya bergabung jadi Komet, lihat SHUUR. Pada ayat 21:32, Ionosfir yang melingkupi Bumi ini disebut dengan SAQFAN MAHFUUZHA atau lapisan terjaga, dan memanglah Mar'a yang mengapung dari permukaan Bumi dikatakan pada ayat 79:31, bersifat menjaga dan terjaga. Diri manusia juga mengapungkan Mar’a dan inilah yang disebut ...

MARWAH

MARWAH  Ù…َرْÙˆَØ©ُ Marwah , 2:158, bersamaan dengan SHAFA  yaitu dua bukit yang berjarak sekira 400 meter, di antaranya orang melakukan SYA’I dalam ibadah hajji. Hal ini melambangkan post kutub magnet Bumi selalu berpindah tempat maksimal 10 derajat dari kutub putaran Bumi' berlaku pada bulan Juni dan Desember, sedangkan pada bulan Maret dan September berada tepat di kutub putaran Bumi. Kejadian tersebut berlaku sesudah topan di zaman Nuh waktu mana kutub-kutub Bumi berpindah tempat. Itulah sebabnya SYA’I harus dilakukan sesudah ibadah Tawaf keliling Ka’bah. Lihatlah MASJIDUL  HARAAM dan KA’BAH.

KA’BAH

KA’BAH    ÙƒَعْبَØ©ُ Ka'bah , 5:95, 5:97. Di tempat itulah rumah pertama yang didirikan untuk manusia Bumi, 3:96. Ka'bah juga dinamakan "rumah  tertua” 22:29, 22:32. Didirikan oleh Ibrahim bersama anaknya lsmall 22:26. Menjadi Sumber ilmu tentang Histori, Geologi, dan sebagainya 2:125. Rumah Mulia dan siapa yang memasuki daerahnya jadi aman 3:97, 5:97, dan 14:37. Rumah yang diberkati atau yang dijaga keselamatannya oleh ALLAH 3:97. Dikatakan juga sebagai Rumah ALLAH dengan kiasan Kemulian-NYA 2:125. Tempat kebesaran Nabi Ibrahim 3:97. Supaya manusia menziarahinya atau menunaikan Hajji kepadanya bagi yang sanggup 3:97. Itulah satu-satunya Rumah yang selalu diramaikan di sepanjang zaman secara aman 3:97 dan 53:4. Dijadikan petunjuk bagi seluruh manusia 3:96. Supaya orang melakukan tawaf keliling Ka'bah itu 2:125, 22:26, 22:29, dengan menempatkan Rumah itu di sebelah kiri melambangkan putaran Bumi dari barat ke timur sembari mengorbit keliling Surya. Ka'bah itu dulunya...

TANYA, YANG DITANYAI, MAS-UUL

MAS-UUL  Ù…َسْئُÙˆْÙ„ُ Yang Ditanyai, atau yang dipertanggung jawabkan 17:34, 17:36, 25:16, 33:15, 37:24, sehubungan dengan istilah SU-ILA berarti “ditanyai” atau dipertanggung jawabkan, 2:119, 2:134, 16:56, 21:23, 28:78, 29:13, 34:25, 43:44, 55:39, 8l:8, dan 102:8. Sering penterjemah salah pasang pada ayat 28:78 dan 55:39. Mereka memahami bahwa jin dan orang-orang berdosa tidak ditanyai atau tidak dipertanggung jawabkan tentang dosanya, padahal semuanya akan ditanyai. Kekeliruan terletak pada susunan istilah LAA YUS-AL ‘AN ZUNUUBIHIMUL MUJRIMUUN. Mereka menyangka Na-ibul Faa’il dalam ayat suci itu adalah MUJRIMUUN, padahal sebenarnya DIA yaitu ALLAH. Begitu pula pula pada ayat 55:39. Sedangkan ayat-ayat suci di atas tadi menyatakan semua orang dipertanggung jawabkan tentang amal dan dosanya, dan lihat arti ayat 21:23. Tidaklah DIA (ALLAH) ditanyai tentang yang yang DIA perbuat, dan merekalah yang ditanyai (dipertanggungjawabkan). Sekiranya istilah-istilah dalam ayat 28:78 diubah su...

MENETUKAN, DITENTUKAN, PERWUJUDAN, TEMPAT TINGGAL

MUSTAQAR  Ù…ُسْتَÙ‚َرُّ Yang Ditentukan, 2:36. 6:67, 6:98, 7:24, 11:6, 25:24, 25:76, 36:38, 75:12, maka istilah MUSTAQIR berarti "yang menentukan" tercantum pada ayat 27:40, dan 54:3. Istilah ini sehubungan dengan QARAAR berarti "perwujudan" pada 14:26, 14:29, 23:13, 23:50, 27:61, 38:60, 40:39, 40:64, 77:21; dengan AQRARA berarti "menyetujui" atau "mewujudkan", tercantum pada 2:84, 18:81, dan dengan ISTAQAR berarti "terwujud" atau berada pada tempatnya, tercanturn pada ayat 7:143. Maka bukanlah MUSTAQAR berarti "tempat tinggal", "tempat istirahat" atau "kediaman", tetapi benarlah "yang ditentukan" sebagai tercantum pada ayat 6:67 dan 36:38.

UTAMA, KEUTAMAAN

MANNU Ù…َÙ†ُّ             Keutamaan , 2:57, 2:262, 2:264, 7:160, 20:80, 47:4, sehubungan dengan MANNA berarti "utamakan" tercantum pada ayat 3:143, 3:164,  4:94, 4:119, 6:53, 12:90, 14:11, 20:37, 26:22, 28:5, 28:82, 37:114, 38:39, 49:17, 52:27, 74:6 juga sehubungun dengan istilah TAMANNA pada ayat 2:94, 2:95, 3:143, 4:32, 28:28, 62:6, 62:7. Maka Mannu yang diberikan kepada Bani Israil tercantum pada ayat 7:160 bukanlah “makanan manis” tetapi "keutamaan" dalam keilmuan sebagai dimaksudkan pada ayat 44:32 dan 45:16.  Lihat SALWAA .

SALAH DIDIK ANAK, Apakah kenakalan remaja disebabkan oleh salah didik dari ibu bapak?

Gambar
P ada hakekatnya memang kenakalan remaja yang terdapat dalam masyarakat ditimbulkan oleh didikan yang diberikan oleh fihak ibu -  bapak , karena setiap anak terpengaruh oleh alam lingkungan, seperti oleh darah turunan, makanan, perbuatan, dan mental ibu - bapaknya.   Sebagai contoh dari keadaan yang berlaku ialah: 1. Diantara yang termasuk golongan kenakalan remaja yaitu free sex,cross boy,  cross girl, pencandu narkotik dan sebagainya. 2. Banyak orang menyalahkan timbulnya kenakalan remaja tersebut pada siaran radio, TV, tontonan film, majalah, bukur-buku yang menyiarkan kejahatan, kepornoan, keduniaan dan sebagainya, padahal semua itu tergantung pada peraturan yang berlaku dalam masyarakat dan pada pemerintah yang menyusun, menetapkan serta mengawasi pelaksanaan peraturan hukum itu sendiri. Tetapi ingatlah bahwa pemerintah tersebut terdiri dari ibu bapak yang melahirkan anak-anak yang terlibat pada kenakalan remaja tadi. 3. Banyak pula orang y...