INGKAR SUNNAH

Sunnah menurut kebanyakan orang (para ulama, guru-guru, penulis kitab-kitab) adalah sumber hukum Islam (pedoman hidup kaum Muslimin) yang kedua setelah Al-Qur’an. Menempati posisi kedua setelah al-Qur’an, as-sunnah memiliki fungsi sebagai bayan atau penafsir yang dapat mengungkapkan tujuan dari al-Qur’an. 

Bagi mereka yang telah beriman terhadap Al-Qur’an sebagai sumber hukum Islam, maka secara otomatis harus percaya bahwa Sunnah juga merupakan sumber hukum Islam. Dalam hubungan dengan al-Qur’an ,maka as-Sunnah berfungsi sebagai penafsir, pensyarah, penjelas atas ayat-ayat tertentu. Dan menurut anggapan kebanyakan mereka, orang yang menolak keberadaan sunnah dikatakan murtad dan mendapat julukan INGKARUSSUNNAH.

Benarkah anggapan kebanyakan orang itu? 
Lalu apakah penjelasan Al Qur’an tentangnya?

PENJELASAN AL QUR’AN TENTANG SUNNAH

Sunnah (سُنَّة) berasal dari kata sanna (سَنَّ) yang artinya menajamkan, menerangkan, atau meletakkan. Sunnatun (سُنَّةٌ) atau jamaknya sunanun (سُنَنٌ) artinya adalah sebaga berikut:
Jalan, bentuk, sistem, metode (طريقة)
Perilaku (طبيعة) Undang-undang/peraturan (شريعة) Perikehidupan/perilaku (السَّيْرَةُ)
Kata sunnah di dalam Al Qur’an disebut sebanyak 18 kali dengan pola سُنَّة, سُنَّتِنَا, سُنَنٌ, dan مَسْنُوْن

SUNNAH ITU KEPUNYAAN ALLAH

Sunnah adalah kepunyaan Allah atau bahasanya sunatullah. Sunnah rasul adalah sunnah Allah yang terjadi atas rasul. Sunnah orang-orang dahulu adalah sunnah Allah yang terjadi atas orang-orang dahulu. Allah menciptakan manusia lalu menjadikan sunnah atasnya.

Dan sesungguhnya benar-benar Kami telah menciptakan manusia itu dari tanah liat berasal dari lumpur yang diberi bentuk (sunnah). QS. 15 ayat 26

Dan ketika Rabb engkau berkata kepada malaikat: “Sesungguhnya aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat berasal dari lumpur yang diberi bentuk (sunnah). QS. 15 ayat 28

Dia (iblis) berkata: “Aku sekali-kali tidak akan ada untuk bersujud kepada manusia yang Engkau ciptakan dari tanah liat berasal dari lumpur yang diberi bentuk (sunnah)”. QS. 15 ayat 33

Masnuun (مَسْنُوْنٌ) atau lengkapnya pada ayat itu hamaa’im masnuun (حَمَاءٍ مَسْنُوْنٌ) secara harpiah artinya lumpur yang diberikan sunnah. Masnuun adalan isim maf’ul yang artinya : “Di-sunahi atau diberikan sunnah”. Kalau sunnah itu mempunyai arti seperti di atas, maka pengertiannya menjadi : Manusia adalah mahluk yang diciptakan dari bahan yang keluar dari lumpur yang mempunyai bentuk, sistem, cara dan jalan (طريقة) Manusia adalah mahluk yang diciptakan dari bahan yang keluar dari lumpur yang mempunyai tabiat/watak (طبيعة)

Manusia adalah mahluk yang diciptakan dari bahan yang keluar dari lumpur yang mempunyai Undang-undang/peraturan/hukum (شريعة) Manusia adalah mahluk yang diciptakan dari bahan yang keluar dari lumpur yang mempunyai Perikehidupan/perilaku (السَّيْرَةُ)

Makna dari ayat di atas bahwa manusia itu awalnya Allah ciptakan dari tanah liat berasal dari lumpur. Kemudian dibentuk dengan bentuk sempurna dibandingkan mahluk lainnya dengan struktur anatomi yang sempurna atau paling bagus. Manusia mempunyai sunnah sehingga membedakan dia dengan mahluk lainnya. Seandainya manusia itu tidak mau lagi mengikuti sunnahnya, maka sifat dan tingkah lakunya sama dengan binatang. Binatang yang tidak bisa menggunakan mata, telinga, dan hatinya untuk selalu memperbaiki diri dan senantiasa berbuat kerusakan. Binatang yang selalu mengikuti hawa nafsunya untuk bersenang-senang dalam kehidupan dunia.

