Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 22, 2019

Rizki

Pada Ayat 51/57 ditekankan bahwa ALLAH tidak merencanakan mendapat rizki dari manusia, dan tidak ingin mendapat makan dari manusia, karena rizki dan makanan itu hanyalah dibutuhkan manusia sendiri dan makhluk lain yang DIA ciptakan, bahkan DIA-lah yang melengkapkan kebutuhan hidup bagi manusia seluruhnya. Walaupun pada umumnya orang mengetahui keadaan demikian tetapi ALLAH sengaja menjelaskan masalah rizki hidup tersebut berulang kali. Hal ini ialah karena naluri manusia sangat tergugah dengan masalah kebutuhan hidup yang oleh masyarakat kini disebut dengan "ekonomi." Maka untuk itu dengan tegas dinyatakan pada Ayat 51/58 bahwa DIA saja yang Pemilik semua rizki, DIA-lah yang mengatur serta menyediakan rizki selaku kebutuhan hidup manusia di dunia kini, tentang mana diperlukan adanya iman, ilmu dan amal di antara masyarakat ramai, yang kita sebut Demokrasi Ketuhanan.

Gugup

Segala sejarah peradaban bangsa manusia yang berlaku di semesta ini adalah telah menjadi ketentuanNYA, bukannya tanpa ilmu dan bukan pula kejadian yang serba kebetulan! Semua telah direncanakan baik tersurat maupun yang tersirat dalam firman suciNYA. Seringkali orang jadi gugup dan tersandung menyampaikan ketentuan tersebut karena dalam pergaulan umum belum dilihat bukti-bukti yang membenarkan. Sebenarnya janjian ALLAH tidak pernah gagal keliru, sebab apapun yang DIA hukumkan adalah dengan perencanaan tepat, maka hal itu sebaiknya menjadi batu ujian bagi masyarakat yang menyatakan diri beriman.     Suatu hal yang biasa dilupakan orang ialah Ayat Alquran yang menerangkan bahwa ALLAH bersama orang-orung yang tabah, yaitu yang tetap teguh pada pendirian, selalu melaksanakan Hukum-NYA di waktu sendirian dan dalam hubungan hidup bersama.       Dari kedua ketentuan di atas didapatlah alasan kenapa tampak orang yang menyatakan diri beriman berada dalam keadaan...

Pendosa

Ingatlah... Setiap diri diuji dengan fitnah jahat dan fitnah baik.  Fitnah itu sendiri adalah kesusahan di mana terkandung ujian dan perkosaan yang datang padanya...  Fitnah jahat yaitu berupa kekurangan harta, diri, dan makanan, hilangnya nyawa; maka gembirakanlah mereka yang ketika mendapat musibah bertabah hati Ialu berkata: "Kami kepunyaan ALLAH dan akan kembali kepada-NYA". Bahkan ALLAH mendatangkan fitnah demikian pada penduduk Bumi sekali atau dua kali dalam setahun, dan kepada orang² yang #menyatakan_diri_beriman fitnah tersebut juga ditimpakan untuk menguji ketabahan mereka dalam mematuhi hukum ALLAH 9:126 dan 29:2.