Karunia Allah



Disadari ataupun tidak, begitu komplit sekali nikmat ALLAH bagi kehidupan manusia terhadap siapa saja diserahkan semua yang ada di udara, di laut, dan di muka Bumi ini begitupun di planet-planet lain.

Pada semua itu terdapat keteraturan otomatis tepat yang mewujudkan kelestarian alam. Itulah rahmat yang sebelumnya tidak pernah diminta oleh makhluk manapun; Itulah sifat Pengasih karena memberikan kelengkapan hidup bagi ratusan ribu jenis makhluk yang semuanya untuk manusia, baik beriman ataupun kafir; Dan itulah sifat Penyayang karena membukakan peningkatan hidup, dalam bidang ilmu ataupun rizki; Berbahagialah mereka yang beriman serta menghargai Firman dalam Alquran karena selalu meningkatkan usaha hidup dalam jaminan kemakmuran dari ALLAH seperti dinyatakan pada 6:82.

Masih beruntung mereka yang mematuhi Islam secara buta tuli! karena senantiasa mengharapkan ampunan ALLAH terutama pada hidup di Akhirat nanti walaupun di dunia kini mereka selalu dalam keadaan terbelakang, tertindas, dan jadi cemoohan. Namun sangat disayangkan mereka yang selama hidupnya berada dalam tradisi berbuat dzalim tidak menghargai pemberian ALLAH, tetapi sangat celaka mereka yang dengan ilmunya telah berbuat khianat terhadap manusia ramai, memakan dan menghisap darah si miskin yang memang tidak berdaya merubah nasib.

Golongan terakhir ini mungkin saja terdapat dalam masyarakat yang menyatakan diri penganut Islam, lalu mereka beragama untuk hidup, memakai ilmu agama secara opportunistis, bukan hidup untuk agama selaku pejuang-pejuang dalam barisan untuk memajukan keredhaan ALLAH. Atau mungkin pula golongan tersebut terdapat dalam masyarakat yang sengaja diberi kelebihan oleh ALLAH agar mereka jadi pongah lalu dengan itu kedzalimannya mereka jadi bertambah sebanding dengan semakin besarnya hukuman yang akan mereka tanggungkan.

Bilakah waktunya? Mungkin saja tidak lama lagi, atau puluhan tahun lagi seperti masa yang ditunggu Firaun:

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ ﴿٤٤﴾

6:44. Ketika mereka melupakan apa yang diperingatkan, KAMI bukakan atas mereka pintu-pintu tiap sesuatu hingga ketika mereka bergembira dengan yang diberikan itu, KAMI ambil mereka sekonyong-konyong maka ketika itu mereka jadi celaka.

#semiga dapat difahami...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Over View

PERTUMBUHAN ILMU-ILMU ISLAM DI MADRASAH

(Nana Masrur) Kompetensi Dasar : Mampu Menguraikan Pertumbuhan Ilmu-Ilmu Islam di Madrasah Indikator : Madrasah dan Perkemb...