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dengan anatomi yang paling bagus,
kemudian Kami mengembalikannya menjadi yang rendah paling rendah, QS. 95 ayat 4-5

Dan sesungguhnya benar-benar Kami telah isi neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia. Bagi mereka ada hati tidak memahami (ayat-ayat) dengannya, bagi mereka ada mata tidak melihat (ayat-ayat) dengannya, dan bagi mereka ada telinga tidak mendengar (ayat-ayat) dengannya. Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat. Mereka itulah orang-orang yang lalai. QS. 7 ayat 179

Apakah pendapat engkau tentang orang-orang yang mengambil hawa nafsunya sebagai tuhan, apakah engkau menjadi wakil atasnya?
Ataukah engkau mengira, sesungguhnya kebanyakan mereka mendengar atau memahami? Tidaklah mereka melainkan seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalan. QS. 25 ayat 43-44

Sesungguhnya Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke jannah yang mengalir dari bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir bersenang-senang dan makan sebagaimana binatang ternak makan dan neraka tempat tinggal untuk mereka. QS. 47 ayat 12

SUNNAH SEBAGAI JALAN/ATURAN/KETETAPAN ALLAH

Sungguh telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah, maka berjalanlah kamu di bumi maka perhatikanlah bagaimana keadaan akibat orang-orang yang mendustakan. QS. 3 ayat 137

Allah berkehendak untuk menerangkan kepadamu dan menunjukkan kamu sunah-sunah orang-orang yang sebelum kamu dan menerima taubat atasmu. Dan Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Menghukum. Dan Allah berkehendak untuk menerima taubat atasmu sedang orang-orang yang mengikuti syahwat berkehendak untuk menyimpangkan kamu dengan penyimpangan yang besar. QS. 4 ayat 26-27

Ada bermacam-macam sunnah disebut di dalam Al Qur’an:
1) Sunnah Allah
2) Sunnah orang-orang dahulu
3) Sunnah rasul

Mari kita lihat :

1) SUNNAH ALLAH (سنة الله)
SUNNAH ALLAH adalah : Tidak pantas bagi seorang Nabi suatu kesempitan pada apa yang telah Allah wajibkan kepada-Nya sebagai SUNNAH ALLAH pada orang-orang yang telah berlalu sebelumnya. Dan perintah Allah adalah suatu ketetapan yang telah diperhitungkan.QS. 33 ayat 38

Sungguh jika tidak berhenti orang-orang munafik dan orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, orang-orang yang suka bergunjing di dalam kota Medinah, sungguh Kami akan memerintahkan kamu atas mereka, kemudian mereka tidaklah menjadi tetanggamu di dalamnya melainkan sedikit (sebentar), mereka dilaknat. Di mana saja mereka dijumpai, mereka ditangkap dan mereka diperangi dengan sekeras-kerasnya. Sebagai SUNNAH ALLAH pada orang-orang yang berlalu sebelumnya. Dan sekali-sekali engkau tidak akan mendapati perubahan bagi SUNNAH ALLAH . QS. 33 ayat 60-62

Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuat sumpah; sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan, maka kedatangannya itu tidak menambah kepada mereka, kecuali jauhnya mereka dari (kebenaran), karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) SUNNAH (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi SUNNAH ALLAH , dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi SUNNAH ALLAH itu. QS. 35 ayat 42-43

Dan sekiranya orang-orang yang kafir memerangimu, sungguh mereka akan berbalik ke belakang kemudian mereka tidak akan mendapati wali dan tidak pula penolong. SUNNAH ALLAH yang sungguh telah berlalu sebelumnya. Tidak akan ada perubahan bagi SUNNAH ALLAH. QS. 48 ayat 22- 23

Maka tatkala mereka melihat siksa Kami mereka berkata: "Kami beriman dengan Allah satu-satunya dan kami kafir dengan apa yang telah kami persekutukan dengan-Nya.Maka tiadalah bermanfaat iman mereka kepada mereka tatkala mereka melihat siksaan Kami. SUNNAH ALLAH yang sungguh telah berlalu pada hamba-hamba-Nya. Dan di sana merugilah orang-orang yang kafir. QS. 40 ayat 84-85

2) SUNNAH ORANG-ORANG DAHULU (سنَّة الاولين)
SUNNAH ORANG-ORANG DAHULU itu adalah : Dan tidaklah yang menghalangi manusia untuk beriman ketika datang kepada mereka petunjuk itu dan meminta ampun kepada Rabb mereka, melainkan bahwa datang kepada merekaSUNNAH ORANG-ORANG DAHULU atau datang kepada mereka azab itu berhadapan (dengan mereka). QS. 18 ayat 55

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: “Jika mereka berhenti, Dia akan mengampuni mereka apa yang sungguh telah berlalu. Dan jika mereka kembali, maka sesungguhnya telah berlaku SUNNAH ORANG-ORANG DAHULU.. QS. 8 ayat 38

Dan sesungguhnya benar-benar Kami telah mengutus sebelum engkau pada golongan terdahulu. Dan tidaklah datang kepada mereka seorang rasul, melainkan adalah mereka memperolok-olok dengannya. Seperti itulah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang berdosa, mereka tidak akan beriman dengannya dan sesungguhnya telah berlalu SUNNAH ORANG-ORANG DAHULU. QS. 15 ayat 10-13


3) SUNNAH RASUL
Sunnah Rasul itu adalah : Dan sesungguhnya mereka hampir-hampir memalingkan engkau dari Al Qur'an yang telah Kami wahyukan kepada engkau, agar engkau membuat-buat atas nama Kami selainnya; dan kalau engkau berbuat demikian, mereka akan mengambil engkau sebagai sahabat yang dekat. Dan sekiranya Kami tidak meneguhkan engkau, sesungguhnya benar-benar engkau hampir sedikit cenderung kepada mereka (pada) suatu hal, kalau terjadi demikian, sungguh Kami akan merasakan kepada engkau siksa berlipat ganda di dunia dan berlipat ganda sesudah mati. Dan engkau tidak akan mendapati atas siksaan Kami seorang penolongpun. Dan sesungguhnya hampir-hampir mereka menggertak engkau dari negeri itu untuk mengeluarkan engkau daripadanya. Dan jika demikian, mereka tidaklah akan tinggal sepeninggal engkau melainkan sedikit (sebentar).

Sebagai satu SUNNAH RASUL-RASUL kamii yang sungguh Kami telah utus sebelum engkau. Dan engkau tidak akan mendapati perubahan bagi SUNNAH KAMI. QS. 17 ayat 73-77


KESIMPULAN SUNNAH MENURUT AL QUR'AN

Sunnah adalah ketetapan Allah yang terjadi pada orang-orang dahulu dan bisa terjadi pada masa sekarang. Di antara sunnah-sunnahnya itu adalah :

Nabi tidak pernah keberatan terhadap keputusan Allah betapapun sulit dan beratnya yang harus mereka lakukan. Bagi yang mempercayai tawar menawar antara Allah dan Nabi Muhammad tentang rakaat shalat ketika beliau mi'raj ke langit berarti mengingkari sunnah karena telah berani mengatakan nabi keberatan atas keputusan Allah. (QS. 33 ayat 38) 

Orang-orang munafik akan sempit kehidupannya. Di antara sifat-sifat munafik itu adalah berdusta atas nama Allah. Kalau ada yang berdusta atas nama Allah/membuat-buat suatu kedustaan dan mengatakan itu dari Allah atau dari Rasulullah, berarti dia ingkarsunnah. (QS. 33 ayat 60-62)

Sunnah yang terjadi pada masa lalu dan pasti akan berulang hingga kini adalah: mengatakan Al Qur'an tidak sempurna, menolak ketika dijelaskannya, dan berencana jahat terhadap orang yang menyampaikannya. (QS. 35 ayat 42-43)

Kalau ada yang memerangi Al Qur'an, Al Qur'an tidak pernah terkalahkan. Jadi kenapa mesti takut ketika diajak berhujjah tentangnya? (QS. 48 ayat22- 23)

Orang baru mempercayai Al Qur'an sebagai kebenaran satu-satunya saat kematian atau bencana mendatanginya. Jadi jangan berharap akan banyak yang menerimanya (QS. 40 ayat 84-85)

Pengingkaran terhadap kebenaran Al Qur'an terjadi sejak zaman Rasulullah masih hidup. Jadi jangan risau kalau banyak yang menentang setelah sepeninggalnya. (QS. 18 ayat 55)

Siapa yang beriman maka kebaikan buat dirinya, dan siapa yang mengingkari, Allah akan menghukum. (QS. 8 ayat 38)

Al Qur'an diperolok-olok dan yang membacakannya akan dimusuhi. (QS. 15 ayat 10-13)

Lalau apakah itu SUNNAH RASUL?

SUNNAH RASUL itu adalah adalah ketetapan Allah yang terjadi pada para rasul/utusan pembawa risalah dan bisa terjadi pada masa sekarang atas orang-orang yang menyampaikan Risalah/Al Qur'an.

SUNNAH RASUL yaitu:

Umat Rasulullah Muhammad menolak Al Qur’an sebagai satu-satunya ajaran Allah. Mereka berkeinginan beliau membuat selain Al Qur’an atas nama Allah. Kalau beliau memenuhi keinginan mereka : Mereka akan menerima beliau sebagai orang yang paling dekat dengan mereka. Tetapi Allah akan menyiksanya berlipatganda di dunia dan berlipatganda setelah beliau wafat tanpa ada satupun yang menolongnya sekalipun umatnya sendiri.

Rasulullah menolak karena bertentangan dengan Al Qur’an sebagai satu-satunya yang wajib diikuti dan wajib disampaikan oleh beliau.
Karena beliau menolak, maka beliau diancam akan diusir dari kampung halamannya. Tetapi Allah berjanji kepada beliau, apabila beliau sampai diusir, maka sepeninggal beliau, Allah akan membinasakan mereka. Itulah sunnah Allah pada diri para rasul. Dan sunnah itu tidak akan ada perubahan. (Hikmah dari QS. 17 ayat 77) 

Berdasarkan beberapa ayat-ayat di atas jelaslah buat kita bahwa ternyata sunnah itu bukanlah seperti yang kita kira selama ini yaitu perbuatan/perkataan yang disandarkan kepada seseorang yang wajib diikuti.

Sunnah adalah suatu ketetapan Allah yang dibuat untuk manusia untuk dijadikan sebagai suatu pelajaran (ibrah) dalam mengikuti dan menegakkan peraturan-peraturan Al Qur'an bukan suatu ketentuan yang mengatur perilaku yang harus dijalankan. Sunnah sebagai suatu aturan Allah, maka keberadaannya telah dijelaskan di dalam Al Qur'an (SUNNAH KAMI). Apabila tidak di dapati di dalam Al Qur'an namanya bukan sunnah tetapi bid'ah
Orang yang disebut ingkarsunnah bukan orang yang hanya menerima Al Qur'an dan menolak sunnah-sunnah selainnya, karena Al Qur'an sendiri adalah sunnah dan hadits terbaik (QS. 12 ayat 108, 12 ayat 111, 39 ayat 23). Tetapi orang yang ingkarsunnah adalah yang mengingkari sunnah atau ketetapan Allah yang terjadi pada orang-orang dahulu dan ketetapan Allah yang terjadi pada setiap rasul dalam menegakkan ajaran Allah di dalam Al Qur'an itu sendiri.

Kalau kita memilih dan mendahulukan sunnah yang wajib (Kitab Allah/Al Qur'an) dan meninggalkan sesuatu yang tidak mengapa ditinggalkan, lalu mengapa dikatakan INGKARSUNNAH dan SESAT?
Kalau Al Qur'an itu sendiri adalah sunnah, lalu siapakah yang disebut INGKAR SUNNAH?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Over View

PERTUMBUHAN ILMU-ILMU ISLAM DI MADRASAH

(Nana Masrur) Kompetensi Dasar : Mampu Menguraikan Pertumbuhan Ilmu-Ilmu Islam di Madrasah Indikator : Madrasah dan Perkemb...